Sorgum, Iklim NTT dan Tumbuh Kembang Janin.

Family Talk
Sebarkan Artikel Ini:

Depoedu.com – Sorgum adalah jenis tanaman sereali yang diperkirakan berasal dari daerah tropis Afrika. Sebagai bahan pangan sorgum berada pada urutan kelima setelah gandum, jagung, padi dan jelai. Tanaman jenis rumput-rumputan dengan nama latin Sorghum spp ini, adalah tanaman serbaguna. Bulirnya sebagai sumber pangan, batangnya menghasilkan nira yang bisa diolah lagi menjadi bioetanol atau gula, sementara daunnya untuk pakan ternak. Selain itu sorgum mampu beradaptasi dan mampu tumbuh dengan baik pada lahan-lahan kering dimana tidak mungkin ditumbuhi padi sawah atau jagung.

Sorgum sengaja diangkat dalam tulisan ini karena nutrisi yang terkandung di dalamnya, sangat dibutuhkan terutama pada tahap-tahap awal pembentukan sel-sel otak pada janin. Pada saat yang sama sorgum dapat  tumbuh dan menghasilkan dengan baik pada kondisi kekeringan ekstrim, dimana padi tidak mampu tumbuh. Daerah-daerah yang curah hujannya minim semisal propinsi NTT sebaiknya menempatkan sorgum sebagai yang utama dalam kebijakan pangannya.

Sorgum dan Tumbuh Kembang Janin

 Tabel Perbandingan Komposisi Gizi Sorgum dan Beras  

dalam tiap 100 gram yang dikonsumsi

Zat Gizi Sorgum Beras
Kalori (kal) 332 360
Protein (g) 11,0 6,8
Lemak (g) 3,3 0,7
Karbohidrat (g) 73 78,9
Kalsium (mg) 28 6
Fosfor – P2O5 (mg) 287 140
Zat Besi (mg) 4,4 0,8
Vitamin B1 (mg) 0,28 0,12
Vitamin B2 (mg) 0,38 0,41
Vitamin B3 (mg) 4,30 4,30
Serat Kasar (g) 2 1

 Sumber : Puslitbangtan ( 2010) dan FAO ( 1995)

Zat Besi pada sorgum lebih tinggi bila dibandingkan pada beras. Sebagai pembentuk hemoglobin, pembawa oksigen dan pengatur pertumbuhan dan pembelahan sel, zat besi sangat dibutuhkan oleh ibu hamil pada masa-masa awal kehamilan. System saraf pusat terbentuk seiring pembentukan tulang belakang pada bulan pertama kehamilan. Jika diukur listrik tubuh yang mengaliri setiap akson tubuh saat ini adalah sebesar kira kira 25 watt. Energi yang besar ini memerlukan  sumber energi  yang juga besar. Sumber energi listrik tubuh adalah protein yang tinggi dikombinasikan dengan oksigen yang diikat oleh zat besi dalam darah. Terhentinya pasokan oksigen ke otak akan mengakibatkan kerusakan pada sel-sel otak. Kekurangan zat besi pada tahapan pertumbuhan ini akan mempengaruhi perkembangan anak hingga dewasa.

Selain zat besi, unsur fosfor juga memiliki peran yang sama vitalnya. Bersama dengan kalsium, pada bulan pertama kehamilan, dimana tulang belakang dan tulang ekor mulai terbentuk, ibu hamil membutuhkan fosfor yang banyak. Selain itu, fospor berperan penting dalam system elektris – kimiawi yang terjadi antar neuron. Zat lesitin  – adalah juga asupan penting untuk memperbaiki memori penderita Alzheimer pada orang tua – sangat berperan dalam pembentukan dan perbaikan fungsi memori. Letisin adalah kombinasi dari beberapa unsur termasuk Fosfor (asam fosfat), vitamin B, dan unsur lainnya. Kekurangan lesitin pada masa awal pembentukan neuron dan tahapan-tahapannya selama kehamilan tidak akan dapat diperbaiki lagi. Dengan demikian asupan Fosfor harus cukup tersedia untuk pertumbuhan sel-sel neuron.

Lemak esensial sangat penting untuk pembentukan mielin. Pada bulan kedua kehamilan mielin harus memastikan sel-sel saraf pusat membentuk indra penciuman, membentuk indra pendengaran dan mengatur organ pernafasan. Pada bulan ketiga selaput mielin sudah mulai berfungsi ditandai dengan sudah bisa bergeraknya janin di dalam kandungan. Selaput mielin juga harus memastikan akson bekerja efisien mempertajam pendengaran pada bulan ke enam masa kehamilan. Bahkan sejak bulan ke empat pun janin sudah mampu membedakan suara dari luar. Janin sudah bisa mendengar suara ibunya. Selain itu selaput mielin pun sudah berkembang untuk mengatur kemampuan bayi menghisap, bernafas, saat menjelang kelahiran. Lemak esensial pembentuk mielin, selain banyak terdapat pada semua jenis ikan, juga berasal dari lemak nabati. Dan sekali lagi sorgum memiliki kandungan lemak tiga kali lebih banyak daripada kandungan lemak pada beras.

CNN Indonesia, pada 12 Agustus 2017 lalu, melansir sebuah penelitian oleh sejumlah peneliti dari Victor Change University – Sydney, Australia tentang vitamin B3. Hasil penelitian ini mengkonfirmasi bahwa asupan vitamin B3 ibu hamil selama masa kehamilan membuat bayi tetap aman dalam kandungan, mencegah keguguran dan cacat lahir. Vitamin B1, B2 dan B3 sangat berperan membentuk neurotransmitter – enzim – yang mengatur energi dan pernapasan bagi janin dan ibu dalam proses melahirkan. Bersama zat besi, vitamin B3 berperan besar dalam menjaga kelembapan dan elastisitas kulit, juga membantu janin menyesuaikan suhu tubuhnya di dalam kandungan, memberinya rasa nyaman ketika lingkungan di dalam kadungan ibunya mulai sempit seiring pertumbuhannya.

Sorgum dan Iklim di NTT

Sebuah surat kabar harian lokal NTT melansir sebuah berita tentang gizi buruk pada balita dengan jumlah yang cukup mencengangkan hanya pada satu kabupaten di NTT. “827 anak balita kekurangan gizi”, demikian Flores Pos menulis pada 13 Oktober 2017. Menanggapi berta ini, Dr. Robert B Baowollo, menulis status facebooknya “ mari bayangkan 827 anak ini akan besar, kawin melahirkan masing-masing minimal 3 anak dengan ‘bekal’ deficit gizi bawaan. Manusia dengan tingkat kecerdasan macam apa yang akan menghuni kampung-kampung kita?”

Benar saja kemarau panjang selalu menjadi “kambing hitam” tahun demi tahun dan selalu berulang ketika kebijakan pangan nasional kita masih hanya sebatas padi, jagung dan kedele (Pajale). Padahal, sebagian besar wilayah NTT yang kering tidak akan kondusif untuk menanam pajale. Sedangkan sorgum dapat tumbuh dan berhasil baik hingga lebih dari 2 kali panen dalam setahun. Dengan kandungan nutrisi yang lebih baik dari beras, rasanya sorgum adalah pilihan yang paling bijak bagi masyarakat dan pemerintah terutama di daerah seperti NTT dalam kebijakan pangannya.

Dimulai dari Flores Timur, oleh ”Mama Sorgum” – Maria Loretha, sorgum seolah dilahirkan kembali dan juga dibawa menjadi pilihan panganan pokok sebagian masyarakatnya. Petani-petani didampingi untuk menanam hingga mengolah berbagai produk turunan berbahan dasar sorgum. Mengemban moto “Sorgum Berdaulat, Sorgum Berduit” Usaha Bersama (UB) Sorgum didirikan di sebagian besar daerah pertanian lahan kering di Flores Timur bahkan hingga ke ujung barat pulau Flores dan meluas di seluruh NTT. Kemandirian dalam bidang pangan hanya terwujud ketika petani-petani local hanya mengkonsumsi apa yang dihasilkannya sendiri. Mimpi ini sudah disemaikan lewat lembaga Perhimpunan Petani Sorgum Untuk Kedaulatan Pangan (P2SKP) NTT. Namun mimpi ini baru bisa menjadi kenyataan apabila didukung oleh semua yang berkepentingan, termasuk hirarkis gereja dan pemerintah. Harus ada langkah berani untuk menolak Pajale dari pusat kemudian focus dalam mengembangkan sorgum. Tidak hanya sebagai pengganti beras padi sorgum juga harus mampu mengganti tepung terigu, dan berbagai bahan lain lewat produk turunannya. Menjadikan petani di NTT berdaulat dan berduit lewat sorgum, baru akan terwujud ketika sorgum sudah hadir dalam piring-piring nasi setiap orang NTT setiap kali makan. Untuk itu, mengingat kandungan nutrisinya dan iklim alam di NTT maka, “Mari Makan Sorgum!” (Oleh: Senuken/Foto: Pictaram.com)

Sebarkan Artikel Ini:

2
Leave a Reply

avatar
1 Discussion threads
1 Thread replies
0 Pengikut
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
2 Comment authors
SenukenTetangga dekat Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
Tetangga dekat
Guest
Tetangga dekat

Di toko toko apa sudah ada beras sorgum di jual .?

Senuken
Guest
Senuken

Di beberapa lapak on line sudah tersediah