Depoedu.com-Menjaga tubuh merupakan hal yang penting yang perlu diajarkan. Perkembangan zaman yang semakin cepat membuat anak-anak belajar lebih cepat juga. Sekolah tidak hanya menjadi tempat anak-anak untuk belajar membaca, menulis, dan berhitung, tetapi sekolah juga merupakan tempat anak-anak untuk belajar menjaga diri dan mengenal tubuhnya sendiri.
SD Santo Yosef menggelar kegiatan pendidikan seksual untuk kelas 1-3 SD pada hari Kamis, 26 Agustus 2026 di ruang seni. Kegiatan ini bertujuan agar anak-anak pada usia 6 – 9 tahun memahami tubuhnya sendiri dan dapat menjaga tubuhnya dari hal-hal yang tidak diinginkan.
Kegiatan ini menghadirkan Ibu Euvanggelia Dwilda Ferdinandus, S.Keb.,Bd.,M.Kes, dosen Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga sebagai narasumber. Kegiatan berlangsung dengan suasana yang menyenangkan dan disesuaikan dengan usia anak.
Ibu Euva menyampaikan materi menggunakan bahasa sederhana dan mudah dimengerti oleh anak. Anak-anak diajak untuk mengenal tubuh melalui gambar dan berbagai kegiatan interaktif.
Menurut Bu Euva, pendidikan mengenai tubuh tidak perlu dianggap sebagai hal yang tabu. Tetapi justru anak perlu mendapatkan informasi yang benar sejak dini agar mereka dapat memahami dan menjaga dirinya dengan baik.
Dalam kegiatan tersebut anak-anak belajar bahwa tubuh mereka adalah milik mereka sendiri yang harus dijaga dengan baik. Anak-anak diperkenalkan pada bagian tubuh yang bersifat pribadi, terutama pada bagian tubuh yang tertutup oleh pakaian dalam.
Baca juga : Open House SMP Tarakanita Gading Serpong: Memperkenalkan Sekolah Sekaligus Memperkuat Nilai
Bu Euva menjelaskan bahwa bagian tubuh tersebut tidak boleh disentuh atau dilihat oleh orang lain tanpa alasan yang tepat.
Selain mengenal bagian tubuh pribadi, anak-anak juga diajak untuk memahami perbedaan antara sentuhan yang mana dan sentuhan yang membuat tidak nyaman.
Anak diberikan contoh bahwa sentuhan untuk membantu, seperti ketika orang tua membantu membersihkan tubuh atau ketika dokter melakukan pemeriksaan, dilakukan dengan alasan yang jelas.
Sebaliknya, jika ada sentuhan yang membuat anak merasa takut, bingung, malu, atau tidak nyaman, anak diajarkan untuk berani menolak. Mereka dapat mengatakan “tidak boleh”, “jangan sentuh saya” dengan tegas lalu segera menjauh dan mencari orang dewasa yang dapat dipercaya.
Bu Euva mengingatkan bahwa anak-anak tidak perlu merasa bersalah ketika menolak sentuhan yang tidak diinginkan. “Kalau ada sesuatu yang membuat adik-adik tidak nyaman, adik-adik harus berani memberitahu.
Jangan takut untuk mengatakan kepada orang tua, guru, atau orang dewasa yang dipercaya. Adik-adik tidak salah karena menjaga tubuh adik-adik,” ujar Bu Euva
Materi yang diberikan juga menekankan pentingnya keberanian anak untuk bercerita. Anak-anak diberi pemahaman bahwa menyimpan rahasia yang membuat mereka takut atau tidak nyaman bukanlah hal yang harus dilakukan. Mereka berhak meminta bantuan kepada orang dewasa yang dipercaya.
Kepala Sekolah Santo Yosef Tarakanita Surabaya, Bapak Antonius Gunarto, S.Pd. menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian penting dari pendidikan anak. Menurutnya, sekolah tidak hanya bertugas memberikan pengetahuan akademik, tetapi juga membantu anak memiliki kemampuan untuk menjaga diri.
“Anak-anak perlu dibekali pengetahuan sederhana tetapi penting untuk kehidupan mereka. Kami ingin mereka tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, mampu menjaga tubuhnya, berani mengatakan tidak ketika merasa tidak nyaman, dan berani bercerita kepada orang dewasa yang dipercaya,” ujar Kepala Sekolah.
Ia juga menambahkan bahwa pendidikan mengenai perlindungan diri perlu dilakukan bersama antara sekolah dan keluarga. Dengan adanya komunikasi yang baik, anak akan merasa lebih aman untuk bertanya dan bercerita ketika menghadapi sesuatu yang membuat mereka tidak nyaman.
“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti di sekolah saja. Orang tua juga dapat melanjutkan pembicaraan di rumah dengan bahasa yang sederhana dan sesuai usia anak. Dengan kerja sama antara sekolah dan keluarga, anak akan mendapatkan lingkungan yang lebih aman dan mendukung,” tambahnya.
Selama kegiatan ini, anak-anak terlihat antusias mengikuti penjelasan dan berbagai aktivitas yang diberikan. Melalui kegiatan sex education ini, anak-anak diharapkan tidak hanya mengenal tubuhnya, tetapi juga memahami bahwa setiap anak memiliki hak untuk merasa aman dan dihargai.
Pendidikan menjaga tubuh sejak dini menjadi langkah penting untuk membangun keberanian dan kesadaran anak. Dengan pengetahuan yang tepat, anak dapat belajar menjaga dirinya, mengenali situasi yang tidak aman, serta mengetahui kepada siapa mereka harus meminta bantuan ketika membutuhkan pertolongan.
