Menabur Benih Karakter, Memanen Generasi Hebat yang Cerdas dan Berintegritas untuk Membangun Masa Depan

Info Sekolah
Sebarkan Artikel Ini:

Depoedu.com-Memasuki tahun ajaran baru, SMP Tarakanita 1 Pulo Raya kembali menyambut murid baru melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Sejak pagi, suasana sekolah lebih ramai dari biasanya. 

Murid kelas VII yang sebelumnya dari SD mereka masing-masing mulai berdatangan dengan seragam khas SD mereka dan raut wajah yang beragam. 

Ada yang tampak bersemangat karena akhirnya memasuki jenjang SMP, ada juga yang masih malu-malu dan memilih menyendiri atau bersama dengan teman yang sudah dikenal.

Di sisi lain, guru dan pengurus OSIS menyambut mereka dengan senyuman dan sapaan hangat. Beberapa anggota OSIS tampak membantu mengarahkan peserta menuju ruang kegiatan (Ruang Boromeus), sementara guru menyempatkan diri menyapa satu per satu peserta yang baru datang. 

Sambutan sederhana itu menjadi kesan pertama yang diterima murid baru sebelum mereka memulai perjalanan sebagai bagian dari keluarga SMP Tarakanita 1 Pulo Raya.

MPLS menjadi agenda rutin yang selalu dilaksanakan pada awal tahun pelajaran. Namun, kegiatan ini tidak hanya bertujuan mengenalkan lingkungan sekolah kepada murid baru. 

Di SMP Tarakanita 1 Pulo Raya, MPLS juga menjadi ruang untuk memperkenalkan budaya sekolah sekaligus menanamkan nilai-nilai karakter yang menjadi ciri khas pendidikan Tarakanita.

Pembina OSIS menjelaskan bahwa masa peralihan dari sekolah dasar menuju sekolah menengah pertama merupakan tahap yang cukup penting bagi murid baru. 

Lingkungan belajar yang berbeda, jumlah guru yang lebih banyak, hingga teman-teman baru yang sering kali membuat sebagian peserta merasa gugup. Oleh karena itu, sekolah berusaha menciptakan suasana yang membuat mereka merasa nyaman sejak hari pertama.

“Kami merasa sangat senang, antusias, dan bersyukur dapat menyambut murid-murid baru. Sebagai panitia, kamu ingin menciptakan suasana yang ramah, aman, dan menyenangkan sehingga mereka merasa diterima sebagai bagian dari keluarga besar sekolah,” ujar Ibu Widi sebagai pembina OSIS.

Harapan tersebut kemudian diwujudkan melalui berbagai kegiatan yang disusun secara bertahap. Pada hari pertama, peserta dikenalkan dengan visi dan misi sekolah, tata tertib, serta lingkungan belajar di SMP Tarakanita 1 Pulo Raya.

Mereka juga diajak mengenal berbagai fasilitas sekolah agar lebih mudah beradaptasi ketika kegiatan belajar mengajar dimulai.

Bagi para pengurus OSIS, menjadi panitia MPLS juga memberikan pengalaman yang berbeda. Selain belajar bekerja sama dalam sebuah kepanitiaan, mereka mendapat kesempatan untuk mengenal lebih dekat dengan murid baru yang akan menjadi keluarga mereka di sekolah.

Yasmin, salah satu pengurus OSIS, mengaku senang dapat terlibat dalam kegiatan tersebut.
“Aku senang banget bisa berkenalan sama adik-adik. Kami juga diberi kesempatan untuk banyak berinteraksi, dan ternyata mereka seru-seru banget,” ujarnya.

Memasuki hari-hari berikutnya, kegiatan semakin beragam. Peserta dikenalkan kepada guru dan tenaga kependidikan, berbagai program sekolah, organisasi siswa, hingga pilihan ekstrakurikuler yang dapat mereka ikuti. 

Tidak hanya itu, panitia juga mengajak peserta mengikuti permainan kelompok, dinamika bersama, sesi refleksi, dan berbagai aktivitas yang mendorong mereka untuk saling mengenal.

Baca juga : Ekstrakurikuler SMP Tarakanita 4 Jakarta, Ajang Salur Minat Bakat Murid

Hal ini juga didukung oleh Agas dan Azraf, murid baru kelas VII yang mengaku bahwa kegiatan yang paling berkesan baginya adalah tur sekolah untuk melihat fasilitas-fasilitas yang dimiliki oleh SMP Tarakanita 1. Menurutnya, ia dapat mengenal lebih dekat lingkungan sekolah sekaligus berbagai fasilitas yang tersedia.

“Yang paling berkesan buat aku waktu tur sekolah. Jadi bisa lihat-lihat fasilitas yang ada dan lebih kenal sama lingkungan sekolah,” kata mereka.

Pengalaman tersebut membuatnya merasa lebih siap menjalani hari-hari sebagai peserta didik SMP Tarakanita 1 Pulo Raya. Lingkungan yang sebelumnya terasa asing kini mulai terasa akrab setelah mengikuti kegiatan MPLS.

Berbagai kegiatan kelompok menjadi salah satu cara yang digunakan panitia untuk membantu murid baru saling mengenal. Dalam setiap aktivitas, mereka diajak berdiskusi, menyelesaikan tantangan bersama, dan berinteraksi dengan teman-teman dari kelompok yang berbeda.

Meski pada awalnya masih ada peserta yang tampak canggung, tetapi perlahan berubah menjadi lebih akrab seiring berjalannya interaksi selama MPLS berlangsung.

Bagi pihak sekolah, keberhasilan MPLS tidak diukur dari banyaknya materi yang disampaikan, melainkan dari sejauh mana murid merasa diterima di lingkungan sekolah. Karena itu, seluruh rangkaian kegiatan dirancang agar peserta didik tidak hanya menjadi pendengar, tetapi juga terlibat secara aktif.

Hal tersebut sejalan dengan semangat pendidikan Tarakanita yang menempatkan pembentukan karakter sebagai bagian penting dalam proses belajar. Nilai-nilai Cc5+ dihadirkan bukan hanya melalui materi, melainkan melalui pengalaman yang dialami peserta selama mengikuti kegiatan MPLS.

Nilai Compassion atau kepedulian tampak ketika peserta saling membantu teman yang masih bingung mencari ruang kelas atau belum berani berbicara. 

Pengurus OSIS juga berusaha mendampingi peserta yang terlihat masih canggung agar lebih mudah berbaur dengan kelompoknya. Suasana yang hangat membuat peserta perlahan merasa lebih percaya diri.

Sementara itu, nilai Community dibangun melalui berbagai aktivitas kelompok. Permainan edukatif, diskusi, maupun refleksi bersama menjadi kesempatan bagi peserta untuk belajar bekerja sama dengan teman-teman yang sebelumnya belum mereka kenal. 

Dari kegiatan-kegiatan tersebut, peserta mulai memahami bahwa mereka bukan lagi datang sebagai individu dari sekolah yang berbeda-beda, melainkan sebagai bagian dari satu keluarga baru di SMP Tarakanita 1 Pulo Raya.

Nilai ini menjadi salah satu nilai yang paling dirasakan oleh murid baru karena dengan nilai ini, mereka bisa membangun kebersamaan tanpa membedakan latar belakang teman.

“Aku mencoba menerapkan nilai Community karena mau berteman sama siapa saja, tanpa pilih-pilih suku atau ras,” ujar Agas.

Selain kedua nilai itu, peserta juga diperkenalkan pada nilai-nilai lainnya seperti Competence, Conviction, dan Creativity. Panitia memberikan ruang bagi peserta untuk mengenali kemampuan diri, berani menyampaikan ide, bertanggung jawab terhadap tugas kelompok, sekaligus menunjukkan kreativitas melalui berbagai penampilan dan aktivitas bersama.

Tidak hanya itu, sekolah juga mengenalkan nilai Keadilan, Perdamaian, dan Keutuhan Ciptaan (KPKC) melalui kegiatan yang mengajak peserta semakin peduli terhadap sesama dan lingkungan. 

Harapannya, nilai-nilai tersebut tidak berhenti selama pelaksanaan MPLS, tetapi terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari selama menjadi murid Tarakanita.

Pengenalan nilai-nilai Tarakanita juga tidak hanya dilakukan oleh guru pendamping dan pembina OSIS, tapi juga dilakukan oleh para pengurus OSIS yang berusaha menunjukkan nilai-nilai Tarakanita melalui tindakan sederhana selama MPLS berlangsung.

Baca juga : Krisis Kemampuan Akademik; Banyak Mahasiswa Perguruan Tinggi Memiliki Kemampuan Setara Anak Usia 10 Tahun?

Contohnya, Aleta, salah satu pengurus OSIS mengatakan;

“Selama MPLS, kami tidak hanya memberi arahan, tetapi juga mendampingi adik-adik secara langsung. Kami berusaha menunjukkan bahwa kedisiplinan dan kekeluargaan bukan hanya slogan, tetapi juga harus dihidupkan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya datang tepat waktu, saling menghargai, dan juga siap membantu ketika adik-adik membutuhkan,” ujarnya.

Selain pengenalan budaya sekolah, antusiasme peserta juga terlihat saat sesi pengenalan ekstrakurikuler. Berbagai organisasi dan kegiatan diperkenalkan sebagai wadah bagi murid baru untuk mengembangkan minat dan bakat di luar pembelajaran di kelas. 

Dari alurnya, ada ekstrakurikuler yang ditampilkan seperti; basket, futsal, paduan suara, Modern Dance, band, English Club, taekwondo, silat, jurnalistik, Karya Ilmiah Remaja, dan masih banyak lagi yang menarik perhatian para murid baru.

Para pengurus OSIS juga berpartisipasi aktif dalam kegiatan pengenalan ekstrakurikuler ini. Mereka juga ikut andil dalam memberikan semangat, menunjukkan antusiasme mereka, sehingga membakar semangat para murid baru untuk ikut dalam kegiatan tersebut.

“Menurut kita sih di demo eksul ini, mereka tuh berperan aktif banget. Karena menurut mereka, demo ekskul ini adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh adik-adik,” turut Elo, salah satu pengurus OSIS.

Di balik keseruan rangkaian kegiatan yang berlangsung lancar, panitia juga menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya adalah memastikan seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan nyaman meskipun memiliki karakter yang berbeda-beda. Ada peserta yang cepat beradaptasi, tetapi ada juga yang membutuhkan waktu lebih lama untuk membuka diri.

Menurut pembina OSIS, kondisi tersebut menjadi perhatian panitia selama kegiatan berlangsung.

“Setiap murid memiliki karakter yang berbeda. Ada yang mudah bergaul, tetapi ada juga yang masih malu atau cemas. Karena itu kami berusaha menciptakan kegiatan yang dapat membantu mereka berinteraksi dan membangun rasa percaya diri,” ujar Pak Willi.

Bagi panitia, perubahan sikap murid baru menjadi pengalaman yang paling berkesan. Pada hari pertama, masih banyak peserta yang memilih diam dan hanya mengamati keadaan sekitarnya. 

Namun, setelah beberapa hari mengikuti rangkaian MPLS, mereka mulai aktif berdiskusi, berani bertanya kepada guru, serta terlibat lebih akrab dengan teman-teman baru.

Perubahan tersebut menjadi tanda bahwa proses adaptasi berjalan dengan baik. Lingkungan yang ramah dan penuh dukungan membantu murid baru merasa nyaman sehingga mereka lebih siap menjalani kehidupan sekolah di jenjang SMP.

Di akhir pelaksanaan MPLS, pihak sekolah berharap pengalaman yang diperoleh murid baru selama beberapa hari tersebut dapat menjadi bekal untuk menjalani tahun ajaran baru. 

Pembina OSIS berharap murid baru tidak hanya mengenali lingkungan sekolah, tetapi juga mampu menghidupi nilai-nilai Tarakanita dalam keseharian mereka.

“Kami berharap, murid-murid baru dapat tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter, disiplin, bertanggung jawab, dan mampu mengembangkan potensi yang dimiliki. Nilai-nilai Cc5+ dan KPKC diharapkan dapat mereka hidupi, baik di sekolah maupun di lingkungan masyarakat,” tutur pembina OSIS.

Pelaksanaan MPLS tahun ini memang telah berakhir, tetapi perjalanan murid baru di SMP Tarakanita 1 Pulo Raya baru saja dimulai. Berbagai pengalaman yang mereka dapatkan selama beberapa hari terakhir menjadi langkah awal untuk mengenal lingkungan baru.

Melalui MPLS juga mereka membangun persahabatan, serta mulai bertumbuh sebagai pribadi yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki karakter yang peduli, bertanggung jawab, dan mampu hidup bersama sesuai semangat Tarakanita. 

Ipii Tokan adalah nama pena dari Siprianus Senuken Medhon, guru Bahasa Inggris pada SMP Tarakanita 1 Pulo Raya.

5 1 vote
Article Rating
Sebarkan Artikel Ini: