Ini Dampak Serius bagi Pertumbuhan Anak, Jika Orang Tua Tidak Memperhatikan Anak

Family Talk
Sebarkan Artikel Ini:

Depoedu.com-Hidup keluarga menjadi semakin ideal jika pasangan suami isteri dianugerahi tidak hanya kekayaan, melainkan juga dianugerahi anak yang sehat di tengah-tengah keluarga.

Apalagi anak yang sehat tersebut terdiri sepasang, anak laki-laki dan perempuan. Mereka tidak hanya sehat, lincah, melainkan dapat tumbuh menjadi anak yang cerdas.

Di tengah perkembangan dunia saat ini, hidup keluarga memerlukan biaya hidup yang sangat besar. Oleh karena itu, penghasilan ayah yang bekerja di luar rumah tidak cukup untuk menutupi kebutuhan hidup keluarga.

Oleh karena itu, banyak ibu juga perlu bekerja di luar rumah agar memperoleh penghasilan tambahan, sehingga penghasilan keluarga, lebih memadai untuk membiayai kebutuhan hidup keluarga.

Oleh karena itu, secara finansial keluarga mungkin berkecukupan, namun anak kurang memperoleh perhatian, lantaran orang tua berangkat bekerja ketika anak-anak belum bangun, dan pulang kerja Ketika anak-anak sudah tidur.

Apalagi ketika berada di rumah, misalnya pada hari libur, orang tua pun, masih menggunakan waktunya untuk menengok media sosialnya, yang bahkan menyita waktu yang cukup banyak pula.

Padahal untuk pertumbuhan, anak-anak membutuhkan komunikasi dan sentuhan orang tua. Anak-anak butuh didengarkan, butuh didukung, butuh diapresiasi, butuh dimotivasi. Singkatnya, anak-anak butuh perhatian.

Baca juga : Lampu Penyemangat Belajarku, Proyek Integrated Learning Kelas III SD Yuwati Bhakti

Inilah salah satu tantangan yang dihadapi oleh banyak keluarga modern saat ini. Tulisan ini hendak mendiskusikan apa dampaknya bagi pertumbuhan anak, jika anak-anak dari keluarga modern tumbuh tanpa perhatian orang tua.

Mengalami krisis percaya diri

Rasa percaya diri pada anak tumbuh ketika tindakannya, keputusan anak untuk melakukan sesuatu diapresiasi, atau didukung oleh tokoh-tokoh yang penting, terutama oleh orang tuanya.

Anak yang jauh dari orang tuanya, tidak mengalami dukungan dan apresiasi atau pengakuan tersebut. Inilah yang menyebabkan banyak anak mengalami krisis percaya diri.

Harusnya orang tua secara rutin memiliki waktu untuk hadir di dekat anak, melihat tindakannya, mendengarkan ceritanya, opininya tentang segala sesuatu, dan memberikan apresiasi, dukungan, serta pengakuan kepada anak.

Tanpa ini, rasa percaya diri anak sulit tumbuh secara optimal. Ini mungkin bukan soal lamanya waktu orang tua bersama anak, melainkan soal kualitas waktu orang tua bersama anak tersebut.

Tidak terjalin ikatan emosional anatara anak dan orang tua

Tanpa komunikasi yang intens dengan anak, yang adalah salah satu bentuk perhatian, terutama pada saat-saat yang penting dan menentukan bagi anak, ikatan emosional antara anak dan orang tua, sulit terbentuk.

Ini perlu dilakukan sedini mungkin, bahkan para psikolog mengatakan, membangun ikatan emosional dengan anak ini sudah dapat dilakukan ketika anak masih dalam kandungan. Jika dapat dilakukan sejak dini, ikatan emosional ini akan berguna di tahap perkembangan selanjutnya.

Baca juga : Jika Orang Tua Pemarah, Ini Dampaknya Bagi Pembentukan Pribadi Anak

Misalnya ketika remaja, saat memasuki krisis identitasnya, jika anak memiliki ikatan emosional dengan orang tua, ia akan lebih memilih mencari orang tuanya ketika krisis itu membuatnya bermasalah.

Gangguan mental dan perilaku

Sebuah penelitian menyimpulkan bahwa seorang anak yang kurang mendapat perhatian dari orang tua biasanya memiliki kadar hormone serotonin yang lebih rendah. Padahal serotonin adalah hormon yang dibutuhkan untuk memperbaiki suasana hati.

Oleh karena itu, anak yang kurang perhatian lebih gampang marah, apalagi pada saat yang sama kadar hormon kortisolnya, hormone yang terkait pengaturan tekanan darah, lebih mudah meningkat.

Kondisi inilah yang menjelaskan mengapa anak yang kurang diperhatikan orang tuamya lenih rentan stress, lebih mudah cemas, bahkan depresi.

Ini bisa berlanjut menjadi gangguan perilaku. Jika anak yang kurang perhatian ini mewarisi bibit kepribadian kuat dari orang tuanya, ia bisa membuat onar atau  melakukan tindakan bullying.

Untuk anak yang kurang perhatian, para psikolog menafsirkan gangguan perilaku seperti membuat onar dan melakukan tindakan bullying sebagai upaya anak untuk menarik perhatian orang tuanya.

Mengalami gangguan perkembangan kognitif

Pada umumnya anak-anak yang tidak diperhatikan oleh orang tuanya, mengalami gangguan dalam perkembangan kognitif.

Hal ini dapat terjadi karena perkembangan kognitif dapat distimulasi melalui bentuk sentuhan yang penuh kasih sayang seperti pelukan, kecupan, dan belaian orang tua terhadap anak.

Baca juga : Tawuran Sebagai Representasi Dari Krisis Identitas Remaja

Kurang stimulant tersebut bahkan dapat menyebabkan anak mengalami masalah intelektual seperti masalah akademis di sekolah. Jika tidak diperbaiki, akan berdampak hingga di kehidupan dewasa.

Sulit menjalin hubungan

Perhatian orang tua pada anak merupakan salah satu sarana paling efektif bagi anak, untuk belajar menjalin hubungan dengan orang lain.

Inilah yang menjelaskan mengapa anak yang tidak mendapat perhatian dari orang tuanya, sering memiliki hambatan untuk menjalin hubungan dengan orang lain. Ketiadaan perhatian membuat anak tidak belajar pada saatnya untuk menjalin hubungan dengan orang lain.

Jika berlanjut hingga anak memasuki usia sekolah, apalagi memasuki masa dewasa tanpa kemamapuan menjalin hubungan, anak akan mengalami hambatan dalam menjalani kehidupan. Mengapa? karena hidup harus dijalani bersama orang lain. Apalagi saat ini semua karier profesional harus dilakukan dalam kerja tim.

Itulah dampak yang akan dialami jika, sebagai orang tua, kita tidak menunaikan kewajiban kita, memberi perhatian pada mereka.

Secara psikis anak membutuhkan perhatian tersebut untuk petumbuhan mentalnya. Ini bukan soal jumlah waktu yang harus orang tua sediakan untuk bersama anak, melainkan soal kualitas waktu yang kita sediakan untuk anak.

Juga bukan soal bisa atau tidak bisa kita lakukan di tengah kesibukan  bekerja, tetapi soal mau atau tidak mau. Kalau kita mau lakukan, waktu itu pasti ada. Ayo. Anakmu juga butuh kehadiranmu untuk pertumbuhannya.

Foto:momies daily

5 2 votes
Article Rating
Sebarkan Artikel Ini:
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments