Depoedu.com-Nasionalisme sangat dibutuhkan dalam kelangsungan suatu negara, dengan harapan memunculkan rasa persatuan di dalam negara tersebut. Bagaimana dengan kondisi sekarang?
Di zaman serba teknologi yakni era globalisasi seperti ini, rasa nasionalisme mulai berkurang, terutama di kalangan pelajar.
Pengaruh budaya dan teknologi dari luar mulai menghiasi kebiasaan pelajar dewasa ini. Kebiasaan yang sesuai dengan kebudayaan kita, tidaklah akan menjadi masalah.
Namun kebiasaan yang bertentangan dengan kebudayaan kita, tentunya akan memunculkan beberapa masalah yang dapat berpengaruh pada tingkat nasionalisme terhadap bangsa.
Baca juga : Penelitian Harvard University Selama 80 Tahun Mengungkap Resep Hidup Bahagia
Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Aula SMA Negeri 1 Lewolema, Kamis (23/02/2023) berjalan baik dan lancar dengan narasumber Anggota MPR/DPD RI, Angelius Wake Kako, S.Pd., M.Si.
Kegiatan ini mengusung tema “Pancasila sebagai Dasar dan Ideologi Negara, Bhinneka Tunggal Ika sebagai Semboyan Negara, Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai Bentuk Negara, UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai Konstitusi Negara serta Ketetapan MPR”.
Kepala SMA Negeri 1 Lewolema, Nikolaus Erak, S.Pd dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya Sosialisasi Empat Pilar MPR RI bagi seluruh warga sekolah. Kegiatan ini merupakan salah satu cara untuk membangkitkan semangat nasionalisme.
“Sosialisasi Empat Pilar sangat penting untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan bernegara sejak dini kepada pelajar SMA Negeri 1 Lewolema. Kegiatan ini akan menjadi bekal dalam membangun generasi muda penerus bangsa yang militan dan nasionalis”, ujarnya.

Sementara itu di hadapan para peserta, Angelius Wake Kako, S.Pd., M.Si yang akrab disapa Anjelo mengatakan bahwa pelaksanaan sosialisasi ini berdasarkan tugas MPR RI yakni memasyarakatkan Pancasila.
Selain itu, juga Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika, dan Ketetapan MPR RI dalam bingkai program Sosialisasi Empat Pilar MPR RI.
“Negara yang kokoh bukan hanya ditentukan oleh kekuatan militernya. Sejarah membuktikan bahwa Uni Soviet yang pernah berjaya dan ditakuti oleh Amerika Serikat kini terpecah belah menjadi sekian banyak negara,” kata Anjelo.
“Kuat dan lemahnya suatu negara sangat ditentukan oleh rasa nasionalisme seluruh warganya. Jika jiwa nasionalis sudah tertanam dengan baik, apapun hambatan yang dihadapi pasti tidak akan goyah”, lanjut Anjelo.
Baca juga : Mengenal Lima Negara, Tujuan Belajar Terbaik Di Dunia
Lebih lanjut, Anjelo mengungkapkan bahwa kita harus mampu menjaga keutuhan Bangsa Indonesia dari Sabang sampai Merauke dan dari Miangas sampai Rote agar tetap berdiri kokoh sebagai satu kesatuan yang utuh.
Ia mengharapkan agar melalui sosialisasi ini dapat menghidupkan kembali nilai-nilai perjuangan para Pahlawan Bangsa dan rasa nasionalisme sesuai semangat Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 1945.
Sebanyak 209 orang peserta didik serta 35 orang tenaga pendidik dan kependidikan SMA Negeri 1 Lewolema yang hadir dalam sosialisasi.
Selain itu hadir pula, Kelompok Pemerhati Pendidikan Kecamatan Lewolema. Kegiatan ini pun mendapat dukungan dari Pemerintah Desa Bantala dan Pengurus Komite Sekolah.
