Muhammadiyah Meraih Penghargaan Zayed Award karena Kontribusinya pada Kemanusiaan Melalui Bidang Pendidikan

EDU Talk
Sebarkan Artikel Ini:

Depoedu.com-Dua organisasi Islam terbesar di Indonesia Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) menerima penghargaan Zayed Award 2024 di Founders Memorial Abu Dhabi. Muhammadiyah dan NU adalah penerima penghargaan pertama dari Benua Asia. 

Zayed Award for Human Fraternity adalah penghargaan bagi pribadi atau organisasi yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan toleransi. Dalam rilisnya  Zayed Award menyatakan Muhammadiyah dan NU mendapatkan penghargaan karena dua organisasi ini aktif mendorong perdamaian dan mengobarkan semangat solidaritas antar umat manusia. 

Salah seorang anggota dewan juri yakni Iriana Bokova mengatakan bahwa Muhammadiyah dan NU pantas mendapatkan penghargaan ini karena dua organisasi ini tidak hanya fokus pada moderasi tetapi juga keterlibatan sosial melalui pendidikan dan kesehatan. 

Baca juga : Perlu Literasi Digital Untuk Mencegah Dampak Negatif Facebook Bagi Anak-Anak

Kepada wartawan, Haedar Nashir Ketua PP Muhammadiyah menyampaikan,  Zayed Award 2024 yang diberikan kepada Muhammadiyah dan NU menjadi berkah bagi kedua Ormas Islam terbesar di Indonesia ini, yang membuat dua organisasi besar ini lebih semangat lagi menjalankan peran kemanusiaan di tingkat lokal, regional, maupun internasional. 

Selain Muhammadiyah dan NU, Zayed Award 2024 juga diberikan pada Profesor Sir Magdi Yacoub dan Sister Leon Correa. Ini adalah bentuk pengakuan yang luar biasa atas kontribusi mereka dalam mewujudkan nilai-nilai kemanusiaan. 

Kunjungi Al Qasimia University

Dalam perjalanan penerimaan Zayed Award ke Abu Dhabi, PP Muhammadiyah bersama beberapa rektor Universitas Muhammadiyah menyempatkan mengunjungi Al Qasimia University di Sharjah Uni Emirat Arab untuk belajar mengembangkan pendidikan yang modern. 

Baca juga : Esensi Penyusunan Rencana Kerja Guru Bagi Keberhasilan Pendidikan

Al Qasimia University  merupakan salah satu dari empat kompleks universitas yang sangat luas di kawasan Emirate. Kampus ini baru berdiri  tahun 2014,  didirikan oleh Sheikh Dr. Sultan Bin Mohammed Al Qasimi. 

Kepada wartawan Haedar menegaskan, Indonesia perlu belajar dari kemajuan Timur Tengah. Indonesia tidak hanya maju pada demokrasi saja. Namun harus maju pula di bidang pendidikan. Kata Guru Besar Sosiologi ini, Indonesia harus belajar dari Timur tengah dalam kemajuan di bidang infrastruktur dan fondasi pendidikan tinggi yang unggul. 

Ia berharap, melalui kunjungan ini para rektor Universitas Muhammadiyah yang ikut dalam rombongan ini, dapat belajar bagaimana mengembangkan pendidikan tinggi modern dan unggul dalam berbagai aspek di Indonesia.

Foto: Kompas.id

5 1 vote
Article Rating
Sebarkan Artikel Ini:
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments