Depoedu.com-Tarakanita Bengkulu turut ambil bagian dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas)(12-14/12) 2025 yang berlangsung di Tarakanita Development Centre 2 (TDC 2), Surabaya.
Dengan mengusung tema “Konsolidasi Organisasi Mempersiapkan Tahapan Capacity Building”, Rakornas ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antar wilayah dan meningkatkan kapasitas organisasi Yayasan Tarakanita.
Rakornas dihadiri oleh Struktural Kantor Pusat, Struktural dari tujuh wilayah (Bengkulu, Lahat, Jakarta, Tangerang, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Surabaya), serta Pengurus Yayasan Tarakanita.
Turut hadir dalam Rakornas, Ketua Badan Pengurus Harian Sr. Brigitta CB, Sekretaris 1 Sr. Yudith CB, Sekretaris 2 Bapak Ignatius Budi Santoso, Bendahara Bapak Antonius Kristiyanto Wahyu Indriya.
Hadir juga, Ibu Theresia Triza Yusino, Ibu Luciana, dan Bapak Y. Bambang Kristianto. Kehadiran Tarakanita Bengkulu di Rakornas ini menjadi wujud nyata komitmen wilayah tersebut dalam mendukung program strategis Yayasan.
Hari Pertama: Pembukaan dan Paparan Wilayah
Kegiatan Rakornas dimulai dengan misa pembukaan yang penuh khidmat. Setelah misa, Rakornas dibuka secara resmi oleh Ketua Badan Pengurus Harian, Sr. Brigitta CB.
Dalam sambutannya, Sr. Brigitta menegaskan pentingnya konsolidasi organisasi untuk menciptakan keharmonisan lembaga. “Keharmonisan lembaga hanya dapat dicapai melalui soliditas para karyawan.
Kita juga perlu terus mengingat Milestone Rencana Strategis Yayasan dengan fokus pada perubahan di tiga aspek utama: People, System, Culture & Character,” ujar Sr. Brigitta.
Baca juga : Indahnya Budaya Negeri dalam Proyek Nusantara
Setelah pembukaan, agenda dilanjutkan dengan paparan dari masing-masing wilayah, termasuk Tarakanita Bengkulu. Paparan ini difokuskan pada poin-poin strategis, yaitu:
- Program unggulan yang berdampak pada kemajuan lembaga.
- Proses penjaminan mutu di sekolah.
- Data pencapaian jumlah peserta didik dalam lima tahun terakhir, termasuk faktor pendukung dan penghambat.
- Data pencapaian rapor pendidikan dan AKM kelas, serta program untuk meningkatkan literasi, numerasi, dan riset.
- Prestasi akademik dan non-akademik dalam lima tahun terakhir.
- Gap kompetensi karyawan serta program pengembangan SDM.
- Strategi optimalisasi produktivitas dan efektivitas kerja karyawan.
- Data animo dan daya serap feeder dalam lima tahun terakhir.
- Strategi promosi dan publikasi keunggulan sekolah.
- Data pencapaian margin dan upaya peningkatannya.
Kegiatan hari pertama ditutup dengan peneguhan dari Ibu Luciana. Dalam peneguhannya, Ibu Luciana menekankan pentingnya rencana strategis yang memiliki daya ungkit, perlunya mencari pembeda dalam pengelolaan organisasi, serta pentingnya teamwork yang solid.
Beliau juga mendorong pendekatan Experiential Learning dan Research-Based Learning dalam pembelajaran.
Hari Kedua: Materi Strategis dan Evaluasi Program Kerja
Pada hari kedua, peserta Rakornas mengikuti sesi materi strategis bertema “Penyikapan & Penanganan Kasus-Kasus Pendidikan di Ranah Pidana” yang dibawakan oleh Bapak Dr. Ferdie Soethiono, S.H., M.H (Managing Partner FSP Lawyers).
Materi ini memberikan wawasan tentang tindakan pidana yang mungkin terjadi di dunia pendidikan dan cara menyikapinya secara profesional. Sesi ini menjadi sangat relevan untuk memastikan keamanan dan kredibilitas lembaga pendidikan di bawah Yayasan Tarakanita.
Selanjutnya, peserta mengikuti presentasi capaian dan evaluasi program kerja semester I Tahun Ajaran 2024-2025. Dalam sesi ini, Bapak Antonius Kristiyanto Wahyu Indriya menyoroti pentingnya efisiensi anggaran.
Selain itu perlu mempertimbangkan dampak pengeluaran terhadap pendapatan dan margin. Sementara itu, Bapak Ignatius Budi Santoso menekankan pentingnya sinergi antar fungsi organisasi untuk mencapai tujuan bersama.
Hari kedua diakhiri dengan diskusi berdasarkan fungsi (Manajemen, Pendidikan, SDM, Keuangan, dan Umum) yang berfokus pada penetapan program kerja Tahun Ajaran 2025-2026.
Diskusi ini menghasilkan berbagai strategi yang terarah untuk meningkatkan efektivitas program kerja lembaga.
Baca juga : Hari Studi Pembantu Pelaksana Yayasan Tarakanita Surabaya “Metode Menanam Terbalik”
Hari Ketiga: Jalan Sehat dan Peneguhan Renstra
Hari ketiga dimulai dengan kegiatan jalan sehat bersama, yang bertujuan untuk mempererat kebersamaan di antara para peserta. Setelah itu, Rakornas dilanjutkan dengan paparan fokus program dari tiap fungsi berdasarkan hasil diskusi di hari sebelumnya.
Selain itu, informasi tentang rencana strategis tahun pertama, yaitu School Grouping, juga disampaikan oleh pengurus Yayasan. Bapak Y. Bambang Kristianto menjelaskan bahwa School Grouping adalah alat untuk menghargai keunikan tiap sekolah dan menjadi awal dalam penyusunan program kerja.
Ibu Theresia Triza Yusino menegaskan pentingnya penjaminan mutu sebagai fondasi pengelolaan lembaga pendidikan.
Dalam sesi peneguhan, Sr. Brigitta CB menyampaikan pentingnya koordinasi antara Kantor Pusat, Kantor Wilayah, dan unit sekolah. Beliau juga menekankan perlunya melaksanakan Rencana Strategis Tahun Kedua yang berfokus pada Capacity Building dengan penuh komitmen.
Rakornas diakhiri dengan misa penutupan yang menguatkan semangat kebersamaan dan komitmen para peserta.
Partisipasi aktif Tarakanita Bengkulu dalam Rakornas 2025 mencerminkan semangat dan komitmen mereka untuk mendukung visi dan misi Yayasan Tarakanita.
Melalui paparan wilayah, diskusi strategis, dan sesi evaluasi, Tarakanita Bengkulu menunjukkan kesungguhan dalam merancang program kerja yang relevan dan berdampak. Kehadiran Rakornas ini juga menjadi momen untuk memperkuat sinergi antar wilayah demi kemajuan bersama.
Dengan tema konsolidasi dan fokus pada Capacity Building, Rakornas 2025 memberikan arah yang jelas bagi Tarakanita Bengkulu dan seluruh wilayah untuk terus berinovasi, meningkatkan mutu pendidikan, serta membangun organisasi yang solid dan harmonis.
Kegiatan ini menjadi langkah nyata Yayasan Tarakanita dalam mewujudkan lembaga pendidikan yang unggul dan berdaya saing. Dengan semangat kebersamaan, Tarakanita Bengkulu siap melangkah bersama untuk mencapai target strategis di masa depan.
Penulis adalah Humas Tarakanita Bengkulu
