Ada Varian  Corona yang Lebih Berbahaya, “Covidiot” Namanya

DEPO Peduli
Sebarkan Artikel Ini:

Depoedu.com – Pandemi Covid-19 kembali memecahkan rekor lagi, beberapa hari ini. Rekor tertingginya 56.757 kasus positif baru pada Rabu (15/07/2021) lalu.  Ini sekaligus berarti bahwa sudah ada lebih dari 2.7 juta orang Indonesia yang positif terpapar Covid-19.

Ledakan kasus ini menambah runyamnya upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19. Rumah sakit penuh. Tenaga Kesehatan mendapat tekanan pekerjaan berlipat-lipat. Di saat yang sama, banyak rekan-rekan mereka harus menjalani pemulihan karena turut menjadi pasien positif Corona.

Namun di tengah berbagai keprihatinan ini, ada satu “varian” Corona yang lebih berbahaya. “Varian” ini, konon kebal terhadap jenis pengobatan apapun. 

Baca juga:  Corona dan Ujian bagi Pendidikan Kita

Varian ini sebenarnya muncul bersamaan dengan SARS-CoV-2, namun varian ini lebih berbahaya. Jika yang umum diketahui bahwa Covid-19 bersarang atau menyerang paru-paru, maka varian ini langsung menyerang pusat kehidupan manusia, yaitu otak. Hal ini menjadikan varian ini sangat berbahaya.

Dan sangat disayangkan bahwa hingga saat ini, vaksinasi berisi informasi kredibel, dari otoritas terkait belum cukup mampu menangkal penyebaran varian ini.

Seperti ditulis oleh suara.com (19/07/2020), berikut ini ciri-ciri varian baru yang lebih berbahaya ini:

Pertama, Tidak percaya. Mereka yang terpapar varian ini biasanya menyangkal keberadaan virus ini. Kalaupun ada  mereka meyakini bahwa jumlah korban yang besar hanyalah karangan media saja. 

Yang terserang varian ini, menimbulkan kerusakan abadi yang sulit terobati. Apapun upaya yang dilakukan, mereka percaya bahwa Covid-19 hanyalah produk rekayasa. Hasil dari konspirasi.

Baca juga: Pentingnya Vaksinasi bagi Anak Saat Pandemi

Kedua, Mereka merasa kebal dari Covid-19. Dapat dipahami bahwa terpapar varian ini menganggap dirinya kebal.  Karena mereka percaya bahwa Covid-19 adalah rekayasa maka mereka bakalan tidak akan positif terpapar Covid-19.

Karena merasa kebal, maka mereka tidak tertarik untuk menaati berbagai protokol kesehatan. 

Ketiga,  Tidak hanya mengabaikan berbagai protokol kesehatan, ciri lain terpapar varian ini adalah memberontak. Mereka melawan upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19 yang diupayakan otoritas terkait.  

Pemberontakan ini tidak mereka lakukan sendiri. Mereka berusaha mengajak orang lain untuk terlibat dalam pemberontakan mereka. Ramai mengiklankan gerakan mereka diberbagai platform media sosial. Ibarat MLM, Menduplikasi anggota baru sebanyak mungkin. 

Baca juga: PTM Dimulai Bulan Juli, Keselamatan Siswa Jadi Prioritas Utama

Keempat, Selain meyakini Covid-19 adalah rekayasa dan konspirasi, mereka juga percaya bahwa Covid-19 hanyalah alat politik. 

Akibatnya semua upaya yang dilakukan oleh pemerintah maupun perorangan ditanggapi sebagai bagian dari gerakan politik. Jika mereka berseberangan pilihan politiknya, maka muncul pertentangan dari mereka.

Kelima, ciri lain mereka yang terpapar varian ini adalah sifat egois hingga kehilangan sifat rasional. Mereka percaya Covid-19 berbahaya, yang kemudian memunculkan sifat egois yang tidak bisa dinalar.

Yang terpapar varian ini mudah dikenali dari ciri-ciri khas misalnya memborong masker, memborong tisu toilet, susu bear brand atau menumpuk berbagai bahan pangan dengan alasan mempersiapkan diri menghadapi Covid-19.

Dalam tingkatan tertentu, yang terpapar virus ini tidak harus memiliki sekaligus lima ciri tersebut. Varian ini tidak membutuhkan diagnosa pelengkap untuk mengkonfirmasi salah satu ciri.

Baca Juga: Bandara Soekarno Hatta Dibuka, Menuai Bencana?

Jika hanya memiliki satu ciripun, sudah pasti kita dapat membuat kesimpulan bahwa seseorang tersebut positif terinfeksi varian “covidiot”.

Perlu diketahui juga bahwa nama varian “Covidiot” ini bersal dari gabungan dua kata. Covid-19 dan Idiot.

Sama seperti varian lain Covid-19, covidiot juga rentan menginfeksi siapapun. Untuk itu periksalah secara rutin diri Anda. 

Datangi Fasilitas kesehatan yang ada dalam dirimu. Libatkan segala dirimu. Periksa lebih saksama hati dan pikiranmu. Kalo-kalo Anda dan saya terinfeksi Covidiot.

Tulisan ini sebelumnya tayang di eposdigi.com, kami tayangkan kembali dengan inzin dari penulis / Sumber foto: Hellosehat.com

Foto: 123rf.com

Sebarkan Artikel Ini:

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of