Pemkot Tangerang Selatan Lakukan ini Untuk Memperbaiki Kualitas Udara

DEPO Topik
Sebarkan Artikel Ini:

Depoedu.com-Indeks Kualitas Udara (AQI) di Tangerang Selatan menurut laman IQAir.com untuk data yang ter-update pada pukul 22.00 WIB menunjukkan bahwa kualitas udara di kota ini masuk pada kategori tidak sehat, dengan angka indeks 154.

Sementara laman yang sama, juga mengukur tingkat konsentrasi PM2.5 adalah 12.2 kali nilai panduan kualitas udara tahunan oleh WHO. Adapun standar WHO adalah 15 mikrogram per meter kubik.

Selain WHO, pemerintah juga menetapkan standar tingkat konsentrasi PM2.5 yaitu pada angka 55 mikrogram per meter kubik.

Konsentrasi PM2.5 pada angka 55 ini berdasarkan pada Peraturan Pemerintah nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Jika dihitung berdasarkan data dari IQAir maka konsentrasi PM2.5 di Tangerang Selatan adalah 183. Angka ini bahkan 3 kali lipat lebih dari angka NAB sebesar 55 mikrogram per meter kubik.

PM2.5 merupakan istilah untuk mengukur tingkat kepadatan partikel di udara. PM merupakan singkatan dari particulate matter. Sementara angka 2.5 merujuk pada ukuran polutan yang sangat kecil yaitu sekitar 2,5 mikrometer (micron).

Particulate Matter (PM) merujuk pada campuran partikel padat dan cair yang ditemukan di udara. PM 2.5 terbentuk dari ratusan bahan kimia yang berbeda yang terbentuk di atmosfer. Katadata.co.id (17/09/2021) mengungkapkan bahwa Nilai Ambang Batas (NAB) untuk PM2.5 adalah 65 mikrogram per meter kubik.

Baca juga : Daftar Obat Tradisional, Suplemen Dan Kosmetik Yang Ditarik BPOM Karena Mengandung Bahan Berbahaya

Sumber-sumber polusi atau polutan seperti asap knalpot kendaraan, pembuangan sisa pembangkit listrik, cerobong asap, pembakaran limbah pertanian, abu letusan gunung berapi, pembuatan jalan memakai aspal, debu tanah, garam laut dan lainnya.

BMKG membagi level PM2.5 berdasarkan kategori sebagai berikut: 0-15 mikrogram per meter kubik dikategorikan sebagai udara berkualitas Baik. 16-65 mikrogram per meter kubik termasuk Sedang. 66 – 150 mikrogram per meter kubik dikatakan Tidak Sehat.

 Jika PM2.5 berada pada angka 151-250 mikrogram per meter kubik maka dikategorikan sebagai Sangat Tidak Sehat dan lebih dari angka itu dikategorikan sebagai Berbahaya.

Pengukuran kualitas udara -AQI di Tangerang Selatan dilakukan di tiga titik berbeda yaitu di Stasiun Darul Quran Mulia angka indeks AQI sebesar 181, di Stasiun Pengukuran Pesantren Bayt Al-Quran: 154, dan di stasiun Yayasan AHP Lebak Bulus: 137.

Dalam tulisan sebelumnya, AQI dikategorikan berdasarkan angka 0 hingga di atas 500. Angka indeks 0 – 50 disebut Baik. Kualitas udara pada kategori Sedang angka indeksnya 51 – 100. Kualitas udara Tidak Sehat untuk kelompok sensitif dengan angka indeks 101 – 150.

Sedangkan kualitas udara dikatakan Tidak Sehat, apabila angka indeksnya 151-200. Kualitas udara dalam kategori ini dapat merugikan manusia maupun kelompok hewan. Angka indeks 201 – 300 dikategorikan sebagai Sangat Tidak Sehat. Angka indeks 301 – 500 atau lebih kualitas udara dikategorikan sebagai Berbahaya.

Baca juga : Sekolah Tarakanita Berbagi Praktik Baik Pembelajaran Berbasis Literasi Dan Numerasi

Pemerintah Kota Tangerang Selatan sudah mengambil langkah-langkah positif untuk memperbaiki kualitas udara di kotanya.

Akun instagram “wargatangsel” dalam postingannya per tanggal 20 Agustus 2023 mengatakan bahwa selain melakukan uji emisi pada kendaraan yang telah berusia lebih dari 5 tahun terutama mobil-mobil dinas milik Pemkot Tangsel.

Selain itu pemerintah juga menggalakkan penanaman pohon oleh setiap kecamatan yang ada di Tangerang Selatan.

“Yang sudah kita lakukan kemarin kami mengerahkan penanaman pohon di Tangsel. Setiap Kecamatan kita dorong untuk melakukan penanaman pohon pucuk merah, trembesi, tabebuya, dan karena cuacanya panas saya dorong juga (pohon) kembang kertas,” kata Walikota Benyamin Davnie seperti ditulis oleh wargatangsel.

Apa yang dilakukan oleh Pemkot Tangsel sudah tepat. Uji emisi untuk mengurangi potensi pencemaran  dan menanam pohon untuk memperbaiki udara yang sudah tercemar.

Dorongan yang dilakukan oleh Walikota Benyamin ini harus disambut baik oleh warga Tangsel.  Penanam pohon bukan hanya tanggung jawab pemerintah kecamatan.

Menanam dan merawat tanaman adalah kewajiban semua warga masyarakat. Agar hak setiap orang untuk menghirup udara sehat dan segar dapat terpenuhi.

Foto: Disway

Tulisan ini pernah tayang di eposdigi.com; ditayangkan kembali dengan seizin penulis.

5 1 vote
Article Rating
Sebarkan Artikel Ini:
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments