Dunia Kerja Sedang Susah, Mahasiswa Sebaiknya Bersiap Secara Serius

EDU Talk
Sebarkan Artikel Ini:

Depoedu.com-Angka pengangguran di Indonesia masih tinggi. Per Februari 2025 ada lebih dari 7 juta orang belum mendapatkan pekerjaan. Jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu, pengangguran pada Februari tahun ini meningkat lebih dari 83 ribu orang.

Pada saat yang sama, saat ini banyak perusahaan formal tidak lagi menggunakan hanya ijazah S1 sebagai syarat rekrutmen mereka. Akibatnya banyak lulusan S1 terpaksa mencari pekerjaan di sektor-sektor informal.

Ijazah S1 tidak dipungkiri masih menjadi salah satu cara menyaring tenaga kerja dari sisi administrasi. Ini bisa menyaring pekerjaan berdasarkan kualifikasi-kualifikasi khusus sesuai kebutuhan pemberi kerja.

Fenomena ini dibenarkan oleh Ketua Ikatan SDM Profesional Indonesia (IPSI) Ivan Tufiza. Menurut Ivan akar masalahnya adalah karena adanya ketidak seimbangan antara supply dan demand tenaga kerja di pasar tenaga kerja.

Saat ini, pasar tenaga kerja dibanjiri oleh lebih banyak pencari kerja, sementara kebutuhan akan pekerja sangat sedikit. 

“Akar permasalahan itu bukan di ijazahnya laku atau nggak. Karena supply sama demand yang gak seimbang,” kata Ivan seperti dikutip detik.com (24/06/2025)

Saat ini, tambah Ivan, banyak HRD lebih tertarik pada pencari kerja yang juga memiliki ‘ijazah’ tambahan lain. Selain ijazah sarjana, yang lebih diminati oleh perusahaan adalah mereka yang juga memiliki sertifikasi keahlian tambahan lain, terutama memiliki kompetensi teknis pada bidang pekerjaan yang tersedia di pasar tenaga kerja.

Apa yang disampaikan Ivan, juga diamini oleh pengamat Ketenagakerjaan dari Universitas Gajah Mada Tadjudin Noor Effendi. Menurut Tadjudin, saat ini para pekerja sudah tidak bisa hanya mengandalkan ijazah semata untuk mencari kerja.

Pasar tenaga kerja saat ini lebih membutuhkan sertifikasi keahlian tertentu sebagai bukti keahlian yang dimiliki oleh para pelamar. Sementara ijazah jenjang pendidikan  formal tidak lagi menjadi syarat utama.

Baca juga : Viral Video Siswa SD Sawer Biduan pada Acara Perpisahan. Ada Apa dengan SD Kita?

Menurut Tadjudin, baik lulusan SMA maupun Sarjana, harus memiliki skills tambahan sebagai nilai plus untuk bisa bersaing mendapatkan pekerjaan saat ini. 

Oleh karenanya, para mahasiswa yang tengah menyiapkan diri memasuki dunia kerja harus bisa melihat ini sebagai tantangan yang harus diatasi. 

Selain mengejar nilai akademik terbaik sebagai pintu masuk, mahasiswa juga wajib membekali dirinya dengan banyak keterampilan lain. Tidak hanya hard skills namun juga soft skills.

Pertama : Fokus pada pengembangan diri secara utuh.

Nilai akademik semata tidak lagi cukup. Mahasiswa juga wajib membekali diri dengan keterampilan hidup lain seperti: kemampuan komunikasi, berpikir kritis dan solutif, kemampuan mengelola emosi, kemampuan untuk bekerjasama dengan orang lain, dan kemampuan untuk beradaptasi secara cepat terhadap setiap perubahan.

Kedua: Pengalaman nyata dan jaringan 

Pengalaman bekerja harus menjadi sebuah rutinitas sejak awal kuliah. Ini bukan mengenai pengalaman bekerja secara formal. Mahasiswa harus membiasakan diri untuk terlibat menangani kegiatan-kegiatan di kampus. 

Aktif berorganisasi, terlibat sebagai relawan untuk berbagai kegiatan kampus maupun luar kampus, terlibat dalam karya pengabdian masyarakat para dosen, atau rupa-rupa kegiatan lain sebagai cara untuk membangun pengalaman etos kerja.

Dan dalam kegiatan yang banyak itu, mahasiswa harus benar-benar memastikan diri untuk membangun jaringan secara serius. Mahasiswa harus memastikan diri untuk menjadi bagian dari pertemanan yang sehat dengan semua orang, di kampus maupun di luar kampus.

Saat ini kita semua pasti mengamini bahwa “jurusan kuliah” paling cepat untuk mendapatkan pekerjaan adalah “orang dalam”. Karena itu, membangun jaringan adalah cara untuk menciptakan banyak  orang dalam pada berbagai bidang sekaligus. 

Ketiga : Mendekatkan idealisme dengan realitas.

Karpet merah hanya disediakan bagi para pewaris, bukan perintis. Karena itu, mahasiswa harus benar-benar menyiapkan diri untuk menghadapi realitas dunia kerja yang kadang tidak ramah.

Baca juga : Kemendikdasmen Akan Mengembalikan Jabatan Pengawas Sekolah. Apa Tanggapan Kepala Sekolah?

Tidak semua pekerjaan langsung menempatkan kita di atas karpet merah dan kursi yang empuk. Karier harus dibangun perlahan dan penuh tantangan. Kadang kadang jenjang pendidikan tidak lagi menjadi sesuatu yang menentukan dalam banyak bidang pekerjaan.

Karena itu diperlukan kesiapan dan daya tahan untuk memasuki dunia kerja yang lebih membutuhkan kapasitas dan integritas, bukan sekedar jenjang pendidikan dan ijazah.

Keempat : Membangun personal branding secara serius.

Di tengah kemajuan teknologi informasi yang sedemikian cepat, pola dan cara rekrutmen tenaga kerja pun mengalami penyesuaian yang cepat.

Banyak perusahaan lebih tertarik untuk mengenali lebih dalam calon kandidat yang akan direkrut, tidak lagi melalui CV yang sengaja dikirim, melainkan dengan mengumpulkan jejak digital kandidat dari berbagai platform media. 

Pengalaman, berbagai keahlian, karakter, kematangan emosi dan banyak hal lain lebih mudah tertangkap dan lebih jujur mengungkapkan jati diri pelamar kerja melalui jejak digital yang terekam.

Membangun personal branding adalah menciptakan sebanyak mungkin jejak jejak positif entah dalam dunia digital maupun dunia nyata, daring maupun luring  mengenai diri sendiri dengan segala macam kapasitas dan integritasnya agar mudah ditemu kenali.

Membangun jejak digital positif bukan berarti secara sengaja mau  menonjolkan hanya sisi positif dalam diri semata dan menyembunyikan sisi negatif, melainkan cara untuk lebih terbuka kepada dunia mengenai diri sendiri.

Personal Branding bukanlah sesuatu yang instan. Personal Branding adalah proses yang berlangsung perlahan lahan namun konsisten. Karena itu harus dimulai secara serius dan dengan sengaja. 

Foto: Antara News

Tulisan ini pernah tayang di eposdigi.com, ditayangkan kembali dengan seizin penulis

5 2 votes
Article Rating
Sebarkan Artikel Ini:
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments