Depoedu.com-Terlihat dari lapangan atas, anak-anak berlarian bermain bola, bermain engklek dan menaiki sepeda, serta bermain layang-layang. Beberapa kelompok lainnya tampak asik menikmati kegiatan memancing, menunggangi kuda, bermain egrang dan bermain 3 jadi.
Anak-anak terlihat antusias mengikuti kegiatan tersebut. Tampak dari raut wajah, perasaan positif itu muncul, pun pula perasaan negatif karena mungkin merasakan kelelahan, dan tidak dapat menikmati permainan untuk setiap posnya. Namun itu tidak jadi masalah yang berarti.
Begitulah gambaran singkat kegiatan konsolidasi yang dilakukan secara offline oleh SMP Kanisius Jakarta di daerah Gunung Putri.
Baca Juga : Ini Dua Cara Mudah Mendaftar Vaksinasi Booster Covid-19
Kurangnya koordinasi gerak fisik, memungkinkan keseimbangan yang dialami sedikit terlihat kurang terkoordinasi. Namun itu adalah kondisi nyata yang dialami oleh sebagian anak. Sedikit menuju ke bagian yang lebih dalam, yakni ke arah psikis.
Mencoba untuk melihat lebih dekat, nyatanya lebih banyak perasaan negatif yang dialami oleh anak-anak selama masa pandemi, terutama dalam pembelajaran secara online.
Banyak anak merasa stress, bosan dan bahkan sudah sampai pada akumulasi perasaan negatif. Penuh dan siap-siap mengalami ketumpahan. Selain itu, relasi maya pun kini menjadi nyata dalam dunia fisik, yang harus kita hadapi bersama. Maya adalah kenyataan, menjadi aktual yang harus dihadapi dan dijalani saat ini.
Anak-anak berusaha mengenal satu sama lain dalam masa pandemi, akan tetapi belum sampai pada tingkat “RASA”. Rasa keterikatan emosional antarsatu dengan yang lain tidak menjadi berarti karena hanya sebatas formalitas.

Kerja kelompok bersama, berpapasan dalam dunia maya lewat ruang virtual. Setelah itu, masing-masing kembali pada kediriannya. Berada dalam ruang 4 x 5 M. Sibuk dengan layar laptopnya, dan asik dengan kesendiriannya. Beberapa mungkin tidak demikian, tapi nyatanya kondisi ini yang lebih banyak ditemui pada saat pembelajaran secara online.
Sekolah melihat ini tentu menjadi defisit tersendiri, yakni defisit afeksi, relasi dan psikomotor. Oleh karena itu, pada hari Selasa dan Rabu, yakni pada tanggal 7 dan 8 Desember 2021, Di bawah koordinasi bapak Yohanes Sugeng selaku guru Bahasa Indonesia, SMP Kolese Kanisius Jakarta mengadakan kegiatan konsolidasi di Gunung Putri.
Anak-anak dilibatkan dalam berbagai permainan. Permainan yang bertujuan agar anak mengalami perasaan positif, membangun relasi satu sama lain dan tentunya melibatkan aktivitas gerak motorik.
Baca Juga : Earth Day Celebration “Restoring Our Earth”
Melalui berbagai dinamika sepanjang hari, dapat dilihat bahwa kebutuhan-kebutuhan tersebut dapat terpenuhi. Anak-anak terlihat bahagia, pun pula kekecewaan karena tidak dapat mengikuti beberapa permainan yang ada di setiap pos. Hal ini menandakan bahwa antusiasme anak untuk mengikuti kegiatan konsolidasi secara offline sangatlah tinggi.
Selain itu, relasi antar satu dengan yang lain dalam kelompok juga semakin akrab. Mereka bisa saling mengenal, baik secara langsung antarlintas angkatan. Tidak hanya itu, mereka juga tampak aktif dalam mengikuti setiap dinamika permainan yang ada.

[…] Baca Juga : Kegiatan Konsolidasi SMP Kolese Kanisius Jakarta […]