Depoedu.com-Setiap orang tua pasti memimpikan anaknya sukses dalam karirnya ketika anak tersebut sudah dewasa. Mimpi inilah yang mendorong orang tua memilih sekolah terbaik yang menurutnya dapat menghantar anak menggapai mimpi tersebut.
Apalagi setelah memasuki sekolah tersebut, trang Tua memberi dukungan yang terbaik, agar anak dapat meraih prestasi belajar yang baik. Bagi banyak orang tua, prestasi belajar selama sekolah, menjadi salah satu jaminan untuk sukses anak.
Namun anggapan tersebut menurut Michele Borba tidak sepenuhnya benar. Karena bukan soal prestasi anak ketika di sekolah, tetapi bagaimana anak meraih prestasi tersebut.
Meskipun selama sekolah anak berprestasi, tapi bila prestasi tersebut tidak berasal dari proses perjuangan yang sunguh-sungguh dijalani oleh anak, maka prestasi tersebut dapat dipastikan tidak akan berdampak hingga ke sukses anak di masa depan.
Psikolog anak Michele Borba mengatakan bahwa faktor yang sangat menentukan kesuksesan seorang anak adalah soft skills yang dimiliki oleh anak tersebut. Soft skills tersebut dapat diajarkan oleh orang tua dan guru di sekolah sejak dini.
Kata Michele Borba, soft skills tersebut adalah disiplin, ketekunan dan kegigihan, yang terbaca dari kerja keras dan pantang menyerah yang dilakukan oleh anak dalam semua proses, termasuk dalam proses pendidikannya di sekolah.
Baca juga : Mahfud Md. : Gerakan Radikalisme Terus Berkembang Di Lembaga Pendidikan
Oleh karena itu dalam kehidupan anak, termasuk dalam pendidikan anak di sekolah, anak harus menghadapi tantangannya sendiri. Anak harus dikondisi untuk belajar tentang ketekukan, tentang kegigihan dan disiplin.
Anak harus dikondisi untuk menghadapi tantangannya dengan proses yang gigih, dengan kerja keras, bahkan meski menghadapi kegagalan berkali-kali hingga akhirnya berhasil mencapai tujuan.
Kata Michele Borba, disiplin, ketekunan dan pantang menyerah adalah soft skills yang sudah mulai berkembang sejak anak berusia 3 tahun hingga 7 tahun, dan akan terus berkembang selama bertahun-tahun berikutnya.
Jika pada usia 7 tahun, anak mulai memasuki usia sekolah, soft skills tersebut sudah bertumbuh maka anak mulai menunjukkan prestasi sebagai efeknya. Pada gilirannya anak akan termotivasi, dan tumbuh pula rasa percaya diri.
Mengajarkan Disiplin, Ketekunan dan Kegigihan
Mengutip sebuah studi yang dilakukan oleh Massachusetts Institute of Technology, Michele Borba mengatakan bahwa anak mulai belajar tentang disiplin, ketekunan dan kegigihan di usia 15 bulan, namun lebih jelas di usia 3 tahun, melalui contoh orang tua mereka.
Para peneliti tersebut menemukan bahwa anak-anak yang melihat orang tuanya berjuang mencapai tujuan, akan berusaha lebih keras mencapai tujuan mereka sendiri, dibandingkan dengan anak-anak yang melihat orang tuanya tidak berjuang.
Jadi anak belajar dari contoh orang tua mereka, bukan dari rumusan kata-kata nasehat tentang disiplin, ketekunan dan kegigihan dari orang tua atau guru. Bahkan dari contoh dua orang dewasa saja sudah cukup membentuk.
Baca juga : Memaknai Kasus Murid SMP Di Temanggung Yang Membakar Sekolah Karena Di-Bully
Maksudnya, jika ayah dan ibunya adalah pribadi yang disiplin, tekun, dan gigih, maka ini sudah sangat efektif membentuk soft skills untuk sukses bagi anak. Karena contoh yang disaksikan oleh anak tidak saling bertentangan.
Selain contoh dari orang tua, Michele juga menekankan bahwa agar soft skills untuk sukses tersebut tumbuh, orang tua dan guru tidak menekankan agar anak selalu berhasil, melainkan selalu mengapresiasi proses yang dijalani oleh anak.
Jadi, orang tua dan guru harus fokus pada proses, bukan pada hasil akhir. Selain itu, selalu disesuaikan dengan tingkat perkembangan dan kemampuan anak.
Sedangkan Psikolog dari Stanford University Carol Dweck menambahkan, selain mengapresiasi proses, orang tua dan guru juga dianjurkan untuk tidak memuji kepintaran dan prestasi anak.
Kata Dweck, jika orang tua dan guru fokus pada kepintaran dan prestasi anak, anak akan cepat puas dan tidak akan termotivasi untuk berusaha lebih keras.
Agar anak berusaha lebih tekun, Dweck juga seperti Michelle Borba, menganjurkan pada orang tua dan guru untuk lebih fokus pada usaha anak.
Foto: Mommies Daily

[…] Baca juga : Faktor Inilah Yang Menetukan Sukses Anak Di Masa Depan, Meskipun Diabaikan Orang Tua Dan Guru […]