Depoedu.com-Peran orangtua dan guru dalam pendidikan anak sebenarnya akan berkembang seiring bertambahnya usia anak. Sikap orangtua terhadap pendidikan dapat menginspirasi dan memberdayakan anak-anak saat mereka menempuh pendidikannya.
Jadi, penting bagi orangtua untuk terlibat secara aktif dalam pendidikan anak-anaknya. Namun, bukan berarti memonopoli dan mengatur semua hal tanpa mempertimbangkan pendapat anak.
Peran orangtua dan guru dalam pendidikan anak maksudnya adalah bagaimana orangtua serta guru mendukung dan memastikan anaknya menerima dan menjalani pendidikan yang berkualitas.
Orangtua dan guru perlu membuat anak menyadari bahwa belajar adalah hal yang penting, menyenangkan, dan harus dilakukan. Esensi inilah yang membuat sekolah mengadakan rapat awal tahun bersama orang tua siswa.
Hari Sabtu (23/7) telah berlangsung Rapat Koordinasi antara SDK Sang Timur Karang Tengah dengan Orang Tua/Wali Siswa kelas 1 dan IV daring melalui Zoom Meeting. Pertemuan virtual ini dilakukan karena masih belum kondusif masa Covid-19.
Dalam kata sambutannya Sr. Clarissa PIJ mengucapkan trimakasih yang setinggi tingginya kepada orang tua murid karena telah memberikan kepercayaan kepada SDK Sang Timur untuk mendidik putra putrinya.
Baca juga : Inspirasi Hidup Sehat Dan Umur Panjang Dari Ratu Elizabeth II
Kepercayaan ini akan dijalankan dengan baik dengan senantiasa meningkatkan pelayanan kepada siswa sehingga lahir pelajar yang berprestasi, berkarakter dan mencerminkan profil pelajar Pancasila.
Beliau mengungkapkan pertemuan ini adalah awal yang baik untuk menjalin komunikasi antara sekolah dan orang tua siswa dalam mendidik putra putrinya.
Dalam sambutannya beliau memaparkan program sekolah serta prestasi yang telah diperoleh SDK Sang Timur serta mengenalkan para guru yang mengampu kelas hari ini. Lebih dalam Sr. Clarisa memaparkan terkait asesmen nasional. SDK Sang Timur telah melaksanakan asesmen nasional.
Asesmen Nasional dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan di SDK Sang Timur. Perubahan mendasar pada asesmen nasional adalah tidak lagi mengevaluasi capaian murid secara individu, tetapi mengevaluasi dan memetakan sistem pendidikan berupa input, proses, dan hasil.
Selain itu, Asesmen Nasional dirancang tidak hanya sebagai pengganti Ujian Nasional dan ujian sekolah berstandar nasional, namun sebagai penanda perubahan paradigma tentang evaluasi pendidikan.
Pada Pemaparan kedua Wakasek kurikulum, Antonius Imam Rohadi, S.Pd memaparkan kurikulum yang digunakan oleh kelas 1 dan 4. Beliau menyampaikan kurikulum yang digunakan yakni Kurikulum Merdeka.

Kurikulum Merdeka adalah kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam di mana konten akan lebih optimal agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi.
Guru memiliki keleluasaan untuk memilih berbagai perangkat ajar sehingga pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan belajar dan minat peserta didik.
Projek untuk menguatkan pencapaian profil pelajar Pancasila dikembangkan berdasarkan tema tertentu yang ditetapkan oleh pemerintah.
Projek tersebut tidak diarahkan untuk mencapai target capaian pembelajaran tertentu, sehingga tidak terikat pada konten mata pelajaran.
Pemaparan ketiga oleh ibu Rosa Suparyati, S. Pd terkait kalender Pendidikan SDK Sang Timur. Kalender Pendidikan menjadi acuan untuk merencanakan seluruh kegiatan pembelajaran pada tahun pelajaran tertentu.
Meskipun kebijakan pengelolaan pendidikan antara dinas pendidikan satu dengan lainnya terkadang memiliki perbedaan waktu, akan tetapi tetap menyesuaikan rambu-rambu dalam Kalender Pendidikan.
Baca juga : Setelah Merayakan Hari Anak Nasional, Apa Yang Harus Kita Kerjakan?
Tujuan dibuatnya kalender pendidikan itu sendiri adalah untuk mempermudah para pihak pendidikan dan siswanya dalam mengatur rencana untuk pembelajaran selama setahun dan menyusun rencana yang paling efektif untuk pembelajaran.
Pemaparan berikutnya adalah Ibu Fransisca Marwati, S. Pd yang mewakili sekolah terkait aturan sekolah. Aturan sekolah adalah seperangkat ketentuan maupun peraturan yang telah disepakati oleh lembaga/ organisasi Pendidikan.
Aturan tersebut bertujuan untuk menciptakan suasana lingkungan pendidikan yang aman, nyaman dan kondusif tata tertib tersebut dibuat untuk mengatur setiap perilaku dan juga tindakan dari siswa, guru, karyawan serta lembaga di dalamnya supaya tidak menyimpang dari nilai dan norma yang berlaku di dalam masyarakat.
Tata tertib pada setiap lembaga pendidikan tentu saja tidak sama karena dibuat berdasarkan keadaan, situasi dan kepentingan masing-masing. Namun kesamaannya yakni dengan sifat memaksa sehingga wajib.
Oleh karena itu, harus dilaksanakan dan dipatuhi oleh siapapun di dalam lembaga tersebut tanpa terkecuali. Artinya tata tertib adalah sebuah sistem peraturan yang sifatnya tidak bisa ditawar-tawar.
Beliau pada kesempatan ini mengajak orang tua siswa baru untuk terus mendukung program SDK Sang Timur serta mendukung VISI MISI SDK Sang Timur.

Dalam kesempatan yang baik tersebut beliau mewakil para guru, menitipkan pesan kepada orang tua agar terus membangun koordinasi dengan sekolah untuk kemajuan anak-anak.
Diharapkan melalui pertemuan ini, guru dan orang tua dapat bersinergi dan mengembangkan komunikasi bersifat kekeluargaan dalam mendidik anak-anak. Apa yang dilakukan siswa disekolah perlu diketahui orang tua.
Dan begitu juga sebaiknya, lingkungan keluarga siswa perlu diketahui guru untuk mengidentifikasi berbagai persoalan yang bisa muncul dalam perjalanan pendidikan nantinya.
Semoga guru dan orang tua dapat berjalan bersama dan bekerjasama dalam mendidik anak-anak generasi penerus bangsa.
