Meraih Mimpi Sedini Mungkin

Info Sekolah
Sebarkan Artikel Ini:

Depedu.com – Anak anak generasi milenial sangat dimanjakan oleh perkembangan teknologi yang sangat pesat. Sehingga untuk menjadi seseorang yang berhasil secara finansial sangat mungkin walaupun umur masih sangat muda. Hanya problemnya mereka tidak tahu mulainya dari mana.

Dalam rangka mendorong  para muridnya mengantisipasi tuntutan di masa depan. Pada tanggal 14 Januari 2020, SMP Candle Tree mengadakan seminar motivasi dengan mengundang salah satu motivator kondang di kalangan anak muda – Michael Yo. Seminar ini diarahkan untuk siswa-siswi kelas 9 (sembilan) yang tahun depan akan memasuki SMA di mana mereka harus sudah menentukan jurusan yang mereka ambil kelak di SMA.

Michael Yo menekankan bahwa setiap siswa-siswi harus sudah menemukan apa yang menjadi minat dan bakatnya (passion) sedini mungkin dan mulai mendalami dan melatih bakat itu, sehingga di umur muda sudah bisa meraih keberhasilan. Anak muda zaman now bisa menjadi apa saja namun motivasi awal seseorang dalam menjalankan bisnis adalah menolong orang lain bukan mencari uang. Uang akan datang sendiri kalau kita menjalankan  tugas kita dengan sebaik-baiknya.

Beliau menyampaikan bahwa hal yang wajar kalau anak muda main game namun sebelum bermain game tanyakan kepada diri sendiri apakah kegiatan ini merugikan orang tua atau tidak, apakah kegiatan ini berdampak pada belajar kita. Kalau menimbulkan masalah,  segera hentikan !

Kunci dari perubahan pertama adalah keadaan namun untuk hal yang satu ini tidak direkomendasikan karena seseorang berubah karena ada faktor dari luar yang mendorong dirinya, yang ideal adalah seseorang harus berpikir dan merencanakan sesuatu dan lakukan sehingga ia bisa keluar dari keadaan yang ingin dia ubah tersebut.

Ia menambahkan pula ada beberapa model orang yang tidak bisa maju yakni : pertama orang yang cenderung menyalahkan orang lain, kedua orang yang selalu mencari pembenaran, ketiga orang yang menghakimi dan terakhir orang yang yang merasa dirinya selalu benar orang lain salah. Padahal setiap orang bertanggung jawab 100 % atas hidupnya, ia tidak bisa melempar tanggungjawab itu kepada orang lain dengan bermacam-macam model seperti disebutkan di atas.

Para murid sangat antusias mengikuti kegiatan ini terbukti dengan respon pertanyaan yang diajukan oleh anak-anak. Akhir sesi diadakan foto bersama dengan pembicara.

Sebarkan Artikel Ini:

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of