Depoedu.com-Perkembangan ilmu pengetahuan berdampak pada cara orang menyelesaikan masalah di dunia kerja. Ini menyebabkan banyak keahlian menjadi tidak relevan. Keahlian yang tadinya sangat dibutuhkan kini menjadi tidak lagi dibutuhkan.
Di era Artificial Intelligence (AI) dan otomasi, beberapa gelar dan keahlian terapan yang dikuasai oleh mereka yang mempelajari ilmu komputer, ilmu teknik, ilmu bisnis, menjadi kehilangan nilainya dan tidak relevan.
Sementara itu, di universitas, jurusan-jurusan dan program studi tersebut masih diselenggarakan, meskipun jurusan baru yang lebih mengakomodir perkembangan ilmu pengetahuan sudah dibuka, karena membubarkan program studi menyangkut banyak aspek.
Oleh karena itu, memilih program studi di universitas pada saat ini bukanlah merupakan perkara mudah. Calon mahasiswa harus memiliki informasi tentang perkembangan dunia kerja, kebutuhan pasar kerja, dan program studi di universitas, dalam memutuskan pilihan program studi.
Informasi semacam ini seharusnya menjadi bahan pertimbangan bagi murid Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Madrasah Aliyah (MA) dalam memilih program studi di universitas.
Namun sayangnya perkembangan seperti ini tidak menjadi perhatian SMA, SMK dan MA kita, karena sekolahnya tidak menganggap hal semacam ini penting. Atau staf penting di sekolah seperti Guru Bimbingan Karier, tidak mengikuti perkembangan, dan tidak meng-update informasi ini kepada para murid.
Ini menyebabkan banyak murid SMA, SMK, MA yang melanjutkan pendidikan ke universitas salah memilih program studi di universitas, entah karena jurusan yang dipilih sudah tidak dibutuhkan di pasar kerja, atau program studi yang dipilih tidak sesuai dengan bakat dan minatnya.
Baca juga : Belajar dari Pengalaman Tahun 2025 untuk Bertumbuh Bersama di Tahun 2026
Oleh karena itu, tulisan ini bermaksud memberikan informasi terbaru yang dibutuhkan oleh murid SMA dalam memilih program studi di universitas. Mudah-mudahan dibaca oleh guru Bimbingan Karier dan diteruskan kepada para murid mereka.
Perkembangan Kebutuhan Pasar Kerja
David J. Deming dan Kadem Noray, dua orang ekonom ketenagakerjaan dari Harvard, dalam studi mereka tahun 2020 menyimpulkan bahwa beberapa keahlian dari bidang ilmu terapan seperti ilmu komputer, teknik, dan bisnis, sudah tidak lagi dibutuhkan pasar kerja, karena keterampilan mereka sudah usang.
Kata mereka, saat ini dunia industri sedang beralih dari teknologi intensif menuju ke teknologi otomasi. Oleh karena itu keahlian yang lebih dibutuhkan industri adalah keahlian otomasi. Maka nilai mereka yang menguasai keahlian teknologi intensif menurun, bahkan bisa tidak dibutuhkan jika tidak membaharui keterampilan mereka.
Ini terjadi pada mereka yang memiliki keahlian dan berpengalaman di komputer dan mesin industri. Nilai mereka saja menurun, apalagi mereka yang baru lulus dari universitas. Ini menunjukkan bahwa keahlian yang berasal dari ilmu komputer dan teknik mesin sebetulnya tidak lagi dibutuhkan di pasar kerja.
Para peneliti ini melaporkan bahwa hal yang sama berlaku pada ahli bisnis. Saat ini pengambilan keputusan bisnis dapat lebih akurat dengan mengandalkan informasi dari AI. Oleh karena itu, pemberi kerja tidak lagi menerapkan persyaratan gelar yang umum, melainkan lebih menuntut penguasaan keahlian yang jelas dan spesifik.
Berdasarkan itu, seperti dilansir dari laman BEAUTYNESIA mereka kemudian merekomendasikan 10 program studi di universitas yang menurut penelitian mereka, sudah ketinggalan zaman, dan 7 program studi yang dapat dipertimbangkan lulusan SMA untuk studi lanjut di universitas.
Baca juga : Di Usia 15 Tahun, Remaja Jenius Ini Meraih Gelar Doktor Fisika. Apa Cita-citanya?
10 program Studi yang sudah ketinggalan zaman:
- Administrasi Bisnis, termasuk program masternya.
- Ilmu Komputer
- Teknik Mesin
- Akuntansi
- Biokimia
- Psikologi, kecuali mengambil program profesi
- Bahasa Inggris dan Humaniora
- Sosiologi dan Ilmu Sosial
- Sejarah
- Filsafat
7 program studi yang bisa dipertimbangkan
- Bidang STEM interdisipliner dengan kerangka kerja pembelajaran berkelanjutan.
- Ilmu data dan analisis. Permintaan pasar akan keahlian ini pesat dan adaptif
- Ilmu kesehatan dan profesi kesehatan. Permintaan pasar kerja tinggi.
- Ilmu lingkungan dan studi keberlanjutan. Bidang baru dan mendesak dibutuhkan
- Pemasaran digital dan media
- AI dan pembelajaran mesin
- Kewirausahaan dengan fokus teknologi.
Tentu saja 7 pilihan yang dianjurkan ini dipilih berdasarkan bakat, minat, dan passion para murid. Selamat mendampingi. Semoga para murid Eduers dapat memilih program studi yang menumbuhkan dan menopang karier masa depan mereka.
Foto: Kompas.com

[…] Baca juga : 10 Program Studi yang Ketinggalan Zaman dan 7 Program Studi yang Perlu Dipertimbangkan Menurut Harva… […]
[…] Baca juga : 10 Program Studi yang Ketinggalan Zaman dan 7 Program Studi yang Perlu Dipertimbangkan Menurut Harva… […]