Komunitas Flores Timur dari Berbagai Daerah Selenggarakan Diskusi tentang Pendidikan Flores Timur

Event
Sebarkan Artikel Ini:

Depoedu.com-Pada tanggal 31 Juli 2021 telah berlangsung diskusi dengan tema Relevansi “Pendidkan Kontekstual dan Tantangan Bonus Demografi”, dengan pembicara Alfons Bunga Naen, Robert B. Baowollo, Robert Bala, dan Anton Doni Dihen. Diskusi tersebut dihadiri oleh para pemerhati pendidikan Flores Timur dari berbagai daerah di Indonesia.

Diskusi digagas oleh Donatus Gede dan Sipri Peren dari Depoedu.com. Inisiatif mereka berasal dari kegelisahan akan masalah-masalah sosial yang mereka jumpai di Flores Timur, terutama di bidang pendidikan.

Moderator Siprianus Senuken Medhon yang juga merupakan Pemimipin Redaksi Eposdigi.com memantik diskusi dengan menyajikan data tentang fenomena bonus demografi yang tengah dialami Flores Timur. Saat ini, menurut data Disdukcapil Flores timur tahun 2020, 70% penduduk berasal dari kalangan usia produktif.

Hal ini dianggap sebagai potensi namun juga menuntut tindak lanjut sebelum dapat membawa manfaat nyata bagi pembangunan di Flores Timur.

Baca Juga : Depoedu.Com, “Jembatan” Bagi Penulis Dan Pembaca

Pembicara Robert B. Baowollo pun menanggapi hal ini dengan memaparkan masalah-masalah dunia pendidikan Flores Timur. Menurut Robert, dengan kebijakan yang top down, Jakarta selalu mengajukan solusi yang general untuk memecahkan masalah yang spesifik di semua daerah.

Problem lain yang ia kemukakan adalah kinerja satuan pendidikan yang rendah karena tersandera oleh beratnya kerja administrasi, kurang dalam penguasaan teknologi, masalah pedagogi, dan kurangnya pemahaman tentang tuntutan pembelajaran abad 21 serta implikasinya dalam tatakelola pendidikan dan pengajaran.

Menghadapi masalah ini, Robert Baowollo mengusulkan pemetaan masalah kinerja pelaksanaan pendidikan terutama pada level kelas. Selain itu perlu dilakukan identifikasi kekuatan yang dimiliki sekolah, upaya mendorong peningkatan kompetensi guru terkait pembelajaran HOTS, kolaboarasi dengan guru sekolah terdekat, dan libatkan masyarakat luas secara konstruktif.

Salah satu poin yang disampaikan oleh peraih gelar doktor dari Frankfurt, Jerman ini pun diamini oleh Anton Doni, politisi partai PKB yang juga hadir sebagai pembicara. Keduanya menyoroti kurangnya konektivitas antara kurikulum pendidikan yang dirumuskan pemerintah pusat dengan konteks kedaerahan, khususnya di Flores Timur.

Baca Juga : Kreativitas Dalam Pembelajaran Daring (Resensi Buku)

Penulis buku Creative Teaching: Mengajar Mengikuti Kemauan Otak, Robert Bala pun menyambung dengan hematnya seputar fenomena kurangnya literasi digital di kalangan guru dan masyarakat Flores Timur secara keseluruhan.

Hal ini ditanggapi oleh dosen Universitas Widya Mandira sekaligus pembina di sejumlah sekolah, Alfons Bunga Naen yang berbagi pengalamannya tentang pentingnya pendampingan guru dan murid dalam mengatasi masalah-masalah pendidikan di Flores Timur.

Setelah pemaparan dari keempat narasumber, acara dilanjutkan dengan sesi diskusi. Di antara peserta, hadir Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kabupaten Flores Timur, Damsianus Sepulo Tokan dan Ketua IGI pusat, Danang Hidayatullah.

Baca Juga : Spensa Boawae Kab. Nagekeo Gandeng IGI Daerah Flores Timur, Selenggarakan Workshop Media Pembelajaran Digital

Bersama sejumlah peserta antusias lainnya, keduanya turut berpartisipasi dalam diskusi yang di antaranya membahas mengenai pentingnya imajinasi dan kreativitas dalam pendidikan, kesejahteraan guru honorer, serta masukan untuk proses belajar-mengajar di masa pandemi.

Danang Hidayatullah pun menyampaikan tentang wacana perubahan kurikulum pendidikan di tahun 2022 yang sedang direncanakan oleh Kementrian Pendidikan. Sedangkan peserta lain mengangkat issue tentang potensi pengembangan muatan lokal dan pembelajaran tematik dalam menjembatani kurikulum nasional dan kearifan lokal serta konteks kedaerahan.

Diskusi ditutup dengan apresiasi moderator untuk seluruh pembicara dan peserta, serta harapan bahwa diskusi tersebut dapat mengawali rangkaian diskusi-diskusi produktif lainnya guna memajukan bersama dunia pendidikan di Flores Timur.

Sebarkan Artikel Ini:

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of