Bersihkan Kota Ruteng, GMPS Bergerak Nyata

Aksi Sosial
Sebarkan Artikel Ini:

Depoedu.com – Kata sampah bukanlah hal yang baru bagi kita, Jika kita mendengar kata ini pasti terlintas di benak kita sampah adalah semacam kotoran, setumpuk limbah, sekumpulan berbagai macam benda yang telah dibuang ataupun sejenisnya yang menimbulkan bau busuk yang menyengat hidung. Dengan kata lain sampah dapat diartikan sebagai material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses yang cenderung merusak lingkungan di sekitarnya. Sampah merupakan salah satu dari sekian banyak masalah sosial yang dihadapi masyarakat. Masyarakat kota ataupun daerah yang padat pendududuknya pasti menghasilkan sampah yang begitu banyak.

Ruteng adalah ibu kota dari Kabupaten Manggarai, salah satu kota lama kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur yang berada di dataran tinggi atau sekitar 1.200 meter di atas permukaan laut dan dikelilingi pegunungan yang membuat udaranya sejuk dan tentunya dingin. Kini Kabupaten Manggarai telah dimekarkan menjadi dua kabupaten dari Kabupaten induk Manggarai yaitu Manggarai Barat dengan ibukota Labuan Bajo dan Manggarai Timur dengan ibu kota Borong. Pada umumnya masyarakat menyebut wilayah Manggarai dengan sebutan Manggarai Raya yang mempersatukan unsur lokus dan etnik dari tiga wilayah ini.

Belakangan ini kota Ruteng mulai tidak tertata dengan baik karena ada banyak sampah. Kesadaran masyarakat Ruteng dalam menjaga kebersihan lingkungan terutama dalam hal membuang sampah memang masih sangat minim. Hal tersebut dilihat dari enggannya warga kota untuk membuang sampah pada tempatnya. Realita ini mendorong lima orang pemuda yaitu Otwin Wisang, Kiki Djami, Laurens Guntur, Heri Salus dan Agustinus Harso untuk membuat terobosan baru bagi kebersihan kota Ruteng.  Mereka mendirikan Gerakan Masyarakat Peduli Sampah (GMPS). Secara resmi gerakan ini berdiri pada tanggal 16 Januari 2019 menyikapi release Kementrian Lingkungan Hidup menobatkan Ruteng kota kecil terkotor. Visi gerakan ini  menjadikan Kota Ruteng Kota Yang Bersih, Nyaman dan Indah.

Komunitas Gerakan Masyarakat Peduli Sampah (GMPS) gencar memerangi sampah.  Kegiatan pembersihan sampah mulai dilakukan usai Ruteng dinobatkan kota terkotor versi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia (RI).  Adapun kegiatan yang telah dilakukan antara lain membersihkan pasar sebagai lokus awal,  membagi tong sampah warna warni gratis, membentuk GMPS tingkat sekolah,  membentuk GMPS di Pasar dan  melukis mural di pasar.

Gerakan ini telah menginspirasi warga kota akan pentingnya lingkungan yang baik jika ingin menciptakan komunitas yang sehat dan bahagia. Apabila warga kota mampu menjaga lingkungan dengan baik secara bertanggung jawab, maka  berbagai penyakit, yang umumnya dikarenakan adanya lingkungan kotor, dapat dihindari. Realita melukiskan kehidupan manusia tidak bisa dipisahkan dari lingkungannya. Baik lingkungan alam maupun lingkungan sosial. Kita bernapas memerlukan udara dari lingkungan sekitar.

Kita makan, minum, menjaga kesehatan, semuanya memerlukan lingkungan. Akhirnya kebersihan kota Ruteng bergantung pada setiap warganya. Sebagai warga yang menjadi penguasa lingkungan hidup berperan besar dalam menentukan kelestarian lingkungan hidup. Warga kota harus mampu mengubah wajah kota yang kotor menjadi bersih.

Sebarkan Artikel Ini:

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of