Depoedu.com-Michele Borba, seorang ahli parenting, dalam sebuah penelitiannya menemukan bahwa faktor penyebab sukses seorang, tidak lagi terletak pada skor IQ tinggi seorang anak.
Borba menegaskan bahwa sukses juga tidak berasal dari latar belakang pendidikan seseorang. Banyak orang tua beranggapan bahwa menyekolahkan anak di sekolah mahal, berstandar internasional, dapat menjadi salah satu faktor sukses anak kelak.
Menurut Borba, jika seorang anak memiliki dua faktor tersebut, itu hanya faktor penunjang sukses. Faktor utama yang membuat seseorang dapat sukses menurut Michele Borba adalah ketekunan.
“Penelitian saya menemukan bahwa ketekunan adalah soft skill nomor satu yang menjadikan seorang sukses. Anak yang tekun memiliki motivasi yang tinggi, mereka tidak mudah menyerah,” ujar Borba.
Menurut Borba, anak yang tekun, selain tidak mudah menyerah, juga memiliki rasa percaya diri yang tinggi, mereka percaya bahwa usaha mereka akan membuahkan hasil.
Anak dengan cara berpikir seperti itu lebih termotivasi untuk bekerja lebih keras menyelesaikan apa yang sudah dikerjakan, walaupun ada banyak kendala yang dihadapi dalam proses tersebut.
Baca juga : Bullying Marak Lagi Di Sekolah-Sekolah. Ini Cara Mencegahnya
Ketekunan sebagai hal yang penting dalam pertumbuhan menuju kesuksesan, perlu ditumbuhkan dalam diri anak. Berikut ini beberapa kiat sederhana untuk menumbuhkan ketekunan pada anak.
Fokus Pada Proses
Menurut Carol Dweck, seorang Psikolog dari Stanford University, orang dewasa perlu belajar memberi penguatan yang tepat pada proses dan ketekunan anak. Bukan pada faktor bawaan, seperti kecerdasan.
Menurut Carol Dweck, ketika seorang anak berhasil, orang dewasa lebih memuji kepintarannya, kecerdasannya, daripada kerja keras dan jatuh bangun upayanya mencapai keberhasilan.
Manurut Carol, fokus pujian orang dewasa pada proses mencapai sesuatu, berpengaruh terhadap ketekunan anak. Anak yang ketika berhasil mencapai sesuatu dipuji karena kepintarannya lebih cenderung mudah menyerah.
Sebaliknya, jika fokus pujian pada perjuangannya, jatuh bangunnya, kerja kerasnya, anak tersebut cenderung lebih termotivasi untuk bekerja lebih tekun lagi.
Contoh dari orang tua
Sebuah studi yang dilakukan oleh Massachusetts Institute of Technology menemukan bahwa anak berusia 15 bulan sudah dapat belajar meniru perilaku tekun dari orang tua.
Para peneliti menemukan bahwa anak-anak yang melihat orang dewasa berjuang mencapai tujuan, berusaha lebih keras menyelesaikan tugas yang sulit mereka, dibandingkan dengan anak yang melihat orang dewasa berhasil dengan mudah.
Baca juga : 20 Pekerjaan Baru, Butuh Keterampilan Baru. Apa Antisipasi Sekolah?
Studi tersebut juga menemukan bahwa anak-anak dapat belajar tentang pentingnya berusaha setelah melihat contoh orang dewasa yang berjuang keras.
Memberi ruang pada anak untuk berusaha
Selain dua cara di atas, cara lain untuk menumbuhkan skill ketekunan adalah memberi kesempatan pada anak untuk berjuang sendiri menghadapi tantangan dan kesulitannya sendiri.
Namun demikian, faktanya banyak orang tua tidak ingnin melihat anak mereka frustrasi, sehingga orang tua mengambil alih tugas tersebut. Anak jadi tidak frustrasi, dan membuat tugas terlihat mudah. Situasi seperti ini membuat anak tidak belajar menghadapi kesulitan sendiri, dan tidak dibentuk menjadi pribadi yang tekun.
Harusnya anak didorong untuk menghadapi tantangannya sendiri secara terukur, sesuai dengan tingkat perkembangannya. Tidak perlu ada tekanan untuk selalu berhasil. Beri apresiasi pada semua proses dan capaian yang berhasil dicapai.
Latih anak untuk memotivasi diri
Latihan untuk memotivasi diri sendiri pada anak menjadi hal yang sangat penting karena pertarungan untuk terus bertahan atau menyerah itu terjadi di kepala sendiri.
Untuk itu, dari awal orang tua harus mendampingi anak agar anak punya tujuan yang realistis, dan anak dilatih menjadikan tujuan tersebut sebagai patokan capaiannya.
Itulah cara-cara sederhana untuk melatih ketekunan pada anak sejak dini. Inilah salah satu hal yang sangat penting dalam pendidikan anak. Jika ingin anak sukses, mulailah dari upaya menumbuhkan ketekunan pada diri anak.
Foto:Mommies daily

[…] Baca juga : Ahli Parenting : Anak Sukses Dimulai Dari Faktor Ini […]