Disiplin Kok Sekedar Penampilan

EDU Talk
Sebarkan Artikel Ini:

Depoedu.com-Males dan capek banget rasanya melihat orang ribut ngomongin disiplin tapi fokusnya cuman masalah seragam lah, potongan rambut lah, warna jilbab lah. Mau nunggu berapa dekade lagi kita bisa memaknai kedisiplinan dengan lebih esensial dan lepas dari gimmick penampilan.

Dari sekian banyak kedisiplinan di sekolah yang paling sering disorot adalah seragam, sepatu, kaos kaki, jilbab, potongan rambut. Yang sebenarnya semua hal itu terbukti gagal mendidik masyarakat kita menjadi disiplin. 

Aturan-aturan Belanda yang sudah usang itu masih juga dipertahankan atas nama tradisi. Sungguh sebuah kebodohan.

Baca juga : Sisi Gelap Pembahasan Soal Matematika

Kalau benar semua bentuk pendidikan disiplin lewat penampilan dari ujung kepala sampai ujung kaki itu berhasil, mengapa masyarakat kita tidak disiplin? Jika memang kedisiplinan dalam berpenampilan itu berhasil mengapa banyak masyarakat kita yang memahami aturan saja susah. Gak percaya yuk cek satu-satu.

Dalam hal waktu. Indonesia terkenal dengan jam karet. Janjian jam 09.00 bisa datang jam 12.00. Saking frustasinya beberapa undangan acara sampai diberi keterangan jam rileks. Acara kedinasan yang dimulai jam 08.00 bisa dimulai jam 12 karena nunggu sambutan pejabat.

Dalam hal kebersihan. Sungai di Indonesia itu penuh dengan sampah. Bahkan disiplin menyiram bekas kencing sendiri pun kita belum terbiasa. Cek saja kamar mandi siswa di sekolah. Pesing, anyir, kotor, kumuh. Semua hanya diserahkan petugas kebersihan.

Baca juga : Gelora Imlek 2026 di Sekolah Santo Yosef Lahat, Kobarkan Energi Dinamis dan Keberanian

Dalam hal antri. Masyarakat kita juga bebal sekali. Coba cek ketika orang harus antri di jalan ketika ada kereta lewat. Tidak ada yang mau antri di belakang. Semua maju ke depan memenuhi ruas jalan. Betapa bodohnya kita membuntu jalan sendiri.

Dalam hal parkir. Coba cek parkiran yang minim atau tidak ada petugasnya. Orang kita suka parkir sekenanya di luar garis yang ditentukan. Yang paling goblok tentu yang tidak punya garasi dan parkir di jalan yang merupakan milik umum.

Buanyak sekali contoh lain kedisiplinan esensial yang bersifat universal yang malah tidak kita terapkan. Dan kita terus ribut masalah seragam masalah rambut panjang. Sudah saatnya kita bisa membedakan mana bentuk ekspresi yang harus dibebaskan mana kedisiplinan yang ditegakkan demi kepentingan bersama.

Sudah

5 1 vote
Article Rating
Sebarkan Artikel Ini:
Subscribe
Notify of
guest
1 Comment
oldest
newest most voted
Inline Feedbacks
View all comments
trackback

[…] Baca juga : Disiplin Kok Sekedar Penampilan […]