Guru Pengerak & Kinerja Perubahan; Sebuah Roadmap (Bagian ke-4 dari 5 Tulisan)

EDU Talk
Sebarkan Artikel Ini:

Roadmap dan x Langkah untuk Berubah:

Depoedu.com – Gap between reality and expectation. Hasil mapping bisa berisi ragam data tentang manajemen quality assurance pada satu satuan pendidikan. Kita fokus pada dua hal: (a) kinerja sistem sebagai level analisis, dan (b) kinerja guru mata pelajaran sebagai unit analisis.

Pada level analisis kita memperoleh informasi tentang tatakelola manajemen penjaminan mutu pelaksanaan pendidikan pada satu satuan pendidikan.

Pada unit analisis kita memperoleh informasi tentang guru sebagai komponen sistem dan sub-sistem, yang, jika tidak berfungsi dengan baik, maka komponen tersebut menjadi penghambat kinerja sistem quality assurance secara keseluruhan.

Baca Juga : Guru Penggerak Dan Kinerja Perubahan; Sebuah Roadmap (Bagian Ke-3 Dari 6 Tulisan)

Data dasar pada level analisis (manajemen) memberi kita informasi tentang, antara lain, apakah supervisi sudah berjalan, apa saja hasil supervisi terkait kinerja guru, dan apakah hasil supervisi ditindak-lanjuti menjadi langkah perbaikan, dll.

Data dasar pada unit analisis memberi kita informasi tentang dua hal dasar: portofolio mengajar dan kinerja mengajar. Portofolio mengajar mencakup kelaikan mengajar mata pelajaran tertentu sesuai latar belakang pendidikan dan keahlian (guru SMÅ minimal setara Akta IV), serta berbagai latihan profesi yang sudah diikuti.

Kinerja mengajar mencakup  kompetensi mengajar (teaching competence) dalam mempersiapkan, mengembangkan, dan mengevaluasi proses pembelajaran di kelas.

Baca Juga : Guru Penggerak Dan Kinerja Perubahan;  Sebuah Roadmap (Bagian Ke-2 Dari 6 Tulisan)

Masuk dalam kompentesi ini adalah penguasaan mata pejajaran yang diajarkan (content knowledge), kemampuan mengembangkan langkah-langkah mengajar (didaktik dan metodik) secara independen sesuai kondisi kelas dan konteks sosial (pedagodocal knowledge), dan kemampuan menggunakan dan/atau mengembangkan sendiri sarana teknologi pembelajaran (media pembelajaran) (technological knowledge).

Gambaran obyektif tentang realitas penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran saat ini mendorong orang – yang mau belajar dari kesalahan – untuk berubah. Bayangan perubahan itu dirumuskan dalam visi perubahan.

Visi perubahan bisa saja merupakan rumusan yang sangat normatif. Namun rumusan normaif tersebut harus bisa ditopang oleh sejumlah gagasan inti perubahan: kita mau berubah dalam bidang dan aspek apa saja agar masalah yang menjadi penghambat kinerja penjaminan mutu seperti terdeteksi pada baseline data dapat berubah walau secara bertahap dan perlahan.

Baca Juga: Guru Penggerak Dan Kinerja Perubahan; Sebuah Roadmap

Contoh:

  1. Data awal: sekolah kita masih memiliki x guru yang belum memiliki kelayakan mengajar (portoflio).

Perubahan yang diharapkan: pada tahun ke-5, misalnya, semua guru di sekolah ini sudah memiliki pendidikan formal setara sarjana strata-1 dengan kompetensi mengajar sesuai keahlian bidang studi.

  1. Data awal: rata-rata nilai ujian untuk pata pelajaran X (misalnya pada ujian nasional) konsisten berada di bawah rata-rata nilai mata pelajaran lain.

Perubahan yang diharapkan: kinerja guru mata pelajar A, B dan C harus basa setara dengan kinerja guru mata pelajaran lain dalam 3 tahun mendatang.

  1. Data awal: guru-guru secara tertib menyetor daftar nilai ujian semester setiap tahun untuk penuisan laporan pendidikan siswa, tetapi data-data tersebut belum dikelola dan dipergunakan secara maksimal untuk mengevaluasi kinerja guru mata pelajaran secara individu maupun secara team, mengetahui ketuntasan kurikulum, daya serap siswa.

Foto: bogor.pikiran-rakyat.com 

Sebarkan Artikel Ini:

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of