Program MRT Gereja Katolik Santa Monika dan Peningkatan Kualitas Manusia

EDU Talk
Sebarkan Artikel Ini:

Depoedu.com-Acara MRT sangat bermanfaat bagi kami dalam mempersiapkan perkawinan kami. Ada banyak hal yang kami peroleh dari sessi-sessi MRT kali ini.

Hal ini disampaikan oleh Caecilia Ekaputri, yang bersama pasangannya, Yohanes Endra Kristianto, mengikuti acara MRT ini di Kampus Universitas Atma Jaya Cisauk.

MRT, singkatan dari Membangun Rumah Tangga, sebuah program persiapan perkawinan yang secara rutin diselenggarakan oleh Gereja Katolik di Keuskupan Agung Jakarta.

Baca juga : Mengenal Tahapan Perkembangan Karakter Anak Berdasarkan Usia

MRT kali ini diselenggarakan secara offline selama dua hari, dari tanggal 8 hingga 9 Oktober 2022, setelah selama masa pandemi diselenggarakan secara online. Pada MRT kali ini, diikuti oleh 20 pasangan muda, yang hendak mempersiapkan pernikahan di Gereja Katolik.

“Banyak yang kami peroleh dari sessi-sessi MRT ini. Sebagai pasangan kami jadi saling mengenal lebih dalam. Kami juga belajar mengenai keluarga dan perkawinan yang sakramental,” jelas Caecil.

“Selain itu, kami juga belajar bagaimana menghadirkan Kristus di rumah, belajar mendampingi anak menemukan panggilan dan bagaimana mengenalkan panggilan khusus pada anak. Topik lainnya adalah mengatur kelahiran anak berdasarkan ajaran Gereja Katolik, dan cara mengelola keuangan rumah tangga,” lanjut Caecil.

Hingga selesai, program dalam dua hari tersebut, para peserta mempelajari 12 modul. Meskipun acaranya cukup padat, namun dengan pengaturan yang baik dari para pengelola program, sehingga secara keseluruhan, acara berlangsung lancar.

Program ini adalah upaya Gereja Katolik menyiapkan calon keluarga muda Katolik untuk menghadapi tantangan hidup perkawinan yang semakin tidak mudah, di tengah perkembangan zaman.

Selain itu, Gereja Katolik juga melihat bahwa keluarga adalah lembaga yang strategis dan menentukan kelangsungan hidup gereja sebagai lembaga, bahkan termasuk menjadi sumbangan yang sangat penting bagi negara.

Oleh karena itu, pembentukan keluarga hendaknya dipersiapkan dengan baik. Cara berpikir ini, dan cara Gereja Katolik mengelola program MRT, menginspirasi Lukman Hakim Syaifudin, ketika beliau menjabat Menteri Agama Republik Indonesia.

Menurut Lukman Hakim Syaifudin, pendidikan pranikah seperti yang diselenggarakan oleh Gereja Katolik, sangat penting sebagai respon yang tepat, di antaranya untuk menghentikan laju perceraian di Indonesia yang terus meningkat.

Baca juga : Orang Tua Dan Guru, Hati-Hati Terhadap Gejala Kejahatan Grooming

Oleh karena itu, seperti dilansir pada harian Kompas, di akhir masa jabatannya, Lukman Hakim merekrut ribuan pengajar dari kalangan Muhammadyah dan NU, yang akan diberi tugas untuk menyampaikan materi pendidikan pranikah bagi calon pengantin muslim.

Namun sayangnya langkah ini terhenti karena pada periode berikutnya, Presiden Joko Widodo tidak mengangkat kembali Lukman Hakim Syaifudin menjadi menteri agama dan program ini tidak dilanjutkan oleh menteri agama pengganti.

Kita berharap di masa yang akan datang, tidak hanya Gereja Katolik, melainkan juga ormas besar lain, seperti Nahdatul Ulama dan Muhammadyah juga menyelenggarakan program persiapan perkawinan, karena peningkatan kualitas manusia Indonesia dimulai dari keluarga yang pembentukannya dipersiapkan dengan baik.

5 2 votes
Article Rating
Sebarkan Artikel Ini:
Subscribe
Notify of
guest
2 Comments
oldest
newest most voted
Inline Feedbacks
View all comments
trackback

[…] Baca juga : Program MRT Gereja Katolik Santa Monika Dan Peningkatan Kualitas Manusia […]

trackback

[…] Baca juga : Program MRT Gereja Katolik Santa Monika Dan Peningkatan Kualitas Manusia […]