Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila SMA Sint Carolus Bengkulu: Inovasi Pembuatan Eco Enzyme, Pupuk Cair, dan Kompos Ramah Lingkungan

Info Sekolah
Sebarkan Artikel Ini:

Depoedu.com-Dalam era modern ini, keberlanjutan lingkungan menjadi salah satu issue kritis yang membutuhkan perhatian serius. Perubahan iklim, penurunan kualitas tanah dan air, serta berbagai masalah lingkungan lainnya menuntut kita untuk mencari solusi inovatif guna menjaga ekosistem bumi.

Di tengah tantangan ini, berbagai upaya untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan perlu didorong, termasuk di dalamnya adalah inisiatif-inisiatif di bidang pendidikan.

Pada Kamis, (10/8) peserta didik kelas X SMA Sint Carolus Bengkulu berproses melihat bagaimana caranya membuat Eco Enzyme, pupuk cair, dan kompos. Yang membuat pembahasan ini menarik, materi tersebut dibawakan oleh karyawan Pembantu Pelaksana dari Unit SMA Sint Carolus.

Mereka adalah Bapak Antonius Sumadi dan Bapak Thomas Ardi Nugroho serta karyawan Pembantu Pelaksana Kantor Wilayah yaitu bapak Lukas Daswanto, membagikan pengetahuan dan pengalaman dalam proses pembuatannya.

SMA Sint Carolus Bengkulu mengambil langkah nyata melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan menggabungkan pembelajaran tentang nilai-nilai Pancasila dengan kegiatan praktis dalam pembuatan Eco Enzyme, pupuk cair, dan kompos.

Inisiatif ini tidak hanya memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang nilai-nilai kebangsaan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.

Baca juga : Frans Berek Menerima Tanda Kehormatan Satyalancana Dari Presiden Jokowi

Eco Enzyme: Mengubah limbah menjadi berkah

Eco Enzyme adalah cairan hasil fermentasi mikroorganisme yang memiliki banyak manfaat, terutama sebagai pembersih ramah lingkungan.

Dalam projek ini, pelajar SMA Sint Carolus Bengkulu memanfaatkan limbah kulit buah-buahan dan sayuran yang biasanya dibuang, untuk diolah menjadi Eco Enzyme.

Proses fermentasi ini berlangsung selama selama tiga bulan melibatkan bakteri dan ragi yang mengurai limbah organik menjadi senyawa yang bermanfaat.

Eco Enzyme yang dihasilkan dapat digunakan sebagai pembersih rumah tangga, pupuk organik, pembersih ramah lingkungan, pengolah limbah cair, pengontrol hama, pengolah sampah organik, pengurangan bau dan polusi, serta mengurangi penggunaan bahan kimia.

Pupuk Cair: Meningkatkan produktivitas tanaman dengan ramah lingkungan

Pupuk cair merupakan alternatif yang efektif untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman, untuk meningkatkan produktivitas tanaman.

Dalam projek ini, pelajar tidak hanya mempelajari formula dasar pupuk cair, tetapi juga mengembangkan pupuk cair yang ramah lingkungan dengan menggunakan bahan-bahan organik dari sisa-sisa pertanian dan dapur.

Dengan demikian, mereka tidak hanya mengurangi sampah organik yang dihasilkan, tetapi juga menciptakan pupuk yang lebih berkelanjutan untuk mendukung pertanian lokal.

Kompos: Mengurangi sampah dan meningkatkan kesuburan tanah

Pembuatan kompos merupakan salah satu cara efektif untuk mengurangi volume sampah organik yang masuk ke tempat pembuangan akhir.

Dalam projek ini, pelajar SMA Sint Carolus Bengkulu belajar mengenai proses dekomposisi alami dan mengembangkan kompos yang kaya nutrisi.

Dengan memanfaatkan sisa-sisa tanaman, daun kering, dan bahan organik lainnya, mereka menciptakan sumber pupuk alami yang dapat meningkatkan kesuburan tanah dan mendukung pertumbuhan tanaman.

Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5): Mengintegrasikan nilai-nilai kebangsaan dan lingkungan

Selain aspek praktis dalam pembuatan Eco Enzyme, pupuk cair, dan kompos, Projek P5 juga memiliki dimensi edukatif yang kuat. Peserta didik tidak hanya diajarkan tentang teknik pembuatan bahan-bahan tersebut.

Selain itu, Peserta didik juga diberikan pemahaman mendalam tentang nilai-nilai Pancasila yang mengajarkan tentang gotong royong, kebersamaan, dan tanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat.

Baca juga : Minat Baca Masyarakat Indonesia Hanya 0.001 Persen

Dengan melibatkan siswa dalam kegiatan nyata yang mengajarkan tentang keberlanjutan lingkungan dan nilai-nilai kebangsaan, Projek P5 SMA Sint Carolus Bengkulu berhasil menciptakan pendekatan holistik dalam pendidikan.

Inisiatif ini tidak hanya mencetak generasi yang lebih sadar akan pentingnya menjaga lingkungan, tetapi juga memperkuat rasa cinta dan dedikasi terhadap bangsa dan negara.

Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) SMA Sint Carolus Bengkulu menjadi contoh inspiratif tentang bagaimana pendidikan dapat diarahkan untuk menciptakan perubahan positif dalam masyarakat.

Dengan memadukan nilai-nilai kebangsaan dan kepedulian lingkungan melalui kegiatan praktis, projek ini membantu membentuk generasi yang memiliki wawasan luas.

Selain itu, juga membantu membentuk pemahaman mendalam, dan kemampuan nyata untuk berkontribusi dalam menjaga keberlanjutan bumi kita. Nantikan kegiatan kami selanjutnya.

5 3 votes
Article Rating
Sebarkan Artikel Ini:
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments