Murid Kelas 6 SD Santo Carolus Tarakanita Surabaya, Belajar Lebih Hidup Lewat Proyek STEM

Info Sekolah
Sebarkan Artikel Ini:

Depoedu.com-SD Santo Carolus Tarakanita Surabaya – Pembelajaran yang bermakna tidak lagi hanya terjadi melalui ceramah guru atau deretan teks di buku pelajaran, melainkan saat murid mengalami, mencoba, dan menemukan sendiri konsep yang dipelajari. 

Semangat inilah yang terpancar jelas dalam pembelajaran IPAS (Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial) murid Kelas 6 SD Santo Carolus Tarakanita Surabaya melalui proyek STEM bertajuk “Tangan Bergerak”.

Pada materi sistem gerak manusia, murid diajak memahami bagaimana tulang, otot, dan sendi bekerja sama secara harmonis untuk menghasilkan gerakan. 

Agar konsep abstrak tersebut lebih nyata, murid diajak beraksi langsung membuat model tangan manusia yang dapat bergerak menggunakan bahan-bahan sederhana seperti kertas karton, sedotan, dan benang. 

Baca juga : SMP Tarakanita 1 Gelar Character Building untuk Siswa Kelas 7

Memahami Sains Lewat Karya Nyata

Kegiatan diawali dengan pengamatan dan diskusi interaktif mengenai fungsi tulang sebagai alat gerak pasif serta otot sebagai alat gerak aktif. Setelah memahami konsep dasar, murid bekerja dalam kelompok untuk merancang dan membuat model tangan yang menyerupai mekanisme gerak asli manusia.

Dalam proses pembuatan:

  • Kertas Karton: Berfungsi sebagai struktur rangka atau tulang.
  • Sedotan: Berperan sebagai panduan atau jalur pergerakan.
  • Benang: Berperan layaknya otot yang menggerakkan jari-jari model.

Saat benang ditarik, jari-jari model akan menekuk secara otomatis – merepresentasikan momen ketika tangan manusia menggenggam benda. Melalui pengalaman ini, murid dapat melihat dan membuktikan secara nyata bagaimana mekanisme sistem gerak bekerja. 

Mengintegrasikan Pendekatan STEM dan Keterampilan Abad ke-21

Lebih dari sekadar mempraktikkan kerajinan tangan, proyek ini menerapkan pendekatan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) secara utuh:

  1. Science (Sains): Memahami struktur dan fungsi sistem gerak manusia.
  2. Engineering (Rekayasa): Merancang dan merakit model agar mekanismenya dapat bergerak dengan stabil.
  3. Technology (Teknologi): Memanfaatkan peralatan dasar dan bahan secara efisien dan tepat fungsi.
  4. Mathematics (Matematika): Mengukur, memperhitungkan proporsi, serta menyesuaikan panjang bahan agar model berfungsi optimal.

Selama kegiatan, antusiasme murid begitu terpancar. Mereka aktif berdiskusi, bertukar gagasan, menguji hasil rancangan, hingga melakukan perbaikan (troubleshooting) ketika model belum berfungsi sesuai harapan. 

Proses evaluasi ini secara tidak langsung melatih keterampilan 4C abad ke-21: Critical Thinking (berpikir kritis), Creativity (kreativitas), Communication (komunikasi), dan Collaboration (kolaborasi).

Baca juga : Peran Pesantren dalam Pembangunan Indonesia Sejak Merdeka, serta Peluang, dan Tantangan Perkembangan ke Depan

Menyiapkan Pembelajar Masa Depan

Proyek “Tangan Bergerak” membuktikan bahwa pembelajaran IPAS dapat dikemas secara menyenangkan sekaligus mendalam. Ketika murid terlibat aktif, ilmu yang didapat tidak sekadar dihafalkan untuk ujian, tetapi dihayati melalui pengalaman nyata.

Melalui inovasi seperti ini, SD Santo Carolus Tarakanita Surabaya terus berkomitmen menghadirkan pembelajaran yang inovatif, kreatif, dan bermakna. 

Harapannya, para murid tidak hanya menguasai pengetahuan teoritis, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, bernalar kritis, dan siap menghadapi tantangan masa depan dengan percaya diri.

“Belajar akan lebih bermakna ketika pengetahuan tidak hanya dipelajari, tetapi juga dialami dan diciptakan.” 

5 1 vote
Article Rating
Sebarkan Artikel Ini:
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments