Badan Nasional Standar Pendidikan Mengeluarkan 8 Protokol terkait Covid-19, agar Ujian Nasional Berjalan Kondusif, Sesuai Jadwal

EDU Talk
Sebarkan Artikel Ini:

Depoedu.com – Sebagaimana kita ketahui, melalui surat edaran nomor 3 tahun 2020, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan telah mengeluarkan protokol untuk mencegah penyebaran Covid-19 di lingkungan sekolah.

Pertanggal 12 maret 2020, giliran Kepala Badan Standar Nasional Pendidikan mengeluarkan protokol terkait pelaksanaan Ujian Nasional, melalui surat edaran nomor 113.

Surat edaran tersebut ditujukan kepada Kepala Dinas Propinsi, Kepala Kantor Wilayah Kementrian Agama, dan Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Seluruh Indonesia.

Baca Juga:

 Kemendikbud Rilis 16 Protokol Cegah Virus Corona di Sekolah

UNESCO Melaporkan 22 Negara Terdampak Virus Corona Meliburkan Sekolahnya. Indonesia Bagaimana?

Mereka diminta untuk meneruskan surat edaran tersebut kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, dan Kantor Kementrian Agama dan satuan terkait lainnya.

Protokol tersebut dikeluarkan agar Ujian Nasional dapat dilaksanakan sesuai jadwal, dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Oleh karena itu, para peserta dan para penyelenggara Ujian Nasional, pada semua level, diminta memperhatikan protokol sebagai berikut.

  1. Selama pelaksanaan Ujian Nasional, para peserta dan para penyelenggara menghindari kontak fisik satu sama lain (bersalaman, cium tangan, dan sebagainya),sebelum, selama, dan setelah ujian.
  2. Mencuci tangan menggunakan air mengalir, sabun, atau hand sanitizer/desinfektan/ antiseptic, sebelum dan sesudah ujian.
  3. Tidak memaksakan hadir di sekolah, bagi yang memiliki keluhan sakit dengan gejala demam/batuk/pilek/sakit tenggorokan/sesak nafas. Khusus peserta ujian, agar tidak memaksakan mengikuti ujian, dan dapat mengikuti ujian pada waktu yang lain, yang akan ditetapkan oleh pusat assessmen dan pembelajaran.
  4. Sekolah penyelenggara wajib memastikan ketersediaan alat pembersih sekali pakai di depan ruang ujian.
  5. Membersihkan ruang ujian sebelum dan sesudah digunakan, untuk setiap sessi Ujian Nasional. Pembersihan tersebut dengan menggunakan desinfektan untuk seluruh piranti yang digunakan oleh peserta Ujian Nasional seperti hendel pintu, saklar lampu, komputer, papan tik (keyboard), mouse, kursi, meja, dan alat tulis.
  6. Memastikan pengisian daftar hadir Ujian Nasional terhindar dari potensi paparan Covid-19 antar peserta Ujia Nasional. Antara lain menghindari penggunaan alat tulis yang dipakai bersama.
  7. Para peserta tidak saling meminjamkan alat tulis, atau peralatan lainnya selama ujian berlangsung.
  8. Jika ditemukan warga sekolah yang mengalami gejala infeksi Covid-19, agar Kepala Sekolah segera meminta yang bersangkutan untuk memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat. Jika terdapat kasus dalam jumlah besar, Kepala Sekolah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan setempat, untuk mengambil tindakan yang tepat.

Mudah-mudahan implementasi protokol ini dapat disiapkan dan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, sehingga Ujian Nasional dapat berjalan dengan kondusif. Para peserta dengan demikian, dapat mengikuti Ujian Nasional, dan mencapai hasil yang maksimal. (Foto: ayobandung.com)

0 0 votes
Article Rating
Sebarkan Artikel Ini:
Subscribe
Notify of
guest
4 Comments
oldest
newest most voted
Inline Feedbacks
View all comments
Martinus Ronald Christian
Martinus Ronald Christian
4 years ago

Presiden RI seringkali berkata, “Tidak perlu khawatir, TAPI tetap waspada”. Kalimat tersebut merupakan himbauan dengan 2 unsur yang kontradiktif, sedangkan Covid-19 tidak bisa dianggap remeh. “Tidak perlu khawatir” merupakan kalimat yang, secara psikologis, menenangkan kekhawatiran yang, bisa jadi, berlebih. Sedangkan “tetap waspada” merupakan kalimat, yang secara psikologis, pengingat agar selalu berhati-hati. Faktanya, kita seringkali lalai untuk waspada yang akhirnya membuat kita khawatir yang berlebihan. Ditambah lagi, alat penunjang kesehatan seperti masker dan disinfektan yang kian mahal. Sekalinya ada, harganyapun sudah terlampau tinggi. Maka, semua kembali berbalik kepada diri kita sendiri. Langkah – langkah pencegahan ada di dalam diri kita sendiri.… Read more »

Sipri Peren
4 years ago

Betul Bung. Jika belum ada kesadaran untuk menjaga diri di lefel individu, langkah yg dilakukan oleh pemerintah sering tidak bermanfaat. Caranya individu harus punya pengetahuan yg benar, menyeluruh sehingga lebih aware menjaga diri sendiri. Jika semua lakukan corona virus ga akan menyebar dengan cepat.

Martinus Ronald Christian
Martinus Ronald Christian
4 years ago

Koreksi:
… masker dan desinfektan yang kian langka. Sekalinya ada, harganya sudah terlampau tinggi. …

trackback

[…] Baca Juga: Badan Nasional Standar Pendidikan Mengeluarkan 8 Protokol terkait Covid-19, agar Ujian Nasional Berj… […]