Depoedu.com-Minggu ini media massa dan media sosial diramaikan oleh respon masyarakat terhadap orasi Rocky Gerung dalam acara Konsolidasi Akbar Aliansi Aksi Sejuta Buruh bersama Serikat Pekerja Seluruh Indonesia di Bekasi pada Sabtu (29/7/2023).
Dalam orasi tersebut Rocky Gerung menyebut nama Presiden Jokowi, kata bajingan dan tolol. Potongan video tersebut diunggah oleh account You Tube milik ahli hukum tata negara Refly Harun. Unggahan tersebut kemudian menuai reaksi dari banyak pihak.
Ungkapan Rocky Gerung pada kesempatan tersebut dinilai banyak pihak sebagai kata makian dan penghinaan terhadap Presiden Jokowi. Oleh karena itu, pihak-pihak yang tidak terima, melaporkan Rocky Gerung ke polisi. Hingga kini polisi menerima 13 laporan dari berbagai pihak.
Tidak hanya dilaporkan ke polisi, pasca orasi tersebut, Rocky Gerung juga ditolak oleh berbagai elemen masyarakat ketika ia diundang menjadi pembicara di beberapa forum diskusi.
- Universitas Airlangga Surabaya
Tadinya Rocky Gerung dijadwalkan menjadi pembicara dalam seminar yang diadakan oleh Senat Mahasiswa Universitas Airlangga pada Selasa 1 Agustus 2023 dengan tema; “Sinergi Mahasiswa Nasional”. Selain Rocky Gerung, pembicara lainnya adalah Saut Situmorang dan Andi Sinulingga.
Seminar tersebut tiba-tiba dibatalkan sebelum acara dimulai. Padahal rombongan Rocky Gerung sudah terlihat di sekitar Gedung Graha BIK-FK UNAIR, tempat seminar tersebut hendak diselenggarakan.
Baca juga : Jangan Lakukan! Kebiasaan Ini Bikin Kamu Dinilai Tidak Cerdas
Rocky Gerung kemudian mendekati sejumlah mahasiswa dan menyampaikan permohonan maaf karena belum dapat berbicara di seminar yang mereka selengarakan.
“Mohon maaf, saya belum dapat berbicara di sini. Kalian cari sendiri jawabannya kenapa saya tidak diperbolehkan berbicara di sini,” kata Rocky Gerung seperti dilansir pada laman Tribunnews.com.
Rocky kemudian mengajak mahasiswa untuk mencari tahu kenapa ia tidak diizinkan berbicara di UNAIR. Ratusan mahasiswa yang sudah hadir menyesalkan pembatalan tersebut. Seminar tesebut seperti dilansir pada laman SoloPos, kemudian dilaksanakan di salah satu cafe di Surabaya.
- Universitas Darul Ulum Jombang
Selain ditolak di Unair, pada hari yang sama (1/8/2023) Rocky Gerung juga ditolak di Universitas Darul Ulum (Undar), Jombang Jawa Timur. Berbeda dengan di Unair, di Undar Rocky Gerung ditolak oleh dua organisasi yang berbeda.
Puluhan orang yang tergabung dalam Pejuang Nusantara Indonesia Berdiri (PNIB) melakukan demonstrasi di kampus Undar Jombang. Mereka menolak kehadiran Rocky Gerung dan menjadi pembicara dalam seminar ini.
Meskipun mendapat penolakan, Rocky Gerung tetap tampil menjadi pembicara di mimbar dengan pengawalan ketat dari sejumlah pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Undar. Ketua Pelaksana Seminar Muhammad Satrio menegaskan seminar ini tidak membahas politik.
Baca juga : 5 Modus Pelanggaran Ketentuan Zonasi Dalam Penerimaan Peserta Didik Baru Dan Pelakunya
Masa PNIB memaksa memasuki ruangan auditorium Undar, namun polisi yang menjaga dapat mencegah masa memasuki ruangan seminar. Seminarpun dapat berlangsung hingga selesai.
- Bento Kopi Godean Sleman Yogyakarta
Selain di Jawa Timur, Rocky Gerung juga ditolak menjadi pembicara dalam forum diskusi bertema “Millenial Effect, Ngobrol Perubahan di Indonesia,” di Bento Kopi Godean Sleman Yogyakarta. Penolakan berasal dari sekelompok masyarakat di sekitar lokasi.
Massa yang datang ke lokasi membawa spanduk penolakan Rocky Gerung sebelum acara dimulai pukul 19.30. Selain menolak Rocky Gerung menjadi pembicara, massa juga mendesak polisi menangkap pengamat politik tersebut karena dianggap telah menghina Presiden Jokowi.
Untuk menghindari gesekan dengan massa, panitia batal menghadirkan Rocky Gerung dalam diskusi tersebut. Oleh karena itu Rocky Gerung dan rombongan yang sudah hadir di sekitar lokasi akhirnya meninggalkan lokasi. Akhirnya diskusipun berjalan tanpa kehadiran Rocky Gerung.
Seperti dilansir pada laman Bisnis.com, tampak hadir di tengah masa penolak tersebut adalah angota DPR RI dari Fraksi PDIP My Esti Wijayanti dan Waluyo Wasis Nugroho Ketua Umum PNIB. Menurut mereka apa yang dikatakan Rocky Gerung terkait Presiden Jokowi bukan kritik melainkan makian.
“Hujatan Rocky Gerung selain rentan merusak dan mencerai-beraikan persatuan bangsa melainkan juga tidak intelek, tidak mendidik dan merusak generasi anak bangsa,” tegas Waluyo Wasis Nugroho seperti dilansir pada laman Bisnis.com.
Foto: SMOL.ID
