International Experiential Learning Murid SMA Regina Pacis Jakarta di Australia

Info Sekolah
Sebarkan Artikel Ini:

Depoedu.com-SMA Regina Pacis Jakarta kembali membuktikan komitmennya dalam menghadirkan pengalaman belajar yang berkualitas dan berorientasi global.

Melalui program International Experiential Learning, para murid mendapat kesempatan emas untuk belajar dan merasakan langsung sistem pendidikan serta budaya akademik di Australia.

Program ini berlangsung pada 1–9 Maret 2025 dan menjadi bagian dari implementasi Kurikulum Recis. Kurikulum ini terdiri dari lima pilar pengembangan yang saling melengkapi, yaitu Kurikulum Nasional, Kurikulum Internasional, Character Building, Transformational Digital, dan Future Skills.

Dengan pendekatan ini, SMA Regina Pacis Jakarta memastikan bahwa setiap murid memiliki kesiapan akademik, karakter yang kuat, serta keterampilan masa depan yang relevan dengan tantangan global.

Program ini dirancang tidak hanya untuk memperluas wawasan akademik tetapi juga untuk memberikan pengalaman nyata tentang kehidupan dan budaya di luar negeri. 

Para murid memiliki kesempatan untuk mengalami langsung dinamika pembelajaran di lingkungan internasional, berinteraksi dengan pelajar dari latar belakang budaya yang berbeda, serta mengembangkan keterampilan adaptasi dan komunikasi lintas budaya. 

Pengalaman ini tidak hanya meningkatkan pemahaman mereka tentang sistem pendidikan global, tetapi juga memperkuat nilai-nilai kebersamaan, toleransi, dan kemandirian yang menjadi bagian integral dari pendidikan di SMA Regina Pacis Jakarta.

Merasakan Pendidikan Global di Sacred Heart Girls’ College

Selama di Melbourne, para murid menjalani pengalaman belajar yang tak terlupakan di Sacred Heart Girls’ College (SHGC).

Mereka tidak hanya berinteraksi dengan teman-teman sebaya dari latar belakang budaya yang berbeda, tetapi juga mengalami metode pengajaran yang lebih interaktif dan berbasis teknologi. 

Dengan pendekatan pembelajaran yang lebih eksploratif, murid diajak untuk berpikir kritis, bekerja dalam tim, serta memanfaatkan teknologi sebagai bagian dari proses belajar.

Samuel Christo, salah satu peserta, berbagi kesannya, “Pengalaman saya di sana sangat seru dan sangat berbeda dari Indonesia. Materi mereka jauh lebih sulit dan rumit.” 

Pengalaman ini membuka perspektif baru bagi para murid tentang bagaimana sistem pendidikan di luar negeri menantang siswa untuk lebih mandiri dalam memahami materi.

Sementara itu, William menyoroti peran teknologi dalam pembelajaran di SHGC. “Pengalaman belajar saya sangatlah seru karena saya bisa mempelajari materi baru, gaya belajar murid-murid, dan juga sekolah yang mengutamakan teknologi dalam proses pembelajaran.”

Baca juga : Memberi Catatan Pada Gagasan Dedi Mulyadi Tentang Wajib Militer Bagi Siswa SMA

Penggunaan teknologi dalam pendidikan di SHGC mencerminkan bagaimana sekolah-sekolah di Australia telah beradaptasi dengan era digital untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

Selain itu, metode pengajaran yang diterapkan di SHGC juga mendorong interaksi aktif antara siswa dan guru. Tidak hanya sebatas mendengar ceramah di kelas, tetapi siswa juga didorong untuk mengajukan pertanyaan, berdiskusi, serta melakukan proyek berbasis riset.

Hal ini mencerminkan filosofi pendidikan di Australia yang menekankan student-centered learning, di mana siswa diberikan kebebasan untuk mengeksplorasi dan memahami materi secara lebih mendalam dengan bimbingan guru.

Tantangan Beradaptasi dan Nilai-Nilai yang Diterapkan

Menghadapi lingkungan belajar yang berbeda tentu membawa tantangan tersendiri. Devina, siswa kelas 10, mengungkapkan bahwa tantangan terbesarnya adalah adaptasi dengan kebiasaan lokal, seperti penggunaan tisu di toilet dan makanan khas India di homestay-nya.

“Saya mengubah mindset bahwa semua yang disediakan sudah dibuat senyaman mungkin. Namun, saya tetap jujur jika harus menghindari makanan tertentu dengan sopan. Lama-kelamaan, saya terbiasa.”

Radeywin, siswa kelas 11, juga menghadapi tantangan dengan sistem moving class di SHGC. “Menurut saya ini cukup menantang karena jarak antar kelas yang jauh, tetapi seru karena setiap kelas memiliki teman yang berbeda.

Saya juga melihat bagaimana sekolah di Australia sangat inklusif, dengan layanan kesehatan mental dan alat bantu dengar untuk siswa yang membutuhkannya.”

Kiran, siswa kelas 11, menghadapi tantangan dalam hal makanan. “Saya bukan orang yang bisa makan banyak dan harus memilih sebelum makan. Namun, saya selalu mencoba setiap makanan yang ditawarkan dan mengungkapkan dengan sopan jika kurang cocok.”

Meskipun menghadapi berbagai tantangan, para murid berhasil beradaptasi dan menjadikannya pengalaman berharga. Adaptasi ini tidak hanya mengajarkan mereka untuk lebih fleksibel dan terbuka terhadap perbedaan, tetapi juga memperkaya wawasan mereka tentang budaya dan kebiasaan di luar negeri.

Program Well-Being: Kebahagiaan Sebelum Belajar

Selain pengalaman para murid, ada hal menarik yang saya temui sebagai kepala sekolah sekaligus pendamping dalam perjalanan ini. Saya berkesempatan bertemu dengan Ms. Marlo, Direktur Well-Being di Sacred Heart Girls’ College. 

Dalam pertemuan tersebut, kami berdiskusi tentang program well-being di sekolah yang berfokus pada beberapa aspek sesuai Kurikulum Victoria. Ms. Marlo menyampaikan filosofi pendidikan mereka, “Kita pastikan anak happy sebelum belajar agar hasilnya maksimal.”

Pernyataan ini mencerminkan bagaimana SHGC menaruh perhatian besar pada kesejahteraan siswa sebelum aspek akademik. 

Mereka menyediakan berbagai program pendukung, seperti layanan konseling, mindfulness, serta berbagai aktivitas yang membantu siswa merasa nyaman dan bahagia di lingkungan sekolah. 

Baca juga : Dark Learning: Distorsi Informasi

Hal ini menjadi inspirasi bagi kami dalam mengembangkan pendekatan serupa di SMA Regina Pacis Jakarta, memastikan bahwa kesejahteraan emosional dan mental murid menjadi prioritas dalam proses pembelajaran.

Eksplorasi Dunia Akademik di Universitas Terkemuka

Selain belajar di SHGC, para murid dan juga pendamping  mendapatkan kesempatan untuk mengunjungi beberapa universitas ternama di Melbourne, seperti University of Melbourne, Monash University, dan Australian Catholic University. 

Mereka melihat langsung bagaimana sistem pendidikan tinggi di Australia mendorong kebebasan berekspresi serta pengembangan minat individu melalui berbagai klub dan komunitas.

Dukungan dari agen tour Proxima dan Impact Adventures turut membuat perjalanan pembelajaran ini semakin berkesan. 

Program ini tidak hanya memberikan wawasan akademik tetapi juga membentuk karakter para murid agar siap menghadapi tantangan global dengan nilai-nilai Integrity dan Peace yang diusung oleh SMA Regina Pacis Jakarta.

Dengan pengalaman ini, para murid tidak hanya mendapatkan ilmu baru tetapi juga memperkaya wawasan mereka tentang dunia, membangun kemandirian, serta menanamkan nilai-nilai kepemimpinan dan keberagaman. 

SMA Regina Pacis Jakarta terus berkomitmen untuk menghadirkan pendidikan yang membawa dampak nyata bagi masa depan generasi muda. 

Dampak Program terhadap Murid dan Sekolah

Pengalaman belajar internasional ini memberikan dampak positif yang signifikan. Bagi murid, program ini meningkatkan kepercayaan diri mereka dalam beradaptasi dengan lingkungan baru.

Program ini juga memperkuat keterampilan komunikasi dalam bahasa Inggris, serta membuka wawasan mereka terhadap peluang pendidikan di luar negeri. Mereka juga belajar untuk lebih mandiri dalam menghadapi tantangan dan berani keluar dari zona nyaman mereka.

Bagi sekolah, program ini memperkuat posisi SMA Regina Pacis Jakarta sebagai institusi pendidikan yang berorientasi global. Dengan adanya program ini, sekolah semakin diakui sebagai lembaga yang mendukung inovasi dalam pendidikan. 

Bagi sekolah program ini juga membangun kemitraan internasional yang berkelanjutan. Hal ini juga menjadi motivasi bagi murid lainnya untuk lebih giat belajar dan mengeksplorasi kesempatan pendidikan di luar negeri.

Dengan pengalaman ini, para murid tidak hanya mendapatkan ilmu baru tetapi juga memperkaya wawasan mereka tentang dunia, membangun kemandirian, serta menanamkan nilai-nilai kepemimpinan dan keberagaman. 

SMA Regina Pacis Jakarta terus berkomitmen menghadirkan pendidikan yang membawa dampak nyata bagi masa depan generasi muda. 

5 4 votes
Article Rating
Sebarkan Artikel Ini:
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments