Permainan Tradisional Warnai Waktu Istirahat di SMP Tarakanita 1

Info Sekolah
Sebarkan Artikel Ini:

Depoedu.com-Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, gawai dan permainan digital semakin lekat dengan kehidupan anak-anak dan remaja. Waktu luang yang seharusnya dapat menjadi kesempatan untuk berinteraksi dan bermain bersama teman, tidak jarang justru dihabiskan dengan bermain game

Di lingkungan sekolah, kondisi serupa juga dapat terlihat saat waktu istirahat. Sebagian siswa memilih menghabiskan waktu dengan berlarian tanpa tujuan atau sekadar berkumpul tanpa kegiatan yang terarah. 

Kondisi tersebut mendorong SMP Tarakanita 1 untuk menghadirkan alternatif kegiatan yang menyenangkan sekaligus memberikan pengalaman positif bagi siswa.

Waktu istirahat sejatinya bukan hanya jeda sebelum siswa kembali mengikuti pembelajaran. Momen tersebut dapat menjadi kesempatan untuk melepas penat, membangun komunikasi, bersosialisasi, dan mempererat kebersamaan dengan teman sebaya. 

Melihat hal tersebut, SMP Tarakanita 1 menghadirkan berbagai permainan tradisional dan permainan papan yang dapat dimanfaatkan siswa selama waktu istirahat.

Untuk menghadirkan ruang bermain yang mudah dijangkau siswa, area depan lobi SMP Tarakanita 1 dimanfaatkan sebagai tempat bermain. Ruang yang sebelumnya dapat menjadi area yang kurang termanfaatkan kini dihidupkan menjadi tempat siswa berkumpul dan bermain bersama saat istirahat. 

Penataan sederhana tersebut membuat siswa memiliki ruang yang nyaman untuk berinteraksi tanpa harus menggunakan fasilitas tambahan yang membutuhkan area khusus.

Baca juga : Siswa Jepang dan Tarakanita Tangerang Rajut Persahabatan Lewat Program Homestay

Beberapa permainan yang disediakan antara lain Catur Cina, Othello, Ludo, serta congklak atau Dakon. Permainan tersebut memiliki satu kesamaan, yaitu membutuhkan lawan untuk dapat dimainkan. Kondisi ini secara tidak langsung mendorong siswa untuk berkomunikasi dan berinteraksi secara langsung dengan teman. 

Tidak berhenti pada keseruan bermain, siswa juga belajar menerima kemenangan maupun kekalahan dengan sportif, menunggu giliran, serta memberikan kesempatan kepada teman lain untuk ikut bermain tanpa mendominasi.

Kegiatan tersebut juga menjadi sarana pembiasaan karakter. Siswa belajar menjaga kebersihan dan kondisi alat permainan, menggunakannya dengan tertib, serta mengembalikan alat ketempat semula setelah selesai digunakan. 

Dari kebiasaan sederhana itu, tumbuh sikap tanggung jawab, disiplin, kepedulian terhadap fasilitas bersama, serta penghargaan terhadap hak teman.

Kehadiran permainan tradisional juga memiliki nilai penting dalam perkembangan siswa dan pelestarian budaya. Permainan yang membutuhkan strategi, konsentrasi, dan interaksi dapat menjadi stimulasi bagi kemampuan berpikir sekaligus melatih kesabaran dan pengambilan keputusan. 

Sementara itu, permainan seperti congklak atau dakon memperkenalkan kembali salah satu bentuk permainan warisan budaya kepada generasi muda. Dengan demikian, permainan tradisional tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi bagian dari pengalaman belajar yang dekat dengan kehidupan siswa.

Hal tersebut sejalan dengan perhatian Yulia Fitriastuti, Kepala SMP Tarakanita 1, yang berupaya memfasilitasi waktu luang siswa agar dapat diisi dengan kegiatan yang lebih bermanfaat. Menurutnya, anak-anak membutuhkan ruang untuk bermain, berinteraksi, dan belajar bersama di luar kegiatan pembelajaran.

Baca juga : Bekali Anak Sejak Dini, SD Santo Yosef Tarakanita Surabaya Gelar Edukasi Menjaga dan Melindungi Tubuh

Kami ingin waktu istirahat anak-anak tidak hanya diisi dengan bermain gawai atau kegiatan yang kurang terarah. Anak-anak perlu memiliki ruang untuk bermain bersama, berinteraksi, belajar menghargai teman, dan mengembangkan kemampuan mereka melalui kegiatan yang menyenangkan, ungkap Yulia.

Menurut Yulia, permainan sederhana dapat memberikan pengalaman belajar yang tidak selalu diperoleh di dalam kelas. Melalui permainan, anak-anak belajar banyak hal, mulai dari sportivitas, kesabaran, strategi, tanggung jawab, hingga kepedulian terhadap teman. Hal-hal seperti ini penting dalam mendukung perkembangan anak, karena pendidikan tidak hanya berlangsung di dalam kelas,” tambahnya.

Bagi siswa, kehadiran permainan tersebut memberikan warna tersendiri pada waktu istirahat. Michaella Lerent Liando, siswa kelas 8, mengungkapkan bahwa bermain permainan tradisional membuat waktu istirahat terasa lebih bermakna dan menyenangkan. 

Permainan tradisional ini seru dan juga melatih otak karena permainannya membutuhkan trik dan strategi,” ungkap Michaella. Permainan bersama teman membuat waktu istirahat tidak hanya diisi dengan kesenangan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk berpikir, menyusun strategi, dan membangun interaksi secara langsung.

Melalui penyediaan permainan tradisional ini, SMP Tarakanita 1 berharap waktu istirahat dapat menjadi ruang yang sehat, menyenangkan, dan edukatif bagi siswa. Lebih dari sekadar mengalihkan perhatian dari gawai, kegiatan bermain bersama diharapkan mampu menumbuhkan kebiasaan berinteraksi, bersikap sportif, bertanggung jawab, dan peduli terhadap sesama. 

Di tengah derasnya arus digital, semoga permainan sederhana tetap memiliki tempat di hati generasi muda sebagai bagian dari kearifan budaya sekaligus menjadi pengingat bahwa belajar, bertumbuh, dan bersenang-senang dapat dilakukan bersama. 

5 1 vote
Article Rating
Sebarkan Artikel Ini:
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments