Di Usia 15 Tahun, Remaja Jenius Ini Meraih Gelar Doktor Fisika. Apa Cita-citanya?

Family Talk
Sebarkan Artikel Ini:

Depoedu.com-Laurent Simons, ketika berusia 9 tahun, menjadi topik pembicaraan global lantaran memecahkan rekor menjadi peraih gelar sarjana termuda. Kini di usia 15 tahun, ia kembali menjadi topik perbincangan global lantaran pada tanggal 17 Desember 2025 yang lalu, remaja asal Belgia itu, meraih gelar doktor.

Gelar doktor tersebut ia raih setelah Laurent Simons mempertahankan disertasinya di bidang Fisika kuantum, dalam sidang terbuka di Universitas Antwerp Belgia.  Disertasinya berfokus pada ‘polaron bose’, yaitu pengotor bergerak yang dikelilingi oleh partikel di sekitarnya, dalam fluida dan supersolid. 

Melalui disertasi tersebut  Simons berupaya menggambarkan bagaimana penyerapan cahaya dapat membaca pergerakan pengotor supersolid tentang kuantum materi. Metode ini telah membantu para fisikawan menghitung sifat-sifat dalam sistem terkait.  

Seperti dilansir pada laman detikedu, dalam disertasi Simons, ia memodelkan bagaimana satu partikel tambahan dapat mengubah bentuk sekumpulan boson, mengubah energi, ukuran dan geraknya. Boson sendiri termasuk partikel yang cenderung berbagi keadaan kuantum, berperilaku secara kolektif pada suhu yang sangat dingin. 

Baca juga : Rektor ITB Bilang, 60 Persen Mahasiswa ITB Merasa Salah Memilih Program Studi. Ini Akar Masalahnya

Keseriusan Simons mendalami fisika terkait dengan cita-citanya menciptakan manusia super terutama upaya untuk memperpanjang hidup manusia secara klinis. Di antaranya menggunakan bantuan pola data AI untuk memilah sinyal biologis dalam rangka proses diagnosis yang lebih baik.  

Oleh karena itu, dalam rangka cita-cita ini, Simons akan melanjutkan prosesnya mempelajari ilmu kedokteran dan AI di Munich. Terkait AI ia akan lebih mendalami algoritma penyaringan, dan  alur kerja pengujian obat yang lebih cerdas. 

Cita-cita Simons memperpanjang hidup manusia, ternyata berkaitan dengan pengalaman kakek dan neneknya yang menjadi pasien dokter jantung di masa tua mereka. Oleh karena itu sejak lama ia bercita-cita menciptakan organ buatan untuk memperpanjang hidup mereka dan semua manusia. 

Cita-cita inilah yang mengantarnya untuk mempelajari teknik listrik dan kedokteran ketika menempuh program sarjana di Eindhoven University of Technology (TEU), Belanda. Cita-cita ini ternyata terus bertahan ketika ia menempuh program doktornya di Universitas Antwerp Belgia. 

Baca juga : Bocah Jenius dari Belgia, Usia 9 Tahun Sudah Lulus Sarjana

Riwayat Pendidikan Simons

Laurent Simons yang ber-IQ 145 ini, masuk Sekolah Dasar (SD) di usia 4 tahun. Program yang memerlukan waktu 6 tahun ini dapat diselesaikan dalam waktu hanya 2 tahun. Pada usia 6 tahun, ia masuk sekolah menengah di Bruges Belgia. Program yang harusnya selesai dalam 6 tahun, Ia selesaikan dalam waktu 18 bulan. 

Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan sarjananya ke Eindhoven University of Technology. Program yang biasanya ditempuh dalam waktu empat tahun ini ia selesaikan hanya dalam 1 tahun, di usianya yang ke 9. Dengan demikian Simons, hanya membutuhkan waktu 54 bulan untuk menyelesaikan pendidikannya dari SD hingga pendidikan Sarjana. 

Setelah menyelesaikan program sarjana, ia ditawari untuk melanjutkan program master dan doktornya dari berbagai universitas terbaik di dunia termasuk University of Oxford dan University of Cambridge. Namun karena pandemi Covid 19, ia memilih melanjutkan pendidikannya di Universitas Antwerp Belgia dan menyelesaikannya di usia 15 tahun. 

Foto: HLN

5 1 vote
Article Rating
Sebarkan Artikel Ini:
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments