Belajar Dari Inti Buku “The Secret” Untuk Mengendalikan Pikiran dan Menata Kehidupan Kita

Family Talk
Sebarkan Artikel Ini:

Depoedu.com – Buku ‘The Secret’ adalah buku yang ditulis oleh Rhonda Byrne yang berisi tentang kekuatan pikiran untuk terwujud dalam kehidupan nyata. Hal itu bisa terjadi karena pikiran punya daya magnetis yang bisa mengaktifkan HUKUM TARIK MENARIK untuk menarik segala sesuatu yang ada di benak kita ke dalam kehidupan kita.

Hukum tarik menarik bekerja dengan cara menerima pikiran dominan yang secara terus menerus kita pelihara dalam benak kita, baik itu pikiran positif maupun pikiran negatif. Kemudian pikiran dominan itu akan dipantulkan kembali pada kita, sebagai pengalaman hidup kita. Jadi, pada dasarnya, hidup kita saat ini merupakan pantulan dari pikiran dominan kita di masa lalu, sedangkan pikiran dominan kita saat ini akan menentukan hidup kita di masa depan.

Jika kita amati, banyak orang di sekeliling kita menjalani kehidupan yang sarat dengan permasalahan. Hal itu disebabkan karena banyak orang, baik secara sadar maupun secara di alam bawah sadar mereka, memelihara pikiran dominan yang sifatnya negatif, dengan cara berfokus pada hal-hal yang justru TIDAK mereka inginkan. Hal itu diperparah dengan kecenderungan suka mengeluh, sehingga keluhan itu juga menjadi pikiran dominan mereka, yang pada akhirnya justru hal yang dikeluhkan itu akan dilipat gandakan oleh hukum tarik menarik.

Untuk bisa merasakan kekuatan pikiran, kita bisa melakukan eksperimen kecil dengan cara memikirkan teman lama yang sudah lama tidak kita jumpai. Tidak lama setelah kita memikirkan teman tersebut, entah bagaimana, seseorang akan mulai bicara tentang teman itu pada kita, dan kemudian teman itu akan menghubungi kita.

Hukum tarik menarik adalah hukum alam, sama halnya dengan hukum gravitasi ataupun hukum alam yang lain. Sebagai hukum alam, hukum tarik menarik berlaku bagi semua orang, terlepas apakah orang itu memahami dan menyadarinya atau tidak. Oleh sebab itu, kita perlu belajar mengendalikan pikiran kita, supaya pikiran dominan kita berisi pikiran yang positif.

Untuk mengendalikan pikiran, bisa dilakukan dengan cara antara lain :

  • Melakukan meditasi
  • Meneguhkan niat dengan berpedoman, “Saya adalah tuan dari pikiran saya.”
  • Meminta dalam doa, agar kita selalu diingatkan untuk mengendalikan pikiran kita melalui petunjuk-petunjuk yang bisa muncul dalam berbagai bentuk.

Misalnya saat kita tersandung, menjatuhkan barang, dsb, bisa jadi itu adalah sinyal bahwa pikiran kita mulai lepas kendali, dan kita harus mulai mawas diri.

  • Segera menyingkirkan pikiran negatif yang mampir ke benak kita, dan menggantikannya dengan pikiran positif.

Cara untuk memantau pikiran adalah dengan memperhatikan perasaan kita, karena perasaan kita adalah cerminan dari pikiran kita. Adalah hal yang mustahil di saat kita berpikiran positif tapi hati kita merasa murung, atau di saat kita berpikiran negatif tapi hati kita merasa gembira.

Sebagai manusia, ada kalanya perasaan hati kita naik dan turun. Di saat perasaan hati kita sedang naik, perahlah perasaan positif itu dengan cara memejamkan mata, berkonsentrasi pada perasaan positif itu, diiringi senyum dan ucapan syukur.

Sebaliknya, di saat perasaan hati kita sedang turun, kita harus mencari cara untuk menaikkannya, yang mana hal itu bisa dilakukan antara lain dengan cara membuat daftar sumber kegembiraan ataupun daftar sumber perasaan bersyukur, yang kemudian bisa kita gunakan untuk memindah frekuensi pikiran dan perasaan kita, dari negatif ke positif.

  • Daftar sumber kegembiraan kita, antara lain bisa berisi :
  • Musik favorit
  • Cerita-cerita lucu yang menghibur
  • Pikiran yang indah (kenangan manis, orang yang kita cintai, dsb)
  • Harapan indah di masa depan, dll.
  • Daftar sumber perasaan bersyukur kita harus berfokus pada karunia yang sudah kita peroleh dan miliki, dimulai dari hal-hal kecil yang biasanya kita abaikan (misal : tarikan napas, pakaian yang kita kenakan, dsb).

Setelah kita bisa mengendalikan pikiran kita, kita bisa menggunakannya untuk mewujudkan hal yang kita inginkan dalam hidup kita, dan mengungkapkannya dengan menggunakan bahasa positif, karena hukum tarik menarik tidak memperhitungkan kata-kata penolakan. Contoh : daripada mengatakan ‘Saya TIDAK ingin LUPA’, lebih baik katakan ‘Saya ingin INGAT’.

Untuk mewujudkan hal yang kita inginkan dalam hidup kita, ada tiga tahapan yang perlu kita lakukan, yaitu : meminta, mengimani, menerima.

  1. Meminta
  • Bedakan makna ‘meminta’ dan ‘menuntut’.
  • Agar permintaan tidak menjadi tuntutan, sangat penting untuk memenuhi hati kita dengan perasaan bersyukur saat kita mengutarakan permintaan kita. Hal itu bisa dilakukan dengan cara menulis sebagai berikut, “Saat ini saya merasa bahagia dan bersyukur bahwa saya bisa memiliki ..”.
  • Permintaan cukup diucapkan satu kali saja, tidak perlu berulang-ulang. Ibaratnya saat kita memesan barang dari katalog, kita hanya memesan satu kali saja, dan tidak memesan berkali-kali untuk barang yang sama.
  • Untuk memperkuat frekuensi pikiran kita terhadap permintaan kita, kita bisa melakukan dua hal berikut :
  • Lakukan visualisasi dengan cara memejamkan mata dan menciptakan gambar dinamis dari hal yang kita inginkan (misal : membayangkan rumah idaman kita dan membayangkan kita memasuki rumah itu dan mengatur perabotannya).
  • Lakukan permainan pura-pura dengan cara menuliskan nama kita dengan alamat baru dari rumah yang kita inginkan itu. Terus lakukan itu sampai kita merasa seakan-akan itu sudah menjadi alamat kita.
  1. Mengimani
  • Mengimani berarti berfokus pada hasil akhir permintaan kita, tanpa mengkhawatirkan caranya karena kita yakin bahwa cara itu akan muncul dengan sendirinya. Ibaratnya saat kita menyetir mobil di malam hari, walau lampunya hanya menerangi 10 – 30 meter ke depan, tapi toh kita bisa mencapai tujuan walaupun jaraknya ratusan kilometer, karena yang perlu kita lihat hanyalah kondisi jalan dalam jarak 10 – 30 meter ke depan itu, dan kondisi jalan selebihnya akan terlihat setahap demi setahap di depan kita. Dengan kata lain, untuk segala keinginan kita, yang harus kita lakukan adalah mengayun langkah pertama dalam iman, dan percayalah jalan akan terbuka dengan sendirinya.
  • Saat kita merasa ragu karena tidak melihat hal-hal yang sudah kita minta, itu tandanya iman kita sedang diuji. Jika itu terjadi, lakukan hal berikut:
  • Singkirkan keraguan itu dan perkuat keyakinan kita bahwa yang kita inginkan akan terwujud pada waktunya.
  • Berusaha untuk lebih memperhatikan sekeliling kita, karena seringkali jawaban bagi keraguan kita itu sudah disediakan melalui saluran-saluran khusus (misal : dalam bentuk judul artikel koran, tidak sengaja mendengar orang berbicara, lagu di radio, tulisan di mobil yang sedang melintas, ilham yang muncul tiba-tiba di benak kita, dll). Terkadang hal itu luput dari perhatian kita, karena kita dalam keadaan buru-buru atau kurang fokus.
  1. Menerima
  • Saat kita menerima sesuatu yang kita inginkan, tentunya kita akan merasa senang. Jadi, walaupun kita belum sungguh-sungguh menerima yang kita inginkan, tapi kita perlu menimbulkan perasaan senang dalam hati kita serta menghayati perasaan itu, supaya pikiran kita bisa berada pada frekuensi menerima.
  • Selanjutnya kita perlu menyelaraskan keinginan kita dengan pikiran, perkataan dan tindakan kita, untuk mendorong hukum tarik menarik agar menggerakkan semua orang, situasi dan peristiwa untuk mewujudkan keinginan kita itu. Contoh tindakan selaras adalah saat kita ingin pindah rumah, walaupun kita belum tahu kapan dan kemana pindah, tapi kita tetap harus mulai menyortir dan menyingkirkan barang-barang yang tidak akan kita bawa saat kita pindah rumah. Itulah tindakan yang selaras dengan keinginan kita. Sebaliknya, jika kita terus menerus membeli barang yang akan menjadi beban saat kita pindah rumah, itu merupakan tindakan tidak selaras, yang nantinya akan menghambat tercapainya keinginan kita.

Ketiga langkah untuk mewujudkan hal yang kita inginkan dalam kehidupan kita itu sebenarnya banyak juga dinyatakan dalam buku-buku suci berbagai agama. Sebagai contoh di sini adalah yang tertulis dalam Alkitab sebagai berikut :

  • Matius 21 : 22 (Dan apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya).
  • Markus 11 : 24 (Karena itu Aku berkata kepadamu : apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu).

Ketiga langkah untuk mewujudkan hal yang kita inginkan itu pada dasarnya dapat diterapkan dalam setiap bidang kehidupan kita, tapi di sini hanya akan dibahas penerapannya pada 4 hal berikut : kekayaan, relasi, kesehatan, dan peristiwa dunia.

  1. Kekayaan

Untuk mewujudkan keadaan keuangan yang kita inginkan, kita bisa melakukan hal sebagai berikut :

  • Meminta : visualisasikan jumlah uang yang kita inginkan (jumlahnya tergantung masing-masing orang, karena biasanya itu berkaitan dengan rasa percaya diri kita, yang tercermin di langkah selanjutnya, yaitu mengimani).
  • Mengimani : percayalah bahwa jumlah yang kita inginkan itu mampu kita raih, karena ada sumber-sumber uang selain dari pekerjaan kita, yang walaupun saat ini kita belum tahu jalan untuk menuju ke sana, tapi dengan komitmen dan iman yang teguh, pada akhirnya jalan itu akan ditunjukkan.
  • Menerima : terlepas dari bagaimanapun kondisi keuangan kita saat ini, tetap berfokuslah pada konsep kemakmuran. Kita bisa mencari cara yang sesuai bagi diri kita masing-masing, yang intinya adalah kita ingin melepaskan perasaan negatif terhadap beban keuangan kita saat ini. Sebagai contoh, daripada terus mengeluhkan tentang utang, lebih baik segera mengatur program pembayarannya, dan kemudian fokuskan pikiran kita pada konsep kemakmuran / pemasukan uang. Berikut adalah beberapa perwujudan konsep kemakmuran yang bisa kita terapkan :
  • Katakan pada diri sendiri, “Uang datang pada saya dengan mudah.”
  • Saat melihat benda yang kita inginkan, katakan pada diri sendiri “Saya mampu mendapatkannya.”
  • Mulailah beramal, tapi harus dibedakan antara ‘beramal’ yang akan terasa ringan di hati, dan ‘berkorban’ yang terasa berat di hati.
  1. Relasi

Untuk menarik pasangan hidup yang kita inginkan, kita bisa melakukan hal sebagai berikut :

  • Meminta : fokuslah pada hal positif tentang diri kita sehingga kita mengirimkan sinyal bahwa kita layak untuk dicintai, dan miliki gambaran yang jelas tentang jenis orang yang kita inginkan sebagai pasangan kita, dengan cara membuat rincian kualitasnya.
  • Mengimani : percayalah bahwa sinyal harapan yang kuat dari permintaan kita akan mendorong orang, situasi dan peristiwa untuk mempertemukan kita dengan orang yang kita inginkan.
  • Menerima : lakukan tindakan yang selaras dengan keinginan kita, dengan cara memberi ruang pada orang tersebut dalam hidup kita (misal : mengatur segala sesuatu dalam hidup kita, agar kita siap untuk menerima kehadiran orang itu dalam hidup kita).
  1. Kesehatan

Untuk mencapai kondisi kesehatan yang kita inginkan, kita bisa melakukan hal sebagai berikut :

  • Meminta : bayangkan kondisi kesehatan yang kita inginkan.
  • Mengimani : percaya bahwa obat dari dokter bukan satu-satunya sumber kesembuhan, dan vonis dari dokter tidak selalu benar, karena selain penanganan medis, ada juga kekuatan penyembuhan yang bersumber dari kondisi hati yang dipenuhi rasa syukur dan gembira, karena kegembiraan akan melepaskan semua negativitas dari tubuh kita.
  • Menerima : berhentilah mendiskusikan penyakit kita, dan berfokuslah pada kesehatan dengan cara menjalani hidup dengan semangat orang yang sehat dan tidak memanjakan penyakit.
  1. Peristiwa Dunia

Seringkali kita melihat berita TV yang menyiarkan banyak peristiwa buruk yang terjadi di dunia ini. Hal itu bisa terjadi, karena banyak orang suka melimpahkan perhatian pada peristiwa buruk, sehingga peristiwa buruk itu selalu digandakan oleh hukum tarik menarik. Oleh karena itu, kita tidak bisa menolong dunia dengan berfokus pada hal-hal negatif, karena justru fokus itulah yang akan membuat hal negatif itu selalu bertahan.

Untuk menolong dunia, ubahlah pola pikir kita sebagai berikut :

  • Daripada berdemonstrasi anti perang, ikutlah demonstrasi pro perdamaian
  • Daripada menentang dan memaki politikus tertentu, lebih baik mendukung dan mengapresiasi politisi lain yang merupakan oposisinya.
  • Daripada meributkan kelaparan, lebih baik berfokus pada usaha menciptakan panen yang berlimpah.

Demikianlah ringkasan dari inti buku ‘The Secret’ yang ditulis oleh Rhonda Byrne, yang secara singkat bisa kita tarik kesimpulannya sebagai berikut :

  • Pikiran memiliki daya magnetis yang bisa mengaktifkan HUKUM TARIK MENARIK untuk menarik segala sesuatu yang ada di benak kita ke dalam kehidupan kita.
  • Hukum tarik menarik adalah hukum alam, yang berlaku bagi semua orang, terlepas apakah orang itu memahami dan menyadarinya atau tidak.
  • Oleh sebab itu, kita perlu belajar mengendalikan pikiran kita, supaya pikiran dominan kita berisi pikiran yang positif.
  • Cara untuk memantau pikiran adalah melalui perasaan kita. Itulah sebabnya, sangat penting bagi kita untuk selalu membuat diri kita sendiri merasa positif atau gembira.
  • Untuk bisa mendatangkan kegembiraan dengan lebih mudah ke dalam hati, kita bisa mengacu pada daftar sumber kegembiraan dan daftar sumber rasa bersyukur yang kita buat sendiri, dan mengisi hidup dengan melakukan hal-hal sederhana yang mendatangkan kegembiraan bagi kita, apapun bentuknya (misal : mendengarkan musik favorit, mengelus hewan peliharaan, menikmati makanan yang kita inginkan, dan lain-lain).
  • Setelah hati kita dipenuhi rasa syukur dan bahagia, saatnya bagi kita untuk melakukan tiga langkah untuk mewujudkan keinginan dalam hidup kita, yaitu : meminta, mengimani dan menerima.

Inti dari buku ‘The Secret’ ini bisa kita jadikan acuan untuk menata hidup kita. Berdasarkan pengalaman, dari tiga langkah perwujudan keinginan melalui kekuatan pikiran, langkah kedua (mengimani) merupakan langkah yang tersulit, karena sebagai manusia, seringkali kita terlalu tenggelam dalam hiruk pikuk kehidupan, dan melupakan bahwa ada kuasa dahsyat di luar penalaran kita. Seringkali, dalam menjalani kehidupan, kita lebih mengandalkan penalaran kita sebagai manusia, dan melupakan kekuatan iman yang bersumber dari Yang Maha Kuasa.(Oleh : Stephanie Pangestu / Foto: Motherandbaby.co.id)

Sebarkan Artikel Ini:

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of