Depoedu.com-Siswa kelas VI SDK Sang Timur Karang Tengah yang berjumlah 128 siswa tersebar dalam 4 kelas mengikuti retret di Wisma Lestari, Cikanyere Puncak Bogor.
Tujuan siswa/i mengikuti kegiatan retret tersebut adalah mempersiapkan batin dan terkhusus diri mereka untuk berlangkah ke jenjang SMP. Retret adalah suatu proses doa yang dilakukan dalam kesunyian. Retret merupakan suatu latihan rohani dalam tradisi Gereja Katolik, dalam terang Injil.
Dalam retret, siswa/i mau merefleksikan perjalanan hidup dan mencoba menemukan kehendak Tuhan bagi dirinya. Tujuan retret bukan pertama-tama pemahaman intelektual, melainkan keikutsertaan hati dan pertobatan.
Sr. Clarissa PIJ selalu kepala Sekolah menjelaskan kegiatan tersebut dibagi dalam dua kelompok. Kelompok pertama dimulai pada tanggal 17 -19 Oktober selanjutnya kelompok kedua tanggal 19-21 Oktober 2022.
Baca juga : Hari Pangan Sedunia : Kelaparan Vs Sampah Makanan
Sr Clarissa PIJ menjelaskan, program retret ini merupakan program yang masuk dalam taraf wajib di SDK Sang Timur yang diselenggarakan tiap tahun bagi siswa kelas VI.
Ibu Valentina Dwi Astuti, salah seorang guru pendamping kelas VI, saat dihubungi menjelaskan alasan pihak sekolah mengadakan kegiatan retret sebelum melanjutkan ke jenjang SMP adalah untuk mempersiapkan anak-anak dalam hal kesiapan batin, rasa percaya diri, optimis dan lainnya.
Tema retret siswa adalah, “Menjadi Pribadi yang Berkualitas dan Mandiri”. Retret dipandu oleh Sr. Celine dan Sr Alicia PIJ. Pada hari pertama siswa/i diajak untuk mengasihi Allah dan sesama.
Tema ini mengajak siswa untuk mengasihi Allah serta sesama dengan penuh sukacita. Sambil mendalami materi, para siswa diajak menyaksikan berbagai video motivasi. Hari kedua para siswa diajak untuk mengikuti kegiatan outdoor serta refleksi.

Aktivitas outdoor bertujuan agar siswa dapat beradaptasi dengan lingkungan dan alam sekitar dan, mengetahui pentingnya keterampilan hidup dan pengalaman hidup di lingkungan dan alam sekitar, dan memiliki memiliki apresiasi terhadap lingkungan dan alam sekitar, serta sesama.
Selanjutnya kegiatan refleksi diri oleh siswa dengan tujuan agar dapat memberikan motivasi kepada siswa untuk dapat mengetahui, kemudian memperbaiki, dan meningkatkan semangat belajar mereka.
Selain itu refleksi diri juga dapat melatih memutar kembali memori tentang apa saja materi dan aktivitas yang sudah dilakukan selama kegiatan retret.
Pada malam hari para siswa/i melakukan ibadah doa bersama. Mendoakan orang tua serta membaca surat dari orang tua. Pada titik ini para siswa menyadari sungguh bahwa keberadaannya karena kebaikan orang tua. Tanpa orang tua para siswa/i tidak dapat mewujudkan mimpinya.
Baca juga : Menelisik Peran Prof. Dr. Gorys Keraf Dalam Perkembangan Perjalanan Bahasa Indonesia
Siswa menyadari bahwa orang tua mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan dan tumbuh kembang dirinya. Pola pengasuhan positif terhadap siswa memerlukan peran orangtua.
Di Wisma Cikanyere milik para Suster Sang Timur para siswa melakukan semua aktivitas retret tanpa menggunakan handphone karena semua barang-barang elektronik dikumpulkan. Semua menjalankan kegiatan dengan penuh gembira dan terkadang bersenang-senang pada acara dan sesi games.
Semua aktivitas ini sejak hari pertama sampai hari ketiga berjalan dengan lancar karena 4 komitmen, yaitu keheningan, keterbukaan, kerjasama, dan kedisiplinan. Semoga kegiatan retret ini terus memberikan semangat bagi siswa/i. untuk menjadi siswa yang dewasa dan selalu bersyukur.
