Ketika Romo Jadi Yesus dalam The Last SupperFice

Family Talk
Sebarkan Artikel Ini:

Depoedu.com-Ada yang tak biasa dari Jumat Agung di Gereja Santa Odilia, Paroki Citra Raya, 18 April 2025. Di pagi yang sunyi itu, ratusan umat menyaksikan sebuah tablo dramatik bertajuk “The Last SupperFice”, sebuah permainan kata yang memadukan The Last Supper (Perjamuan Terakhir) dan Sacrifice (Pengorbanan).

Tablo ini bukan sekadar drama visual. Dalam waktu sekitar dua jam, umat diajak masuk dalam permenungan kisah sengsara Kristus—dimulai dari Perjamuan Malam Terakhir hingga penyaliban. 

Namun satu hal yang membuat tablo ini menggugah lebih dalam adalah: Yesus diperankan langsung oleh Romo Paroki, Romo Richardus Matius Bili, SS.CC—atau yang akrab disapa Romo Richard.

Dengan rambut gondrong dan ekspresi yang penuh penghayatan, Romo Richard bukan hanya menghadirkan sosok Yesus secara visual. Hemat penulis: “Romo bukan hanya memerankan Yesus. Dalam tubuh imamatnya, ia menghadirkan Yesus secara nyata di tengah umat. Ini bukan sekadar drama. Ini adalah liturgi yang hidup.”

Baca juga : Orang Tua, Waspadai Tanda-tanda Buruknya Hubungan dengan Anak-Anakmu Berikut Ini

Liturgi yang Dihidupkan Lewat Teater

Pertunjukan ini merupakan hasil kolaborasi KKMK Paroki Citra Raya dan OMK Wilayah Solear–Tigaraksa. Kegiatan dimulai dengan pengantar dan doa dari Romo Nelis, SS.CC, dan didukung penuh oleh Komsos Santa Odilia, yang juga menyiarkannya secara langsung di kanal YouTube paroki:

 🔗 https://www.youtube.com/live/-gIkoeSIPXk. Dalam dokumen Sacrosanctum Concilium (SC 7), Gereja menegaskan:

“Kristus sungguh hadir dalam Gereja-Nya, terutama dalam tindakan-tindakan liturgis… Ia hadir dalam sabda-Nya, dalam pribadi imam, dan dalam umat yang berhimpun dalam nama-Nya.”

Dan sungguh, pagi itu Kristus terasa hadir—bukan hanya dalam rupa roti dan anggur, melainkan juga dalam peluh dan air mata di atas panggung.

Pengorbanan di Balik Layar

Pertunjukan yang memukau ini tak lepas dari pergulatan para pemeran di balik layar. Salah satunya adalah Frederick, pemeran Rasul Petrus. Ia mengaku kesulitan besar dalam menghayati karakternya karena waktu latihan yang mepet, benturan dengan jam kerja, dan jarak yang cukup jauh dari tempat latihan. “Kadang saya patah semangat karena banyak yang nggak hadir latihan. Tapi ketika memerankan penyangkalan terhadap Yesus, saya merasa hati ini disayat. Saya pribadi sulit mengampuni, tapi saat memerankan Petrus, saya merasa Yesus menatap saya dan berkata: Aku mengampuni kamu. Itu mengubah hati saya.”

Lain halnya dengan Gading, pemeran Pontius Pilatus. Ia harus bergulat dengan tekanan batin saat tampil di hadapan ratusan pasang mata.

Baca juga : Retret Sekolah Tarakanita Tendean; Kasih Yesus Bersama Bunda Elisabeth Membuahkan Transformasi Diri, Komunitas dan Institusi

“Latihan sering malam, dan masuk ke karakter Pilatus itu berat. Saat tampil, mental saya diuji. Tapi saya sadar, menjadi pemimpin itu sering harus memilih—antara suara hati atau tekanan massa. Pilatus jadi cermin buat saya pribadi.”

Sementara itu, Fera yang memerankan Bunda Maria mengalami transformasi emosional yang tak terduga: “Berperan sebagai Maria adalah peran paling emosional buat saya. Saya belajar menjadi ibu yang rela, yang tabah, yang ikhlas menerima kehendak Tuhan. Saya menangis bukan karena akting, tapi karena benar-benar merasakan luka batin seorang ibu.”

Air Mata dan Iman yang Diperbarui

Banyak umat yang hadir mengaku terhanyut dalam pertunjukan ini. Suasana menjadi sangat hening, bahkan di beberapa momen, terdengar isakan tangis. Tablo ini seolah membawa umat masuk ke dalam peristiwa sengsara, bukan hanya menyaksikannya dari luar.

Tablo ini juga menjadi pengingat bahwa iman bukan hanya diajarkan, tapi juga dihayati. Dalam Evangelii Gaudium (EG 167), Paus Fransiskus menulis: “Seni, terutama seni suci, dapat menyampaikan iman dan memperlihatkan betapa indahnya Injil.” Dan melalui panggung kecil di Gereja Santa Odilia itu, Injil dipentaskan, dihidupkan, dan diwartakan. 

Penulis adalah Korbid Peribadatan Paroki Citra Raya

5 2 votes
Article Rating
Sebarkan Artikel Ini:
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments