Membangun Nilai Kedisiplinan dengan Cinta pada Anak

Family Talk
Sebarkan Artikel Ini:

Depoedu.com – Anak adalah anugerah bagi orang tua dengan segenap tanggung jawab dan konsekuensinya. Kesempatan untuk mengasuh dan mendidik anak menjadi seni tersendiri yang tentunya bukan hal yang mudah, terutama bagi orang tua muda yang baru mengalami kesempatan pertama memiliki buah hati. Akhir-akhir ini diskusi tentang  nilai disiplin semakin ramai seiring dengan meningkatnya keprihatinan terhadap fenomena kekerasan yang sering terjadi di lingkungan pendidikan, baik di rumah maupun sekolah. Hal ini semakin terdorong oleh kesimpulan berbagai riset yang menunjukkan jika hukuman dan kekerasan tidak akan memberikan dampak positif apapun. Sebaliknya memberikan nilai cinta malah memberikan dampak positif  jangka panjang yang membuat anak bahagia

Cinta adalah sebuah emosi yang lahir dari perasaan kasih dan sayang yang kuat terhadap sesuatu atau seseorang yang meliputi pengabdian, ketulusan,kejujuran,rasa ingin memberi,membuat bahagia serta melindungi.  Membingkati perasaan cinta orang tua  kepada anaknya adalah cinta yang paling mulia,cinta orang tua meliputi ketulusan,rasa ingin selalu memberi,melindungi,memberikan rasa aman dan nyaman serta memberikan segala yang terbaik bagi anaknya di dalam kehidupan. Cinta orang tua  adalah cinta sejati,karena orang tua  takkan menuntut balasan apapun kepada anak ,orang tua  hanya mengharapkan kebahagiaan dan  kehidupan yang baik bagi anak.

Beberapa ahli menyimpulkan membangun sikap disiplin dengan cinta dimulai sejak tahap awal dari perkembangan anak dengan membantu mereka memahami apa yang baik dan tidak baik bagi dirinya, untuk selanjutnya membantu mereka memahami bagaimana standar perilaku yang baik terhadap lingkungannya. Menurut Flanagan (2013) dalam presentasinya di “Australasian Conference on Child Abuse and Neglect”, disiplin dengan cinta adalah tentang upaya orang tua dalam; Memperkuat hubungan dengan anak; Memahami perspektif anak-anak; Membangun empati; Mempromosikan pengaturan diri (self-regulation).

Disiplin diri anak merupakan produk dari cinta yang benar. Disiplin memerlukan proses belajar. Proses belajar dengan cinta memberi arah baru bagi anak.  Pada awal proses belajar perlu adanya upaya orang tua. Hal ini dapat dilakukan dengan cara (1) Melatih.   (2) Membiasakan diri berperilaku sesuai dengan nilai-nilai berdasarkan acuan moral.  Jika anak telah terlatih dan terbiasa berperilaku sesuai dengan nilai-nilai moral maka, (3) perlu adanya kontrol orang tua untuk mengembangkannya. Ketiga upaya ini dinamakan kontrol eksternal. Kontrol yang demokrasi dan keterbukaan ini memudahkan anak untuk menginternalisasi nilai-nilai moral.

Kontrol eksternal ini dapat menciptakan dunia kebersamaan yang menjadi syarat esensial terjadinya penghayatan bersama antara orang tua dan anak. Dengan demikian disiplin diri merupakan perilaku yang dapat dipertanggungjawabkan karena dikontrol oleh nilai-nilai moral yang terinternalisasi. Cara yang paling baik untuk membina anak supaya dapat berkembang sikap disiplin dengan cinta adalah dengan memberi teladan kepada mereka.  Pengendalian diri juga sangat perlu diajarkan seorang orang tua kepada  anak  di dalam rumah tangga, karena seorang anak yang dapat mengendalikan  diri, berarti pintu krdisplinan akan terbuka baginya. (Oleh: Celly Beto / Foto: keluargakokoh.com)

5 1 vote
Article Rating
Sebarkan Artikel Ini:
Subscribe
Notify of
guest
1 Comment
oldest
newest most voted
Inline Feedbacks
View all comments
Juniar M. Siregar
Juniar M. Siregar
5 years ago

Terima kasih Deppedu.

Setuju sekali kalau DISIPLIN itu lewat CINTA.
Lewat CINTA salah satunya adalah TELADAN dari ORANG TUA nya. ORANG TUA DISIPLIN maka ANAK pun akan DISIPLIN.

Mari kita Disiplin melalui keluarga kita terlebih dahulu.

Terina kasih