“Be a Wishing Star”-Character Building Peserta Didik SMP Tarakanita 4 Angkatan 46 Tahun Pembelajaran 2023-2024

Info Sekolah
Sebarkan Artikel Ini:

Depoedu.com-Setelah sempat absen selama 3 tahun terakhir akibat pandemi Covid-19, SMP Tarakanita 4 Jakarta pada tahun pembelajaran 2023-2024 ini kembali menggelar character building bagi peserta didik barunya.

Dengan mengambil tema “Be a Wishing Star” kegiatan character building kali ini dimaksudkan untuk membekali diri peserta didik baru dengan dasar-dasar hidup yang baik dan berkarakter nilai Cc5.

Character building yang diikuti oleh sejumlah 185 peserta didik ini dilaksanakan pada Kamis, 13 Juli hingga Sabtu, 15 Juli dengan bertempat di Eagle Hill, Outbond Camp, Mega Mendung, Jawa Barat.

Tepat pukul 08.00 pagi, 185 peserta didik dengan didampingi 10 guru pendamping diberangkatkan menuju Eagle Hill menggunakan armada 9 buah unit truck Brimob. Sepanjang perjalanan, peserta didik tampak begitu antusias dan bersemangat, bahkan beberapa dari mereka melantunkan beberapa buah lagu kesukaan mereka.

Setibanya di Eagle Hill peserta didik kemudian berkumpul di aula untuk mendapatkan pengarahan umum tentang kegiatan yang akan mereka jalani dan juga informasi pembagian tenda. Sebanyak 15 tenda disediakan untuk peserta didik putra, dan 17 tenda untuk peserta didik putri.

Setelah beristirahat dan bersantap siang, peserta didik kemudian mengikuti upacara dan ibadat sederhana sebagai tanda dimulainya rangkaian kegiatan character building selama 3 hari dan 2 malam.

Baca juga : Syukur Atas HUT Sekolah SDK Sang Timur Ke-33

Pada hari pertama, peserta didik mendapatkan materi utama tentang nilai community dan nilai creativity. Kedua nilai ini disampaikan kepada peserta didik melalui paparan materi dan juga melalui berbagai bentuk permainan.

Untuk menanamkan nilai community, peserta didik diajak untuk bermain karambol, colour hole, dan moving ball. Permainan tersebut dilakukan secara berkelompok. Melalui permainan ini, peserta didik diajarkan untuk membangun kerja sama dan kekompakan kelompok, saling mengemukakan pendapat dan menghargai sesama.

Sementara itu, untuk menanamkan nilai creativity, peserta didik diajak untuk mengungkapkan ide dan daya kreasi mereka dalam menciptakan sebuah alat transportasi dengan memanfaatkan barang-barang bekas berupa kardus bekas dan koran bekas.

Memasuki hari kedua, peserta didik diberikan pemahaman tentang nilai conviction dan compassion. Seperti halnya nilai community dan creativity, untuk menanamkan nilai conviction dan compassion ini juga diberikan melalui paparan materi dan bentuk permainan menangkap ikan dan jelajah alam.

Aktivitas menangkap ikan dan jelajah alam ini dimaksdukan untuk melatih peserta didik agar memiliki daya juang dan tidak mudah putus asa dalam menghadapi tantangan hidup dan terbuka dalam menghadapi tanda-tanda zaman.

Dengan dipandu guru pendamping, peserta didik berdasarkan kelompok kelas diajak untuk menangkap ikan di dalam kolam besar, mereka dituntut untuk menggunakan berbagai cara agar bisa menangkap ikan yang ada di kolam tersebut dalam batas waktu yang ditentukan.

Selepas menangkap ikan, peserta didik sesuai kelas masing-masing kemudian melanjutkan aktivitas jelajah alam dengan berjalan kaki menempuh jarak lebih kurang 3 km. Mereka menyusur jalan setapak di tepian bukit kemudian dilanjut menyusur jalur sungai yang penuh dengan rintangan.

Meski berhadapan dengan medan alam yang mungkin belum pernah mereka alami sebelumnya, peserta didik terlihat begitu bersemangat dan tanpa keluh kesah. Kendati sesekali terpeleset di bebatuan yang licin, mereka kemudian bangkit kembali untuk menuju garis akhir.

Sekitar 45 menit perjalanan, 185 peserta didik berhasil menyelesaikan rute jelajah alam. Meskipun tergurat wajah-wajah lelah, namun mereka tersenyum bangga karena berhasil melaui medan yang penuh dengan tantangan tersebut. Dan mereka pun mengambil sesi berfoto bersama untuk mengabadikan pengalaman berharga mereka.

Sementara itu, nilai compassion ditanamkan kepada peserta didik melalui sesi permenungan malam. Melalui permenungan ini Pak Victor dan Bu Novi mengajak peserta didik untuk merefleksikan kembali bagaimana sikap-sikap mereka terhadap orang-orang di sekelilingnya, terutama kepada orang tua mereka masing-masing.

Baca juga : Nurdin Halid Bakal Dapat Gelar Profesor Dari Universitas Negeri Makasar, Padahal Profesor Bukan Gelar Akademik

Kemudian pada hari ketiga, kepada peserta didik diberikan paparan materi celebration. Pada sesi ini peserta didik diajak untuk menulis surat yang ditujukan kepada kedua orang tua mereka masing-masing.

Dalam surat tersebut, peserta didik diajak untuk meminta maaf kepada kedua orang tua bilamana selama ini telah mengecewakan harapan kedua orang tua mereka.

Mereka diajak juga untuk membangun niatan baru untuk menjalani hidup di hari-hari berikutnya sebagai pelajar yang baik dan bertanggung jawab terhadap tugas-tugas mereka sehingga kelak dapat memenuhi harapan kedua orang tua mereka.

Menjelang siang, bapak Bernardus Boli, selaku kepala sekolah berkenan menutup rangkaian character building dengan upacara penutupan sederhana. Dalam sambutan penutupnya, Bernardus Boli mengucapkan selamat kepada 185 peserta didik yang telah berhasil menyelesaikan rangkaian kegiatan character building.

“Selamat untuk kalian semua, saat ini kalian sudah bukan anak dari berbagai SD lagi, tetapi kalian telah menjadi satu keluarga SMP Tarakanita 4 Jakarta. Sampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi saya kepada kedua orang tua kalian yang telah memberikan izin sehingga memungkinkan terlaksananya kegiatan ini,” pungkas Bernardus Boli.

5 2 votes
Article Rating
Sebarkan Artikel Ini:
Subscribe
Notify of
guest
1 Comment
oldest
newest most voted
Inline Feedbacks
View all comments
trackback

[…] Baca juga : “Be A Wishing Star”-Character Building Peserta Didik SMP Tarakanita 4 Angkatan 46 Tahun Pembelaj… […]