Depoedu.com-Pendidikan memiliki posisi yang strategis untuk mengangkat kualitas, harkat, dan martabat setiap warga negara sebagai bangsa yang berharkat dan bermartabat. Pendidikan akan melahirkan orang-orang terdidik yang akan menjadi kekuatan untuk membentuk suatu organisasi besar sebuah negara.
Salah satu pilar untuk menopang suatu negara adalah pendidikan. Pendidikan memegang peran penting atas keberlangsungan suatu negara. Oleh karena itu, kualitas pendidikan di suatu negara bisa menjadi salah satu indikator kemajuan bangsa.
Perkembangan dunia pendidikan dewasa ini mulai mengarah ke arah yang serius, di mana kebutuhan manusia mengalami perubahan dari masa ke masa. Di zaman globalisasi ekonomi sekarang ini, perhatian manusia kepada kebutuhan ekonomi jauh lebih besar.
Untuk memenuhi keinginan seseorang maka orang itu akan melakukan berbagai upaya agar keinginannya dapat terpenuhi. Sehingga tidak dapat dipungkiri bahwa ekonomi sudah menjadi kebutuhan dasar manusia.
Oleh karena itu pembahasan tentang ekonomi tidak hanya untuk orang-orang kaya saja tetapi juga untuk semua orang termasuk dunia pendidikan.
Baca Juga : Nadiem Makarim ; Kurikulum Baru, Bakal Diberlakukan Tahun Depan
Masalah pendidikan sebenarnya tidak dapat dilepaskan dari masalah ekonomi. Baik secara langsung maupun tidak langsung, kontribusi pendidikan terhadap ekonomi dan pembangunan harus diakui. Dengan demikian, tidak selamanya pendidikan dianggap sebagai konsumsi atau pembiayaan.
Sudah saatnya, pendidikan harus dipandang sebagai investasi, yang secara jangka panjang kontribusinya dapat dirasakan. Konsep pendidikan sebagai sebuah investasi (education as investment) telah berkembang secara pesat dan semakin diyakini oleh setiap negara bahwa pembangunan sektor pendidikan merupakan prasyarat kunci bagi pertumbuhan sektor-sektor pembangunan lainnya.
Konsep tentang investasi sumber daya manusia (human capital investment ) yang dapat menunjang pertumbuhan ekonomi (economic growth), sebenarnya telah mulai dipikirkan sejak jaman Adam Smith (1776), Heinrich Von Thunen (1875) dan para teoritisi klasik lainya sebelum abad ke-19 yang menekankan pentingnya investasi keterampilan manusia
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek), Nadiem Makarim menyebut bahwa sektor pendidikan dan ekonomi merupakan dua sektor yang saling melengkapi. Ia mengatakan, pendidikan yang berkualitas akan menghasilkan lulusan yang mampu mengolah sumber daya ekonomi. Sementara, kesejahteraan ekonomi membuat masyarakat bisa mengenyam pendidikan yang berkualitas.
“Pendidikan yang berkualitas akan menghasilkan lulusan yang kreatif dan mampu mengolah sumber daya ekonomi yang menyejahterakan masyarakat. Masyarakat yang sejahtera mampu mendapatkan pendidikan yang berkualitas,” tutur Nadiem seperti dilansir dari laman Kemendikbud Ristek, Selasa (30/11/2021).
Baca Juga : Para Ketua OSIS SMA/MA, Rebut Peluang Masuk Tanpa Tes Di Enam Universitas Negeri Ini!
Karena itu, Nadiem berkomitmen untuk terus menguatkan kerja sama antara satuan pendidikan dengan dunia usaha dan dunia industri yang telah dilaksanakan melalui Kampus Merdeka, Kampus Merdeka Vokasi, serta Program SMK Pusat Keunggulan.
Pertumbuhan ekonomi di Indonesia akhir-akhir ini dipengaruhi juga oleh pendidikan. Oleh karena itu pentingnya arti pendidikan bagi pertumbuhan ekonomi di Indonesia dengan meningkatkan produktivitas belajar agar para penerus bangsa yang masih belajar bisa lebih memahami ilmu ekonomi dan dapat meningkatkan perekonomian di Indonesia yang sedang bertumbuh.
Dengan kebutuhan ekonomi yang semakin hari semakin meningkat, faktor pendidikanlah yang akan membantu pertumbuhan ekonomi itu, karena dengan pendidikan itulah akan menghasilkan kualitas-kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang lebih profesional baik untuk sektor industri maupun sektor pertanian.
Dari situlah akan berdampak dan berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi bangsa Indonesia di masa yang akan datang.
Foto:pemdabulelengkab.go.id

[…] Baca Juga : Korelasi Pendidikan Dan Ekonomi Dalam Pembangunan Bangsa […]