Depoedu.com-Sebanyak 22 siswa-siswi dari Junshin Gakuin dan Kenmei Joshigakuin, dua sekolah asal Jepang, mengikuti program homestay di Sekolah Tarakanita Tangerang, pada 17–25 Agustus 2026.
Program pertukaran budaya selama sembilan hari itu bertujuan mempererat hubungan Indonesia-Jepang serta menanamkan nilai persahabatan, keterbukaan, dan penghargaan terhadap keberagaman budaya sejak usia sekolah.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan acara farewell dan pentas budaya kolaboratif bersama siswa Tarakanita.
Program ini menjadi ruang bagi siswa dari kedua negara untuk saling mengenal bahasa, tradisi, dan kehidupan sehari-hari satu sama lain.
Rayakan HUT Ke-81 RI dan Perlombaan Tradisional
Rangkaian homestay dibuka dengan mengikuti Upacara Peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026. Siswa Junshin Gakuin dan Kenmei Joshigakuin merasakan langsung suasana perayaan kemerdekaan bersama keluarga besar Tarakanita.
Semangat kemerdekaan berlanjut lewat sejumlah perlombaan khas HUT RI, tempat siswa Jepang berbaur dengan siswa Tarakanita. Mereka turut ambil bagian langsung dalam berbagai lomba tersebut, bukan sekadar menjadi penonton.
Eksplorasi Kekayaan Budaya Nusantara
Selama homestay berlangsung, siswa Jepang diperkenalkan dengan kuliner tradisional Indonesia, mulai dari cita rasa hingga cara penyajiannya. Mereka juga mengenal busana adat dari berbagai daerah yang mencerminkan keberagaman budaya Nusantara.
Pengenalan budaya turut mencakup ragam alat musik daerah yang menjadi bagian penting kekayaan seni Indonesia.
Baca juga : Bekali Anak Sejak Dini, SD Santo Yosef Tarakanita Surabaya Gelar Edukasi Menjaga dan Melindungi Tubuh
Jembatani Komunikasi Lewat Praktik Bahasa
Siswa Junshin Gakuin dan Kenmei Joshigakuin mempelajari ungkapan bahasa Indonesia sehari-hari yang langsung dipraktikkan dalam interaksi dengan siswa Tarakanita.
Di sisi lain, siswa Tarakanita memanfaatkan kesempatan tersebut untuk melatih kemampuan berbahasa Jepang dan bahasa Inggris secara langsung.
Host Family, Rumah Kedua bagi Siswa Jepang
Pengalaman homestay semakin berkesan karena siswa Jepang tinggal bersama keluarga asuh dari orang tua murid Tarakanita. Selama tinggal bersama, mereka diterima layaknya bagian dari keluarga, bukan sekadar tamu.
Keterbukaan dan keramahan keluarga asuh membuat siswa Jepang merasakan langsung ritme kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia.
Puncak Kegiatan: Pentas Budaya Kolaborasi Indonesia-Jepang
Rangkaian homestay ditutup dengan pentas budaya yang menampilkan kolaborasi siswa Junshin Gakuin, Kenmei Joshigakuin, dan Tarakanita. Salah satu penampilan yang ditampilkan adalah pertunjukan musik Arumba dan Kolintang yang dimainkan bersama oleh siswa kedua negara.
Puncak acara ditandai dengan pementasan Tari Kecak dari Bali yang menampilkan kekompakan gerak dan ritme para penampil.
Apresiasi dan Terima Kasih Lintas Negara
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan homestay ini dengan baik,” kata Suster Laurentina CB, Kepala Kantor Yayasan Tarakanita Tangerang.
Ucapan terima kasih khusus juga disampaikan kepada para keluarga asuh yang telah menerima siswa Jepang dengan penuh keterbukaan. “Keluarga asuh telah menjadi rumah kedua bagi anak-anak dari Jepang selama berada di Indonesia,” ujar Suster Brigita CB, Ketua Yayasan Tarakanita.
Dari pihak Jepang, apresiasi disampaikan oleh perwakilan Junshin Gakuin dan Kenmei Joshigakuin. “Kami berterima kasih kepada Tarakanita yang telah memberi keleluasaan bagi siswa Jepang untuk belajar banyak hal tentang Indonesia serta menyambut kami dengan keramahan,” kata Yasuda, perwakilan Junshin Gakuin.
Pernyataan senada juga disampaikan oleh Yuta, guru pendamping Junshin Gakuin, dan Hashimoto, guru pendamping Kenmei Joshigakuin, yang turut mengapresiasi keramahan yang diterima siswa Jepang selama program berlangsung.
Rajut Persahabatan Generasi Muda Lintas Budaya
Kepala Divisi Pendidikan Yayasan Tarakanita Tangerang, Christiana, menilai program homestay Junshin Gakuin dan Kenmei Joshigakuin di Tarakanita Tangerang, memberikan pengalaman lintas budaya bagi para siswa.
“Kegiatan homestay ini memperkaya wawasan budaya sekaligus menanamkan nilai persahabatan, keterbukaan, kerja sama, toleransi, dan penghargaan terhadap keberagaman,” kata Christiana.
Ia berharap persahabatan yang terjalin antara siswa Junshin Gakuin, Kenmei Joshigakuin, dan Tarakanita dapat terus berkembang serta turut mempererat hubungan antara Indonesia dan Jepang.
“Dari Indonesia dan Jepang, kita belajar bahwa persahabatan tidak mengenal batas bahasa dan budaya. Bersama, kita belajar, berbagi, dan bertumbuh menjadi pribadi yang cerdas berintegritas,” ujarnya.
