Lima Ciri Guru yang Kreatif di Era Merdeka Belajar

EDU Talk
Sebarkan Artikel Ini:

Depoedu.com-Kurikulum Merdeka atau sering disebut juga dengan Kurikulum Merdeka Belajar adalah kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam, di mana konten yang disajikan kepada siswa akan lebih optimal dengan tujuan agar peserta didik dapat memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep serta menguatkan kompetensi.

Dalam Kurikulum Merdeka, guru memiliki keleluasaan untuk memilih berbagai perangkat ajar, sehingga pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan belajar dan minat peserta didik. Kurikulum Merdeka menggunakan basis projek untuk menguatkan pencapaian profil pelajar Pancasila.

Projek ini dikembangkan berdasarkan tema tertentu yang ditetapkan oleh pemerintah. Projek tidak diarahkan untuk mencapai target capaian pembelajaran tertentu, sehingga tidak terikat pada konten mata pelajaran.

Era Kurikulum Merdeka membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan. Kurikulum yang berfokus pada pengembangan kompetensi dan keterampilan siswa memberikan kesempatan bagi pendidik untuk menjadi kreatif dan inovatif dalam melaksanakan tugas mereka.

Baca juga : Guru Agama Ini Bikin Takjub, Punya 16 Anak Kandung, Semuanya Hafiz Al-Qur’an

Lantas apa saja strategi yang diperlukan agar menjadi pendidik yang kreatif dan inovatif di era ini.

  1. Mampu menciptakan ide baru

Kreatif identik dengan sebuah penemuan ide baru, jadi guru kreatif adalah guru yang bisa menemukan sebuah ide baru yang bermanfaat. Ide bisa muncul dengan sendirinya ataupun melalui perencanaan.

Namun para guru perlu mengetahui untuk bisa menciptakan ide, para guru harus banyak belajar. Kalau hanya statis yang penting ngajar, saya rasa akan sulit buat guru untuk bisa menciptakan ide-ide yang segar.

  1. Tampil beda

Guru yang kreatif akan kelihatan tampil beda, dibandingkan dengan guru-guru yang lain. Mereka cenderung punya ciri khas tersendiri karena memang mereka penuh dengan sesuatu yang baru, yang terkadang tidak pernah dipikirkan oleh guru-guru yang lain. Biasanya juga mereka lebih disukai para siswa.

  1. Memahami Konsep Kurikulum Merdeka

Sebelum menjadi pendidik kreatif dan inovatif, penting untuk memahami konsep Kurikulum Merdeka secara mendalam. Kurikulum Merdeka memberikan kebebasan kepada guru untuk merancang dan mengembangkan strategi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan minat siswa.

Baca juga : Faktor Inilah Yang Menetukan Sukses Anak Di Masa Depan, Meskipun Diabaikan Orang Tua Dan Guru

Memahami tujuan, nilai-nilai, dan prinsip-prinsip Kurikulum Merdeka akan memberikan dasar yang kuat untuk menjadi pendidik yang kreatif dan inovatif.

  1. Mengenal Kecenderungan dan Minat Siswa

Pendidik kreatif dan inovatif memahami bahwa setiap siswa memiliki kecenderungan dan minat yang berbeda. Dengan mengenal siswa secara individu, pendidik dapat mengembangkan strategi pembelajaran yang menarik dan relevan dengan minat mereka. Melalui pendekatan ini, siswa akan lebih termotivasi dan terlibat dalam proses belajar.

  1. Menerapkan Pembelajaran Aktif dan Kolaboratif

Metode pembelajaran pasif yang hanya mengandalkan ceramah dan penugasan individu tidak lagi relevan di era Kurikulum Merdeka. Pendidik kreatif dan inovatif menggunakan pendekatan pembelajaran aktif dan kolaboratif untuk melibatkan siswa secara lebih aktif dalam pembelajaran.

Melalui diskusi, projek kelompok, simulasi, dan permainan peran, pendidik mendorong siswa untuk berpikir kritis, berkolaborasi, dan mengembangkan keterampilan sosial mereka.

Foto: Surya.co.id

4 3 votes
Article Rating
Sebarkan Artikel Ini:
Subscribe
Notify of
guest
1 Comment
oldest
newest most voted
Inline Feedbacks
View all comments
trackback

[…] Baca juga : Lima Ciri Guru Yang Kreatif Di Era Merdeka Belajar […]