Depoedu.com-Di tengah gempuran musik modern, SMP Tarakanita 1 Jakarta terus berupaya menjaga warisan budaya bangsa melalui kegiatan ekstrakurikuler Kolintang. Ekskul ini menjadi wadah bagi murid-murid untuk belajar, berlatih, dan mencintai alat musik tradisional khas Minahasa, Sulawesi Utara.
Kolintang sendiri adalah alat musik tradisional yang terbuat dari kayu ringan dan dimainkan dengan cara dipukul menggunakan stik kayu. Bunyi yang dihasilkan khas, harmonis, dan mampu membawakan lagu-lagu daerah di nusantara.
Mewariskan Nilai, Bukan Hanya Nada
Ibu Julia Graphin Flower sebagai pelatih mengatakan tujuan utama ekskul ini bukan hanya untuk melatih keterampilan bermusik. “Kami ingin anak-anak tidak hanya bisa memainkan kolintang, tapi juga memahami nilai-nilai budayanya.
Kolintang mengajarkan kerja sama, disiplin, dan kebanggaan terhadap budaya Indonesia. Kalau bukan kita yang melestarikan, siapa lagi?” ujarnya. Setiap hari Selasa pukul 14.00 sampai 15.00, sekitar 21 murid dari kelas VII hingga IX berkumpul di ruang kolintang sekolah untuk latihan.
Mereka belajar teknik dasar memukul, membaca notasi angka, hingga bermain secara ansambel. Suasana latihan yang ceria membuat murid-murid tidak merasa terbebani.
Salah satu anggota ekskul, Muhamad Asraf dari kelas VII.1 mengaku senang sekali, penuh semangat, karena bisa belajar alat musik tradisional yang unik dan seru. “Bangga juga bisa berkolaborasi dengan teman-teman untuk menghasilkan nada lagu yang indah secara bersama-sama”.
Begitu Juga dengan Dorothea Hana dari kelas VIII.1, yang mengaku sangat senang dengan mengikuti ekskul kolintang karena suka bermain musik, sekaligus ikut melestarikan alat musik tradisional.
Baca juga : Pasang Surut Perhatian Dewan Perwakilan Rakyat terhadap Isu Kesejahteraan Guru; Antara Janji dan Realitas
Tampil dan Menginspirasi
SMP Tarakanita 1 beberapa kali menampilkan pertunjukan kolintang dalam berbagai acara sekolah seperti Pentas Seni, Gelar Budaya, Pelepasan Kelas IX, Tarsat CUP dan lain lain. Melalui musik, anak-anak belajar melestarikan budaya sekaligus mengembangkan bakat.
“Kami berharap ini bisa menjadi inspirasi bagi generasi muda lain agar budaya kita tidak punah,” ujar Bapak Willibrordus Agus Widodo selaku Wakil Kepala sekolah bidang Kesiswaan.
Harapan ke Depan
Ke depan, direncanakan pembuatan video pembelajaran kolintang dan mengunggahnya ke media sosial sekolah. Tujuannya agar lebih banyak anak muda yang tertarik belajar dan mengenal alat musik ini.
“Kolintang bukan milik satu daerah saja. Ini milik Indonesia. Mari kita jaga bersama agar nada-nada warisan leluhur ini terus terdengar oleh anak cucu kita,” tutup Ibu Flo.
