Depoedu.com-SMK Negeri 1 Titehena yang kini berusia tiga tahun, sukses menggelar Festival Seni Sekolah Titen di penghujung Tahun Pelajaran 2025/2026. Kegiatan yang berlangsung pada tanggal 15 Juni 2026 ini, menjadi ajang apresiasi kreativitas, inovasi, dan kebersamaan seluruh warga sekolah dengan masyarakat setempat.
Festival Seni Sekolah Titen tahun 2026 ini menghadirkan beragam kegiatan edukatif dan inspiratif, mulai dari parade hasil karya peserta didik hingga pentas seni dan budaya.
Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi peserta didik untuk menampilkan hasil pembelajaran dan pengembangan diri yang telah dijalani selama satu tahun pelajaran. Adapun sekolah-sekolah yang turut memeriahkan acara tersebut antara lain: TK Negeri 1 Titehena, SDK Leworita, dan SMP Negeri 2 Wulanggitang.
Acara yang dipentaskan berupa: puisi, monolog, tari kreasi, dan storytelling. Puncak dari semuanya yakni pementasan teater “Ina Lewo”, karya Bapak Silvester Petara Hurit.
Selain pementasan tersebut, diadakan pula Bazar Sehat Kewirausahaan yang menampilkan berbagai hasil produk peserta didik dari jurusan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH) serta Agribisnis Ternak Unggas (ATU) SMK Negeri 1 Titehena.
Ini merupakan salah satu bentuk dukungan terhadap program Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur one school one product (OSOP) yakni program pendidikan yang mendorong sekolah untuk menghasilkan satu produk unggulan.
Baca juga : Membaca Resep, Meracik Rasa: Keseruan Belajar Teks Prosedur lewat Cooking Class
Beragam inovasi pembelajaran yang dikembangkan peserta didik dan para guru turut dipamerkan dan dijual kepada warga masyarakat yang hadir.
Semangat kewirausahaan tampak dalam Bazar yang dikelola anak didik ATPH dan ATU bersama dewan guru. Melalui kegiatan tersebut, peserta didik memperoleh pengalaman langsung dalam mengelola produk, melayani pelanggan, serta memahami dasar-dasar manajemen usaha.
Kepala SMK Negeri 1 Titehena, Bapak Wilhelmus Darang Weking, S.Pd, mengatakan Festival Seni Sekolah Titen merupakan wujud komitmen sekolah dalam menyediakan ruang bagi peserta didik untuk berkembang secara optimal, tidak hanya dari sisi akademik tetapi juga karakter dan kreativitas.
“Festival Seni Sekolah Titen” bukan sekadar seremoni penutupan tahun pelajaran, melainkan wadah bagi tunas-tunas bangsa untuk menampilkan kreativitas, mengembangkan potensi, serta merayakan setiap pencapaian yang telah diraih,” jelas Pak Willy
“SMK Negeri 1 Titehena adalah sekolah titen, sekolah milik kita bersama, maka panggung ini pun menjadi milik dari peserta didik TK, SD, dan SMP yang ada di desa Watowara ini,” lanjutnya.
“Saya berharap tumbuh rasa percaya diri, semangat berkarya, dan kebersamaan yang kuat, sehingga peserta didik siap menjadi generasi yang berkarakter, berbudaya, berkualitas, dan berjiwa wirausaha,” ujarnya.
Festival ini merupakan yang perdana dilakukan sejak sekolah ini berdiri pada tahun 2023 silam. Kepala Sekolah kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang berorientasi pada pengembangan kompetensi diri dan keterampilan hidup yang relevan dengan tantangan masa depan.
Kegiatan tersebut merupakan manifestasi dari visi sekolah. Ini merupakan bagian dari proses mengembangkan potensi terbesar dalam diri peserta didik. Melalui seni, peserta didik belajar untuk santun dalam bergaul, unggul dalam prestasi, berpikir kritis, bekerja sama dalam tim, dan menghargai budaya warisan leluhur.
Sementara itu Camat Titehena, Bapak Yohanes Kia, S.Sos mengungkapkan rasa bangga dan memberikan apresiasi kepada segenap warga sekolah terutama para peserta didik. Menurutnya, kegiatan seperti ini mengandung nilai-nilai esensial yang ada di SMK.
“Kita telah mengetahui bersama bahwa tujuan utama pendidikan di SMK adalah mempersiapkan lulusan dengan segudang keterampilan vokasional untuk siap ditempatkan pada dunia kerja dan dunia industri,” kata Pak Yohanes.
“Dengan demikian, mereka juga perlu belajar mengekspresikan diri melalui pentas seni dan budaya untuk menunjang kehidupan masa depan. Bazar yang diadakan ini sesungguhnya menjadi bukti nyata usaha anak sekolah untuk mendorong laju perekonomi kita ke arah yang lebih baik,” tegasnya.
Pendidikan tidak hanya terbatas pada ilmu pengetahuan yang bisa diukur dengan angka. Pendidikan juga tidak sekadar mengikuti kegiatan pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga tentang bagaimana mengasah kepekaan, empati, dan keberanian untuk tampil di depan umum dan menginspirasi banyak orang.
Terima kasih kepada semua pihak yang dengan caranya masing-masing telah turut mensukseskan kegiatan ini. Semoga kegiatan seperti ini senantiasa menjadi ruang belajar yang sarat makna bagi para peserta didik dan bagi kita semua. Sampai jumpa di Festival Sekolah Titen ke-2 Tahun 2027.
