Depoedu.com-Memaknai Paskah sebagai kebangkitan Tuhan Yesus yang telah mengalahkan maut, setelah tiga hari Ia wafat di kayu salib demi cinta-Nya kepada manusia. Momentum ini selalu dikenang oleh umat-Nya termasuk sekolah yang bernaung di bawah Yayasan Tarakanita.
Oleh karena itu, SMP-SMA Tarakanita, maupun SMK Pius X Magelang merayakan Paskah di gereja Santo Ignatius Magelang. Perayaan tersebut juga sekaligus merupakan peringatan 73 tahun berdirinya Yayasan Tarakanita di Indonesia dan 188 tahun para Suster cinta kasih Carolus Borromeus berkarya.
Baca juga : Prof. Muhammad Madyan, Terpilih Menjadi Rektor Baru Universitas Airlangga Surabaya
Perayaan Paskah yang dikemas di dalam Perayaan Ekaristi Kudus dengan tema “Dare to shine : Witnessing hope in a world of darkness” Berani bersinar, mengalami harapan di tengah situasi atau keadaan yang suram, penuh kesulitan ataupun penuh masalah.
Perayaan Ekaristi Kudus ini dipimpin oleh gembala umat Romo Stefanus Istoto Raharjo, Pr. Selama perayaan Ekaristi Kudus, para siswa beserta guru dan karyawan SMP-SMA Tarakanita, maupun SMK Pius X mengikutinya dengan khidmat.
Dalam homilnya, Romo Stefanus Istoto Raharjo, Pr mengajak untuk tetap tersenyum seperti yang ditampilkan dalam diri sosok almarhum Paus Fransiskus yang berpulang setelah merayakan kebangkitan Yesus Kristus pada Paskah tahun ini.

Wajah tersenyum menunjukkan adanya secercah penuh harapan akan segala permasalahan yang dihadapi. Romo Istoto juga mengajak semuanya untuk meneladani 10 pesan Paus Fransiskus di tahun baru 2025 di antaranya:
- Tidak bergosip
- Tidak membuang makanan
- Luangkan waktu bersama keluarga
- Belanja barang sesuai dengan kebutuhan
- Bantu orang yang berkekurangan
- Berhenti menyalahkan orang lain
- Bersahabat dengan mereka yang tak sepaham
- Punya komitmen, selalu konsisten dan setia
- Selalu bersandar dan berdoa kepada Tuhan
- Selalu bergembira
Pesan Romo Istoto di dalam menghadapi permasalahan janganlah mudah marah, karena dengan marah terdapat sedikit banyak akan menimbulkan persoalan dengan orang lain, tetapi lebih baik menangislah, karena dengan menangis disertai cucuran air mata akan membuka hati dan melihat diri untuk memperbaikinya.
Baca juga : Bumi Perkemahan Indreng Genitri Saksi Pelantikan Penegak Laksana SMA Santo Carolus Tarakanita Surabaya
Romo Istoto mengatakan, karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
Hal inilah yang juga menjadi dasar pelayanan Yayasan Tarakanita dan suster- suster cinta kasih Carolus Borromeus sampai saat ini boleh mengalami kasih Allah sendiri dalam pelayanan terhadap umat-Nya.
Yayasan Tarakanita sudah berkarya selama 73 tahun dalam dunia pendidikan dan Kongregasi suster-suster cinta kasih Carolus Borromeus telah berkarya selama 188 tahun dalam pelayanan pendidikan dan kesehatan.
Tetaplah bersinar dalam menyikapi arus zaman segenap warga Tarakanita dengan selalu mendasarkan diri kepada kebangkitan Yesus Kristus yang telah mengalahkan maut.
