Belajar dari Kasus Penipuan Study Tour SMAN 21 Bandung untuk Pengelolaan Kegiatan Sekolah Lebih Baik

EDU Talk
Sebarkan Artikel Ini:

Depoedu.com-SMAN 21 Bandung yang merencanakan study tour tanggal 24-27 Mei ke Yogyakarta batal, lantaran pada hari Selasa malam (23/5) sekitar pukul 19.00 WIB, sekolah mengirim pesan pembatalan melalui group whatsaap kelas XI.

Pihak sekolah mengirim pesan pembatalan tersebut setelah pihak Grand Traveling Indonesia mengabarkan membatalkan tour setelah hingga tangal 22/5 belum menerima pelunasan biaya tour sebagaimana telah disepakati.

Padahal pihak sekolah menegaskan sudah melakukan pembayaran sebesar Rp. 416 juta melalui rekening salah satu staf travel dan tidak melalui rekening yang digunakan sebelumnya, ketika membayar tanda jadi bekerja sama dengan Grand Traveling Indonesia.

Setelah ditelusuri, pihak sekolah dalam pertemuan dengan orang tua murid (24/5) menjelaskan bahwa biaya study tour telah dibayarkan melalui rekening ICS salah seorang staf dari Grand Traveling Indonesia namun dana tersebut digunakan oleh yang bersangkutan.

Pihak sekolah kemudian melaporkan kejadian ini ke polisi dan kini ICS sudah ditangkap polisi dan sedang dalam penyelidikan lebih lanjut oleh polisi. ICS adalah tour guide freelance. Hasil pemeriksaan polisi sementara, ICS telah menggunakan uang tersebut untuk kepentingan pribadi.

Dalam pertemuan dengan wartawan Lilis Komariah, Wakil Kepala Sekolah urusan Kesiswaan menjelaskan bahwa study tour ke Yogyakarta akan tetap dilaksanakan, hanya saja diundur hingga pertengahan Juni yang akan datang.

Baca juga : Chip Otak Neuralink Milik Elon Musk Dapat Ijin Implan Pada Manusia. Apa Dampaknya?

“Alhamdulillah sekolah sudah punya solusi. Kegiatan tetap dilaksanakan, hanya diundur setelah selesai kegiatan penilaian akhir tahun. Anak-anak tetap akan berangkat study tour ke Yogyakarta pada 14-16 Juni 2023,” kata Lilis pada wartawan Detik.com.

Pelajaran dari kasus ini

Kasus SMAN 21 Bandung ini merupakan kasus penipuan dengan korban sebuah institusi pendidikan dan yang menjadi korban adalah 320 murid kelas XI sekolah ini. Dari jumlah murid perangkatan, harusnya sekolah ini merupakan salah satu SMAN besar di Bandung.

Namun kasus ini membuktikan sekali lagi bahwa sekolah-sekolah kita masih tidak cermat dan tidak profesional dalam mengurusi kegiatan. Hal tersebut terlihat dari mudahnya pihak sekolah melakukan pembayaran melalui rekening lain, sebelum melakukan konfirmasi terlebih dahulu.

Padahal sebelum pembayaran ini, pada saat pembayaran tanda jadi, sekolah pernah melakukan pembayaran melalui rekening lain.

Harusnya, jika ada perubahan rekening pembayaran, pihak sekolah hendaknya  melakukan konfirmasi untuk memastikan resmi atau tidaknya rekening tersebut. Juga mengecek status pemilik rekening dalam struktur perusahan pelaksana study tour.

Harusnya proses transfer hanya dapat dilakukan setelah hal-hal tersebut dipastikan. Hanya dengan begitu tindakan penipuan dapat dihindari.

Baca juga : Kristen Muhamadiyah: Mengelola Pluralitas Agama Dalam Pendidikan

Ini adalah hal-hal basic dalam mengurusi kegiatan yang hanya dapat dilakukan dengan baik jika para guru yang mengelola kegiatan memiliki rasa tanggung jawab dan sikap profesional dalam mengurusi kegiatan.

Selain itu pertanggungjawaban kegiatan bukan hanya menyangkut apakah kegiatan tersebut dilaksanakan atau tidak dilaksanakan, melainkan apakah tujuan kegiatan tersebut tercapai atau tidak.

Seringkali sekolah menyelengarakan kegiatan study tour, tetapi tidak ada aspek pembelajaran tercapai melalui kegiatan tersebut. Aspek yang tercapai hanya aspek rekreasi saja. Bahkan kegiatan yang disebut study tour hanya jadi sarana bagi guru di banyak sekolah untuk mencari uang tambahan.

Ini adalah hal-hal esensial yang terlewatkan  dalam pengurusan kegiatan di banyak sekolah, sehingga para murid tidak memperoleh apa-apa yang menumbuhkan dari banyak kegiatan, padahal untuk kegiatan tersebut, orang tua murid diminta membayar mahal.

Mari kita belajar dari kasus SMAN 21 Bandung untuk lebih cermat dan profesional dalam mengurusi kegiatan, terlebih memastikan kegiatan yang kita selengarakan berdampak menumbuhkan para murid menjadi pribadi yang lebih baik. 

Foto: kompas.com 

5 2 votes
Article Rating
Sebarkan Artikel Ini:
Subscribe
Notify of
guest
1 Comment
oldest
newest most voted
Inline Feedbacks
View all comments
trackback

[…] Baca juga : Belajar Dari Kasus Penipuan Study Tour SMAN 21 Bandung Untuk Pengelolaan Kegiatan Sekolah Lebih Baik […]