Depoedu.com-Hari ini, (Senin, 14 Juli) sekolah-sekolah sudah mulai memasuki tahun ajaran 2025/2026, ditandai siswa baru mulai menjalani Masa Pengenalan Lingkungan sekolah (MPLS) yang sekaligus menandai mereka memasuki jenjang pendidikan berikutnya.
Juga di SMA Tarakanita 2 Jakarta. Diawali dengan upacara bendera sebagai tanda memasuki tahun pembelajaran baru dan sekaligus mengawali kegiatan ‘Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah’ (MPLS) bagi siswa Fase E yang berjumlah 178 siswa.
MPLS merupakan kegiatan awal yang dialami oleh siswa baru untuk mengenal dan memahami lingkungan sekolah yang baru. Mengutip dari surat edaran mendikdasmen, MPLS untuk menumbuhkan dan memperkuat karakter serta profil lulusan.
Pada kegiatan ini perlu dilaksanakan dengan menjunjung tinggi nilai karakter, hormati hak–hak anak dan memuliakan siswa. Sekolah mengenalkan hal tersebut dikemas dengan berbagai kegiatan selama tiga hari, sekolah cepat mengenali potensi dan juga karakter siswa.
Baca juga : Tantangan Utama Belajar Teknologi Kecerdasan Buatan Untuk Pelajar dan Mahasiswa
Demikian pula siswa mampu beradaptasi dengan lingkungan sekolah sehingga proses pembelajaran tepat dan sesuai dengan kebutuhan siswa. Cara proses pembelajaran efektif dan efisien, motivasi, semangat pada diri siswa baru.
Demikian pun komunikasi dan interaksi positif antar warga sekolah, perilaku positif seperti kejujuran, kemandirian pada para siswa baru segera terwujud.
Di upacara bendera, mengawali amanatnya, kepala sekolah SMA Tarakanita 2 Jakarta, Yosef Todarung, S.S, M.M. memberi salam selamat datang pada siswa baru fase E, patut diapresiasi sudah mulai berproses bersama dengan bapak ibu guru, siswa/i fase F XI dan F XII terutama mereka yang menjadi panitia MPLS.
“Tuhan hadir dan berkarya di tengah–tengah kita, bersama kita dalam setiap proses pembelajaran dan kegiatan pendidikan. Pendidikan menjadi bagian yang terpenting dalam fase kehidupan karena disinilah mulai dibentuk pribadi siswa,” tegas Yosef Todarung.

“Akan menjadi masa depan yang baik jika kita punya bekal yang baik dari sekarang, melalui proses pendidikan,” lanjutnya.
Proses pendidikan di SMA Tarakanita 2 membangun kepribadian para siswa yang beriman, cerdas, berintegritas dan berbelarasa. Eto, sapaan kepala sekolah, menambahkan, segala bentuk kegiatan di lingkungan sekolah ini merupakan proses pembelajaran.
“Anda disapa, tegur oleh guru juga bentuk pembelajaran, diberitahu bagaimana memakai baju yang benar, demikian juga pembinaan–pembinaan yang lain. Menjadikan proses pembelajaran yang bermakna, dan inklusif,” urainya.
“Proses yang dirancang dengan melibatkan seluruh siswa tanpa melihat latar belakang, bahwa di lingkungan belajar semua sama, setara dan saling mendukung. Dengan demikian memberi kesempatan pada semua siswa belajar dan berkembang secara optimal,” lanjutnya.
Ia melanjutkan, sekolah memberikan fasilitas untuk mengembangkan semua yang dimiliki oleh siswa, kuncinya ada pada diri siswa sendiri. Dengan pengalaman belajar di lingkungan sekolah diharapkan semua dapat tumbuh dan berkembang dengan maksimal dengan didasari nilai – nilai ketarakanitaan.
Selanjutnya ia menegaskan, setitik air secara terus menerus akan mampu melubangi, merubah bentuk batu karang yang kokoh. Kalian juga bisa merubah masa depan menjadi lebih baik dan cerah jika kalian terus menerus belajar dan belajar dengan benar.
“Melalui semua kegiatan, sekolah tidak hanya menjadi arena untuk mencari dan mendapatkan nilai, tetapi juga sebagai arena untuk mendapatkan bekal dan pengalaman hidup,”jelasnya.
“Kita belajar bukan sekedar hanya untuk ujian dan kemudian mendapatkan nilai tetapi juga untuk hidup kita dimasa depan, “Non Scholae Sed Vitae Discimus”,” tegas Eto mengakhiri amanat pembukaan tahun pembelajaran baru
