Laoshi Merina Kasmara – Akhirnya “Jatuh Cinta” jadi Guru……..

Tokoh
Sebarkan Artikel Ini:

Depoedu.com – Apakah Anda seorang yang menekuni suatu pekerjaan saat ini? Mungkinkah pekerjaan itu awalnya bukan menjadi cita-cita, bahkan menolaknya? Tetapi dalam perjalanan waktu setelah menjalani pekerjaan itu akhirnya merasa ‘jatuh cinta’ dengan pekerjaan atau dengan sangat tekun melakoni pekerjaan itu, penuh keikhlasan.

Awalnya ia menolak tapi akhirnya menyukai alias “jatuh cinta’ itulah Merina Kasmara ( 24 tahun), soal pekerjaan yang dijalaninya kini sebagai guru Bahasa mandarin di SDS Setia Bhakti, Jln. Kisamaun, Tangerang. Gadis cantik kelahiran Tangerang, 18 Juli 1994 ini mengakui awal mulanya tidak mau menjadi pengajar bahasa Mandarin di sekolah formal tetapi setelah ia menjalani pekerjaan itu semakin ia mencintai pekerjaan itu. Ia tekun melaksanakan tugas itu di dua sekolah serta satu unit bimbingan belajar.

Anak ketiga dari lima bersaudara ini menceritakan , sewaktu masih duduk di SMK Ariametta, Tangerang, ia ditawari mengajar bahasa Mandarin. Waktu itu Merina sangat menyukai atau menyenangi bahasa Mandarin. Ketika itu karena belum ada rasa percaya diri maka peluang itu diabaikannya. “Waktu itu saya hanya mengatakan kepada yang menawarkan, bahwa saya tidak bisa,’’ ceritanya lulusan Buddhi tahun 2016.

Setelah ia menamatkan SMK kemudian mulai kuliah di Universitas Buddhi Tangerang, Merina mengingat kembali tawaran itu, secepatnya ia lalu menghubungi kembali staf yayasan yang menawarkannya ketika itu. Ia mendapat jawaban boleh mengajar dam mulai semester 4 ia boleh mengajar di tempat bimbingan belajar staf yayasan itu.’’Saya mengajar karena ada sejumlah anak yang belajar Mandarin,’’ kisah pengajar Bahasa Mandarin SD. Setia Bhakti, Jalan Kisamaun 171 Tangerang ini.

Sesungguhnya keputusan menjadi guru Mandarin agar Merina bisa menjadi sosok mandiri tanpa harus bergantung kepada kedua orangtuanya. Terbukti ia mengajar dan bisa memnuhi kebutuhan kuliah, Merina penuhi sendiri. “Waktu saya mendapatkan honor dari sekolah dan bimbingan belajar saya menabung untuk membayar kuliah,’’ kisah gadis cantik berwajah oriental.
Meskipun pekerjaan guru bukanlah cita – cita awal, ia melakoninya dengan sungguh-sungguh. Ia mengajar bahasa Mandarin dengan harapan bukan hanya pandai menulis tetapi bisa melakukan komunikasi dengan Mandarin secara lancar.

Kesukaan terhadap Mandarin akhirnya menjadikan lulusan Manajemen Universitas Buddhi ini dilakukan sebagai pekerjaan rutinnya. Selain mengajar di SD Setia Bahkti uga sekolah Abdi Siswa di Tangerang Selatan dan satu tempat bimbingan belajar.

Menanggapi pertanyaan kiat sukses belajar Mandarin, Lause menjelaskan empat tips yang mesti dilakukan. Pertama, peserta disik perlu memahami dasar-dasar mandarin yakni menulis atau Pinyin bahasa mandarin. Kedua, mengerti dan emahami kosa kata Mandarin yang sederhana sampai yang dianggap rumit. Ketiga, memperlajari tentang hitungan atau angka-angka dalam Mandarin dan keempat, setiap hari melakukan komunikasi sederhana percakapan Bahasa Mandarin.

Empat langkah di atas menurut Lause Merina bisa membantu peserta didik menguasai Bahasa Mandarin. Bahkan dapat berkomunikasi dengan lancar. Yang paling penting dari empat langkah di atas, kata Merina, kepada anak harus ditumbuhkan kesukaan terhadap Mandarin. “Mungkin yang paling sulit dalam pembelajaran kelas, bagaimana membangun kesukaan anak menyennagi bahasa Mandarin. Semua berawal dari kesukaan jadi kalau awalnya tidak suka tidak gembira, maka mustahil keberhasilan bahasa Mandarin sulit dicapai,’’ ungkap Merina dengan penuh yakin. (Konrad R. Mangu)

Sebarkan Artikel Ini:

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of