Sentuhan Kemanusiaan di Hari Pendidikan: Alumni Regina Pacis Gelar Layanan Kesehatan Gratis untuk Publik

Info Sekolah
Sebarkan Artikel Ini:

Depoedu.com-Memperingati Hari Pendidikan Nasional bukan hanya tentang mengenang jasa para guru atau menyoroti pencapaian akademik. Bagi para alumni Regina Pacis Jakarta, momen ini menjadi kesempatan untuk memberikan kembali kepada masyarakat lewat kegiatan sosial yang menyentuh langsung kehidupan banyak orang.

Melalui Recis Health Day 2025, para alumni menyulap area sekolah di Jl. Palmerah Utara I No. 1 menjadi pusat layanan kesehatan gratis yang terbuka bagi semua kalangan.

Kegiatan ini berlangsung tepat sehari setelah Hari Pendidikan Nasional yang jatuh pada 2 Mei, dan sengaja dipilih pada hari Sabtu agar sebanyak mungkin alumni, guru, serta masyarakat umum dapat hadir dan terlibat. 

Dengan momentum yang tepat dan semangat kolaboratif, kegiatan ini menjadi lebih dari sekadar pra-reuni—ia menjadi perwujudan nyata dari nilai-nilai kemanusiaan yang ditanamkan sejak dini di lingkungan sekolah.

Layanan Kesehatan untuk Semua: Kolaborasi yang Menginspirasi

Dalam suasana penuh semangat dan kehangatan, Recis Health Day menghadirkan berbagai layanan medis yang bisa diakses secara gratis oleh masyarakat umum. 

Pemeriksaan kesehatan umum (Mini MCU), cek mata dan tulang, konsultasi dengan dokter spesialis, hingga kegiatan donor darah menjadi bagian dari layanan yang disediakan. 

Semua ini dilaksanakan secara profesional berkat kontribusi puluhan alumni yang kini telah berkarya di bidang medis.

Baca juga : Plt. Kepala SMKN 1 Titehena Apresiasi Semangat Peserta FLS3N 2025

Salah satu hal yang membuat kegiatan ini begitu bermakna adalah keterlibatan langsung para alumni sebagai tenaga medis. Banyak dari mereka yang rela meluangkan waktu dari praktik pribadi mereka demi berkontribusi dalam acara ini.

“Ini bukan hanya soal temu kangen, tapi tentang memberi kembali,” ujar Daniel, Ketua Panitia Reuni 60 Tahun yang juga alumni angkatan 2001. “Keputusan mereka untuk hadir dan melayani menunjukkan bahwa semangat pengabdian yang mereka pelajari di sekolah dulu masih terus hidup.”

Panggung Edukasi Kesehatan: Ilmu yang Membumi, Pesan yang Mendalam

Salah satu daya tarik utama dari kegiatan ini adalah sesi Health Talk yang terbuka untuk umum. 

Mengusung tema kesehatan yang relevan dan edukatif, sesi ini menghadirkan dua dokter spesialis lulusan Regina Pacis: dr. Imelda Maria Loho, Sp.PD, K-GEH, FINASIM dan Dr. dr. Laurentius Aswin Pramono, M.Epid, Sp.PD, K-EMD.

Keduanya menyampaikan materi dengan bahasa yang lugas dan mudah dipahami, menjadikan sesi ini bukan hanya informatif, tetapi juga memberdayakan.

Dr. Imelda membahas tuntas perbedaan antara GERD dan maag, dua masalah pencernaan yang sering disalahartikan oleh masyarakat. Dengan pendekatan yang sederhana namun ilmiah, ia membuka wawasan baru tentang pentingnya diagnosis dan penanganan yang tepat.

Sementara itu, dr. Aswin membagikan wawasan seputar gaya hidup sehat sebagai upaya pencegahan diabetes yang kian mengancam masyarakat urban. “Kami merasa seperti pulang ke rumah setiap kali kembali ke Regina Pacis,” tutur dr. Aswin. “Di sinilah kami belajar menjadi manusia utuh—bukan hanya cerdas, tapi juga peduli.”

 

dari Markom Sekolah Regina Pacis

Momen Silaturahmi yang Menyentuh: Mengenang, Menghargai, dan Mensyukuri

Recis Health Day juga menjadi ruang perjumpaan yang penuh emosi dan syukur. Para alumni lintas generasi dapat kembali bertatap muka dengan guru-guru dan staf yang telah purna tugas—figur-figur yang membentuk nilai dan karakter mereka di masa muda. 

Momen-momen ini menjadi pengingat betapa kuatnya ikatan batin yang dibangun dalam komunitas sekolah misi seperti Regina Pacis.

Salah satu peserta, Caroline F. Sunarko, alumni angkatan 1991, mengungkapkan rasa syukurnya bisa kembali ke tempat yang ia sebut “rumah kedua.” “Saya 14 tahun bersekolah di sini, dari TK sampai SMA. Bertemu kembali dengan para guru membuat saya sangat bersyukur,” ujarnya.

“Kegiatan ini bukan hanya nostalgia, tapi juga refleksi tentang siapa saja yang terlibat membentuk hidup kita.” Momen silaturahmi ini menjadi bagian penting dari keseluruhan acara—menumbuhkan kembali rasa memiliki dan kebersamaan yang hangat.

Dukungan Lintas Sektor: Bersatu untuk Kesehatan dan Kebaikan Bersama

Keberhasilan acara ini tidak lepas dari sinergi banyak pihak. Kementerian Kesehatan melalui RSK Dharmais, Palang Merah Indonesia, serta sejumlah mitra layanan kesehatan turut ambil bagian.

Selain dukungan teknis dan fasilitas, yang paling penting adalah semangat kolaborasi yang terasa nyata. Para alumni profesional di bidang medis datang tidak hanya sebagai narasumber atau pelaksana teknis, tetapi sebagai bagian dari gerakan sosial yang inklusif.

Melalui kolaborasi lintas sektor ini, Recis Health Day menjadi bukti bahwa kebaikan bisa terwujud ketika berbagai elemen bersatu untuk tujuan yang sama.

Baca juga : Komisi X DPR RI Telah Membentuk Panja Mengenai Sekolah Kedinasan

“Melalui kegiatan seperti ini, kita tidak hanya merayakan masa lalu, tapi juga menciptakan masa depan bersama,” tutur Anastasia Citra, alumni angkatan 1997. 

“Recis Health Day memberi ruang bagi kami untuk terus melayani, menjalin persaudaraan, dan membangun jejaring yang kuat demi kebaikan bersama.”

Dari Sekolah ke Masyarakat: Pendidikan yang Memberi Dampak Nyata

Lebih dari sebuah perayaan internal, Recis Health Day memperlihatkan bahwa pendidikan yang bermakna tidak berhenti di ruang kelas. Ia tumbuh menjadi kepedulian sosial yang nyata, mewujud dalam tindakan yang menjangkau masyarakat luas. 

Melalui kegiatan ini, Regina Pacis menunjukkan bahwa misi pendidikannya relevan dan berdampak bahkan setelah murid-muridnya meninggalkan bangku sekolah.

“Pendidikan sejati melahirkan manusia yang tidak hanya cerdas, tapi juga peduli. Recis Health Day adalah cerminan dari misi itu,” ujar salah satu guru senior yang turut hadir.

Menuju perayaan 60 tahun Regina Pacis Jakarta pada September 2025 mendatang, para alumni telah memberi pesan kuat bahwa peringatan tidak harus bersifat seremonial.

Peringatan bisa menjadi ajang pelayanan, ruang refleksi, dan kesempatan memperluas nilai-nilai kemanusiaan. 

5 2 votes
Article Rating
Sebarkan Artikel Ini:
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments