Negara-negara Ini Adaptasi AI Warga Negaranya Paling Cepat. Indonesia Bagaimana?

EDU Talk
Sebarkan Artikel Ini:

Depoedu.com-Kehadiran Artificial Intelligence (AI) untuk membantu mempermudah pekerjaan, meningkatkan efisiensi pekerjaan manusia, membuat negara dan perusahaan di berbagai belahan dunia berlomba melakukan investasi dan merekrut karyawan yang memiliki ‘AI talenta’.

Dalam hal menyiapkan pelaku proses adaptasi terhadap perkembangan AI dan penggunaan AI di lembaga pemerintahan dan perusahaan, pemerintah dan pemimpin perusahaan berupaya meningkatkan kemampuan pekerja mereka, melalui rekrutmen pekerja baru maupun pelatihan-pelatihan. 

Sebuah survei oleh Microsoft dan LinkedIn akhir tahun 2024 menyimpulkan 66 persen pimpinan lembaga dan perusahaan lebih memilih merekrut orang  berkemampuan AI, sementara 34 persen lainnya mengatakan bersedia merekrut calon fresh graduate namun memiliki kemampuan AI daripada berpengalaman tapi tidak menguasai AI. 

Dalam rilis hasil survei tersebut juga ditampilkan data negara-negara yang paling getol menyiapkan warga negaranya agar dapat cepat beradaptasi dalam menggunakan AI untuk mempermudah pekerjaannya. 

Oleh karena itu,  negara tersebut telah menjadi konsentrasi talenta AI di mana Israel adalah negara dengan talenta AI terbesar dan paling adaptif terhadap perkembangan AI.  Mereka paling memiliki kemampuan engineering AI seperti pembelajaran mesin, pemrosesan natural bahasa, dan kemampuan literasi AI seperti ChatGPT. 

Baca juga : Pura-Pura Ambil Darah, Seorang Dokter Peserta Pendidikan Dokter Spesialis, Perkosa Anak Pasien

Berikut daftar 10 negara di dunia dengan konsentrasi AI terbanyak menurut laporan survei LinkedIn, seperti dilansir pada laman CNBC Indonesia : 

  1. Israel
  2. Singapura
  3. Luxemburg
  4. Estonia
  5. Swiss
  6. Finlandia
  7. Irlandia
  8. Jerman
  9. Belanda
  10. Korea Selatan

Pertanyaannya, mengapa negara-negara ini menjadi negara dengan konsentrasi AI tertinggi? Karena ekosistem di negara tersebut mendukung, termasuk perusahaan berinvestasi dalam pengembangan pekerjanya, didukung oleh regulasi kebijakan pemerintah yang mendorong pembelajaran yang berkelanjutan. 

Pada daftar ini tidak ada Amerika dan China. Amerika adalah negara paling Ambisius dalam inovasi AI namun kalah cepat proses adaptasi warganya. Sedangkan China, kemungkinannya kemampuan adaptasi warganya tinggi namun tidak terdata karena proses pendataan melalui pengguna aplikasi LInkedIn di mana di Cina dibatasi. 

Jika dilihat, daftar negara tersebut memiliki jaringan melalui perusahaan multinasional ke berbagai negara. Oleh karena itu, konsentrasi tersebut pasti akan meluas sejauh negara-negara di mana ada cabang perusahaan mereka. Maka sudah saatnya Indonesia bersiap. 

Baca juga : Matematika di SMA itu Nggak Guna, Ini alasannya

Perkembangan AI dan apa yang harus kita lakukan?

Data ini menunjukkan bahwa penguasaan AI kian penting di dunia kerja. Pimpinan lembaga lebih memilih merekrut orang yang memiliki kemampuan AI. Kalau bisa dapat yang sudah berpengalaman bekerja dengan AI, kalau tidak bisa cukup yang fresh graduate yang mempelajari AI. 

Data ini menunjukkan bahwa Perguruan Tinggi perlu segera berintegrasi dengan AI, baik memasukkan AI sebagai salah satu subyek yang dipelajari, atau paling tidak menggunakan AI dalam proses belajar, terutama terkait proses penguasaan keahlian mayor mereka.

Misalnya seorang calon guru, sejak di lembaga pendidikan guru sudah harus belajar menggunakan AI dalam merancang proses belajar yang individual, termasuk proses penilaian terhadap peserta didik. Ini adalah inti penting dari pelayanan pendidikan yang sekarang lebih mudah dilakukan dengan bantuan AI. 

Tanpa itu, lulusan perguruan tinggi akan mengalami kendala terserap oleh dunia kerja jika kecenderungan di dunia kerja seperti tampak dari data  di atas, dimana dunia kerja hanya menerima orang yang menguasai AI. Perguruan tinggi di Indonesia harus mengambil langkah yang nyata untuk integrasi dengan AI. 

Foto: Advance Inovations

5 1 vote
Article Rating
Sebarkan Artikel Ini:
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments