Pembelajaran Kooperatif dan Urgensinya bagi Siswa

EDU Talk
Sebarkan Artikel Ini:

Depoedu.com-Pembelajaran merupakan suatu proses komunikasi dua arah antara guru yang bertindak sebagai pendidik dan siswa yang bertindak sebagai peserta didik, untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.

Oleh karena itu, kegiatan pembelajaran akan bermuara pada dua kegiatan utama sebagai berikut: pertama, bagaimana orang melakukan tindakan perubahan tingkah laku melalui kegiatan belajar. kedua, bagaimana orang melakukan tindakan penyampaian ilmu pengetahuan melalui kegiatan mengajar.

Ada macam-macam model pembelajaran yang menarik untuk dibahas. Penerapan satu maupun lebih macam-macam model pembelajaran ini, akan membuat transfer ilmu dapat lebih efektif dan efisien.

Selain itu, mempraktikkan macam-macam model pembelajaran yang bervariasi, bisa mengurangi kebosanan peserta didik. Sebenarnya, memahami macam-macam model pembelajaran ini, akan memudahkan pendidik dalam menyampaikan ilmu. Mengingat, daya tangkap peserta didik terhadap sebuah materi tidak bisa disama ratakan.

Salah satu metode yaitu pembelajaran kooperatif (cooperative learning) merupakan sistem pengajaran yang memberi kesempatan kepada anak didik untuk bekerja sama dengan sesama siswa dalam tugas-tugas yang terstruktur. Pembelajaran kooperatif dikenal dengan pembelajaran secara berkelompok.

Baca juga : Bima Sakti: Akhlak Pemain Sepak Bola Sangat Penting, Setelah Itu Baru Ilmu Bermain Sepak Bola

Tetapi belajar kooperatif lebih dari sekedar belajar kelompok atau kerja kelompok karena dalam belajar kooperatif ada struktur dorongan atau tugas yang bersifat kooperatif sehingga memungkinkan terjadinya interaksi secara terbuka dan hubungan yang bersifat interdepedensi efektif diantara anggota kelompok (Sugandi, 2002:14).

Model pembelajaran kooperatif memungkinkan semua siswa dapat menguasai materi pada tingkat penguasaan yang relatif sama atau sejajar. Hubungan kerja seperti itu memungkinkan timbulnya persepsi yang positif.

Persepsi positif tersebut tentang apa yang dapat dilakukan siswa untuk mencapai keberhasilan belajar berdasarkan kemampuan dirinya secara individu dan andil dari anggota kelompok lain selama belajar bersama dalam kelompok.

Untuk mencapai hasil yang maksimal, maka harus diterapkan lima unsur model pembelajaran gotong royong, yaitu: saling ketergantungan positif, tanggung jawab perseorangan, tatap muka, komunikasi antar anggota, evaluasi proses kelompok.

Karakteristik pembelajaran kooperatif diantaranya: siswa bekerja dalam kelompok kooperatif untuk menguasai materi akademis; anggota-anggota dalam kelompok diatur terdiri dari siswa yang berkemampuan rendah, sedang, dan tinggi.

Baca juga : Delapan Kebiasaan Baik Di Usia Muda Menjamin Masa Depan Gemilang

Jika memungkinkan, diatur agar, masing-masing anggota kkooperatif berbeda suku, budaya, dan jenis kelamin; sistem penghargaan yang berorientasi kepada kelompok daripada individu.

Manfaat utama dari pembelajaran kooperatif adalah bahwa siswa meningkatkan harga diri yang pada gilirannya memotivasi siswa untuk berpartisipasi dalam proses pembelajaran.

Upaya kerja sama antara siswa dapat meningkatkan prestasi yang lebih tinggi oleh semua peserta. Siswa saling membantu, dengan demikian membangun sebuah komunitas yang mendukung, yang kemudian dapat meningkatkan kinerja masing-masing anggota.

Hal ini pada gilirannya meningkatkan harga diri yang lebih tinggi di semua siswa.  Dengan paradigma pembelajaran kooperatif siswa belajar dengan terus membahas, berdebat dan mengklarifikasi pemahaman mereka akan konsep tersebut.

Foto:kajianpustaka.com

5 1 vote
Article Rating
Sebarkan Artikel Ini:
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments