Live in SMP Marsudirini Bekasi

Info Sekolah
Sebarkan Artikel Ini:

Depoedu.com – Live in adalah wisata edukasi untuk para peserta didik. Kegiatan ini bertujuan agar peserta didik mengalami  sendiri, belajar kemandirian, maupun melatih kemandirian ekonomi. SMP Marsudirini Bekasi melaksanakan kegiatan ini dari Senin(11 Februari 2019) sampai dengan Jumat (16 Februari 2019) di Desa Penting Sari, Sleman, Yogyakarta. Kegiatan ini diikuti oleh 262 peserta didik kelas VIII, 16 orang guru pendamping dan  Kepala Sekolah. Perjalanan menggunakan kereta api dari Stasiun Pasar Senen dan disambung dengan bus sampai ke lokasi.

Banyak harapan bisa terwujud dengan mengikuti dan melaksanakan kegiatan ini. antara lain :

  1. Peserta didik mampu mempelajari, memahami, mengenal, merasakan dan merefleksikan kegiatan, pola kehidupan dan nilai-nilai budaya setempat dengan bimbingan keluarga di mana peserta didik bertempat tinggal.
  2. Menumbuhkan sikap hidup sederhana, bekerja keras, bergotong royong, bersaudara, tolong menolong, peduli terhadap lingkungan, sikap hidup mandiri, saling menghormati dan jujur.
  3. Menanamkan semangat kepedulian untuk menumbuhkembangkan karakter peserta didik dengan hidup beradaptasi dengan masyarakat pedesaan.
  4. Merasakan hidup berkeluarga dan memaknai tata hidup masyarakat pedesaan sebagai model hidupnya.
  5. Menghargai orang tua yang sudah memberikan fasilitas hidup dan dalam proses pendidikan yang mereka alami.

Kami sampai di lokasi Selasa (12 Februari 2019) sekitar pukul 08.00,  disambut di lapangan utama dengan tarian Punokawan atau tarian penyambutan, dilanjutkan dengan pembagian tempat tinggal dan  mulai dengan kegiatan  berinteraksi dengan masyaratakat sekitar. Kegiatan bersama dimulai pukul 14.00 dengan kegiatan pertanian, berupa tanam padi dan menangkap ikan. Kebahagiaan terpancar dalam wajah mereka. Tanpa rasa takut ataupun mendengar larangan dari orang tua mereka bisa turun ke sawah. Ikan yang berhasil mereka tangkap kemudian mereka masak  sebagai tambahan lauk makan malam.

Rabu (13 Februari 2019), kegiatan utama terbagi menjadi dua sesuai dengan jenis kelamin. Peserta didik perempuan diberi bahan dasar pisang, singkong atau ubi jalar untuk membuat kreasi olahan makanan. Tampak kebahagiaan di raut mereka, meski ada juga yang kebingungan. Hasil kerja mereka dipresentasikan malam hari di pendopo desa. Sementara peserta didik laki-laki, dididik untuk  peduli lingkungan dengan membersihkankan lingkungan dan mengecat fasilitas umum di desa.

Kamis (14 Februari 2019) Kegiatan berfokus di area seni dan budaya. Peserta didik belajar tarian Jawa, membuat wayang suket, mengolah kopi, menabuh gamelan, dan membatik. Setiap peserta didik mengalami sendiri, meskipun waktu yang disediakan kurang memadai.

Jumat (15 Februari 2019) kegiatan live in berakhir.  Meskipun masih ingin berada di sana lebih lama lagi, mereka harus berpamitan kepada orang tua barunya. Banyak diantara mereka yang berderai air mata karena  harus berpisah. Banyak kenangan dan pengalaman hidup di desa yang harus ditinggalkan.  Dalam ungkapannya, banyak yang ingin kembali untuk menikmati kehangatan hidup bersama di alam pedesaan. Banyak nilai kehidupan yang sudah mereka dapatkan sebagai modal pengembangan diri yang rendah hati, bersaudara, dan peduli terhadap lingkungan.

Sebagai kegiatan akhir, mereka berwisata di lereng Merapi  dan Malioboro. Tiga lokasi tujuan dari Lava Tour adalah Museum sisa hartakau, batu alien dan bunker. Suasana baru dan membahagiakan terpancar di wajah mereka selama perjalanan  ke tujuan, dengan menaiki jeep dan situasi jalanan yang  cukup terjal. Rasa lelah terbayar setelah  tiba sampai di bunker Kaliadem  dengan menikmati karya dan anugerah Tuhan berupa pemandangan alam yang sangat bagus. (Oleh: Maria Kriswanti, Guru BK SMP Marsudirini Bekasi)

Sebarkan Artikel Ini:

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of