Depoedu.com-Pelatihan Pengolahan Dan Penyimpanan Hasil Produksi Ikan Untuk Anggota KUPS Perikanan Pada Sabtu 23 November 2024 di Desa Sungai Besar Kecamatan Matan Hilir Selatan (MHS) Kabupaten Ketapang Provinsi Kalimantan Barat Sukses Dilaksanakan.
Selain pelatihan secara teori, kegiatan pelatihan ini juga melakukan praktik secara langsung dalam pembuatan nugget dan stik dari ikan lele kepada peserta KUPS ( Kelompok Usaha Perhutanan Sosial) yang ikut serta dalam kegiatan ini yaitu berasal dari Desa Pangkalan Telok, Desa Sungai Besar, Desa Sungai Pelang, Dan Desa Pematang Gadung.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Tropenbos Indonesia bersama Lestari Capital serta didukung oleh Pemerintah Provinsi Kalbar, Pemerintah Kabupaten Ketapang, KLHK, KPH Ketapang Selatan, dan Lembaga Pengelola Hutan Desa.
Ir. Ningrum Dwi Hastuti, S.TP.,M.P yang merupakan salah satu staf pengajar Prodi Agroindustri di Politeknik Negeri Ketapang selaku Narasumber dalam pelatihan ini menuturkan bahwa kegiatan ini sangat penting karena bermanfaat untuk meningkatkan perekonomian masyarakat khususnya yang mana hasil ikan kita di sini melimpah ruah.
Selama ini jenis ikan lele hanya di jual Rp 25.000 / kg namun jika ikan lele tersebut diolah menjadi produk turunan seperti nugget, stik, kerupuk, abon dari ikan lele dan kemudian dikemas, maka harga jualnya bisa mencapai Rp 00.000 / kg. Ini bisa mendorong ibu-ibu di rumah menghasilkan uang tambahan membantu ekonomi keluarga.
Baca juga : Melacak Akar Kekerasan Anak Usia 14 Tahun, yang Tega Membunuh Ayah dan Neneknya di Lebak Bulus
“Semoga kelompok-kelompok KUPS yang hadir hari ini bisa sukses mengembangkan usaha nugget dan stik dari ikan lele ini,” ucap Ir.Ningrum Dwi Hastuti, S.TP., M.P saat dikonfirmasi di sela kegiatan.
Selain itu Setiadi sebagai Koordinator Pengembangan Usaha di Lembaga Pengelola Hutan Desa Rawa Gambut Desa Sungai Besar berharap agar usaha produk turunan ikan lele ini bisa berkembang dan meningkatkan perekonomian masyarakat yang ada di tiap desa dampingan Tropenbos Indonesia.
“Kita berharap agar KUPS ini bisa berkembang dan bisa menjadikan usaha nugget dan stik ikan lele ini menjadi “Produk Unggul” di desa,” tutur Setiadi.
Veri kurniawan selaku Ketua KUPS Perikanan Air Payau Desa Sungai Besar, merasa senang dengan adanya pelatihan secara teori dan praktlk langsung dalam pembuatan nugget dan stik dari ikan lele ini, karena dapat menunjang ekonomi keluarga mereka, dan semoga hasil dari kegiatan ini bisa diproduksi dalam jumlah banyak dan laku di pasaran.
“Kelompok kami akan secara serius mengembangkan usaha nugget dan stik lele. Semoga usaha ini membawa dampak positif bagi perekonomian kelompok kami,” jelas Veri Kurniawan kepada media ini.
Baca juga : Perlu Pengembangan Pengajaran dengan Pendekatan Ini, Agar Lulusan Sekolah Memiliki Soft Skills
Rismanto selaku Kepala Dusun Transmigrasi Desa Sungai Besar juga mendukung penuh kegiatan pelatihan ini, di mana menurutnya bahwa sebagian Desa Sungai Besar ini terletak daerah pesisir sehingga ikan laut dan ikan air tawar sangat melimpah ruah, khususnya ikan lele.
Dengan adanya pelatihan pembuatan nugget dan stik ikan lele ini dapat membuka wawasan masyarakat/ pelaku ekonomi untuk membaca peluang sekecil apapun dalam meningkatkan ekonomi keluarga mereka.
Di lain pihak, Fabianus Wandego selaku perwakilan mahasiswa-mahasiswi dari Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura Pontianak yang saat ini bersama Mahasiswa dari Hogeschool Van Hall Larenstein Belanda sedang menjalankan kegiatan magang di Tropenbos Indonesia menjelaskan bahwa kegiatan pelatihan pembuatan nugget dan stik ikan lele ini, sangat positif.
Hal ini memberikan pembelajaran dan membuka wawasan masyarakat yang memiliki kemauan menggeluti usaha ini dalam meningkatkan perekonomian mereka.
” Kami selaku mahasiswa dan mahasiswi berharap usaha nugget lele ini akan terus berkembang dan menjadi produk unggulan di Desa,” pungkas Fabianus Wandego.
Tulisan ini pernah tayang di eposdigi.com, ditayangkan kembali dengan seizin penulis.
