Teknik Modifikasi Perilaku ala Parents

Family Talk
Sebarkan Artikel Ini:

Depoedu.com-Modifikasi perilaku tentu tidak asing dalam dunia Psikologi. Ada begitu banyak cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan, mempertahankan dan bahkan mengurangi sebuah perilaku.

Usaha mempertahankan atau meningkatkan perilaku seseorang tentu dilakukan atas dasar adanya perilaku yang adaptif, atau sesuai dengan norma yang ada di masyarakat.

Namun jika sebaliknya, yakni perilaku yang maladaptif, tentu perlu diberikan treatment agar perilaku tersebut bisa berkurang atau dapat dihentikan.

Hidup dalam lingkungan keluarga dengan memiliki peran sebagai orang tua, mungkin saja pernah dihadapkan dengan perilaku anak yang sesuai atau tidak sesuai dengan keinginan masing-masing orang tua, yang notabenenya bertentangan dengan moral yang ada.

Berikut akan dijelaskan secara sederhana 4 teknik modifikasi perilaku yang dapat diterapkan orang tua dalam meningkatkan kualitas perilaku anak.

Memberikan hal yang disukai

Tujuan dari penggunaan teknik tentu mengarah pada peningkatan perilaku, atau memicu munculnya perilaku yang telah dilakukan oleh anak. Misalnya ketika anak memperoleh sebuah prestasi.

Agar bisa mempertahankan jiwa kompetitif anak dalam mendapatkan prestasi, orang tua bisa memuji perilaku anak atau memberikan sesuatu yang menjadi kesukaan anaknya.

Baca Juga : Salah Satu Faktor Penyebab Anak Belajar Dengan Metode Menghafal

Misalnya anak memiliki kesukaan terhadap air (berenang). Orang tua bisa mengapresiasi prestasi anak dengan menyediakan lebih banyak waktu bagi anak untuk melakukan kegiatan berenang di akhir pekan.

Dengan menerapkan teknik ini, selfesteem anak akan semakin bertambah. Anak akan menjadi semakin percaya diri dengan apa yang dilakukannya, anak merasa dirinya berharga.

Syarat dari penggunaan teknik ini adalah mengetahui apa yang benar-benar menjadi kesukaan anak.

Mengurangi hal yang tidak disukai

Sama seperti teknik pertama, teknik kedua ini berorientasi pada peningkatan perilaku, atau memicu munculnya perilaku yang telah dilakukan oleh anak.

Teknik pertama dan kedua ini merupakan pemberian reward kepada anak jika anak menunjukkan sebuah perilaku yang positif.

Pemberian reward ini bisa dilakukan dengan mengurangi aktivitas yang tidak disukai anak. Ketika anak bisa menyelesaikan tugas sekolahnya dengan baik, orang tua bisa memberikan reward kepada anak dengan mengurangi hal yang tidak disukainya, misalnya ketidaksukaan anak terhadap olahraga. Dalam konteks ini, jam olahraga anak bisa dikurangi.

Memberikan hal yang tidak disukai anak

Teknik ketiga ini merupakan kebalikan dari teknik kedua. Ketika anak melakukan sesuatu yang kurang adaptif, katakanlah ketika anak sering menunda-nunda dalam mengerjakan tugasnya, orang tua bisa memberikan apa yang tidak disukai oleh anak.

Baca Juga : Kiat Orang Tua Perancis Membiasakan Anak Makan Buah Dan Sayur. Apa Manfaatnya?

Tentunya apa yang tidak disukai anak ini merupakan sebuah kegiatan yang cenderung membawa manfaat bagi dirinya.

Misalnya anak tidak menyukai membaca ataupun berolahraga, maka orang tua perlu menambah jam belajar untuk membaca maupun jam untuk berolahraga. Teknik ketiga ini merupakan punishment, namun mempunyai efek dalam memodifikasi perilaku anak menjadi lebih baik.

Mengurangi hal yang disukai oleh anak

Mengurangi apa yang disukai anak ini tentu sangat lazim digunakan orang tua dalam menerapkan pola pendisiplinan terhadap anak.

Ketika anak melakukan sesuatu yang kurang membawa manfaat bagi dirinya, orang tua bisa menggunakan teknik ini agar bisa menciptakan perilaku baru yang lebih adaptif.

Misalnya keseringan anak dalam bermain game dan menonton youtube hingga lupa waktu belajar. Untuk bisa mengatasi perilaku ini, orang tua bisa membatasi atau bahkan menghentikan apa yang menjadi kesukaan anak tersebut.

Dari keempat teknik modifikasi perilaku di atas, dapat disimpulkan bahwa teknik pertama dan kedua merupakan pemberian reward, sedangkan teknik ketiga dan keempat merupakan pemberian punishment.

Dari keempat teknik tersebut, kita bisa menjumpai dua hal, yakni mengenai ketidaksukaan dan kesukaan anak. Orang tua perlu jeli dalam melihat apa yang menjadi kesukaan dan ketidaksukaan anak.

Oleh karena itu, orang tua perlu membangun kedekatan dengan anak, agar betul-betul paham apa yang disukai dan tidak disukai oleh anak.  Tanpa adanya kedekatan antara orang tua dan anak, penggunaan keempat teknik di atas akan menjadi sulit untuk diterapkan.

Foto:ibnudin.net

Sebarkan Artikel Ini:

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of