Penuh Makna; Ini 9 Kebiasaan Unik dan 9 Pantangan Saat Imlek

Family Talk
Sebarkan Artikel Ini:

Redaksi Depoedu.com mengucapkan :

Selamat Tahun Baru Imlek 2572

“Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta”

Buat para sahabat dan keluarga yang merayakan.

Depoedu.com – Perayaan tahun baru dalam penanggalan lunar menurut tradisi Tiongkok  merupakan salah satu hari raya besar masyarakat Indonesia. Tahun baru Imlek adalah hari pertama untuk menyambut musim semi. Perayaan tahun baru ini dilaksanakan selama 15 hari. Di tutup dengan tradisi Cap Go Meh.

Walaupun sempat dilarang pada masa orde baru, namun sesungguhnya Imlek sudah dirayakan, dan menjadi hari libur resmi bahkan sebelum kemerdekaan. Pada masa pendudukan Jepang, seperti dilansir kompas.com (13/01/2020), lewat Keputusan Osamu Seirei No 26 tanggal 1 Agustus 1943, Imlek ditetapkan sebagai hari libur resmi.

Pada awal revolusi kemerdekaan, seperti tertuang dalam Penetapan Pemerintah No 2/Um Tahun 1946 tentang Hari Raya, masyarakat di seluruh Indonesia turut merayakan empat hari raya besar masyarakat keturunan Tionghoa, seperti Tahun Baru Imlek, Perayaan Wafat dan Kelahiran N. Kong Hu Cu, serta perayaan Tsing Bing.

Kini, perayaan Imlek adalah perayaan seluruh masyarakat Indonesia, tidak hanya oleh mereka yang keturunan Tionghoa.

Merayakan Imlek oleh masyarakat Tionghoa adalah perayaan budaya. Sebagai peristiwa budaya, Imlek pasti dirayakan oleh masyarakat Tionghoa lintas agama, dengan tetap memegang teguh tradisi warisan leluhur.

Tradisi-tradisi warisan leluhur yang sarat akan nilai itu berisi anjuran dan juga larangan-larangan. Berikut ini 9 anjuran yang menjadi kebiasaan unik  perayaan imlek.

  1. Bersih-bersih rumah. Kebiasaan ini dilakukan sehari menjelang Tahun Baru Imlek merupakan tradisi untuk membersihkan segelah ketidakberuntungan ditahun lalu, untuk bersiap menyambut semua berkah sepanjang tahun yang baru.
  2. Mendekorasi Rumah. Tidak hanya membersihkan, rumah didekorasi dengan warna dominan merah. Pintu dan Jendela cat ulang. Ornamen-ornamen warna merah dipasang di segenap penjuru. Warna merah diyakini sebagai perlambang kekuatan dan kesejahteraan, pembawa keberuntungan. Tidak hanya itu, warna merah dipercaya dapat mengusir makluk mitologi Nian. Makluk pembawa sial dan umur pendek. Karenanya tidak hanya memasang lampion dan ornament berwarna merah, pakaian yang dikenakan pada saat perayaan imlek pun berwarna merah.
  3. Berkumpul bersama keluarga pada saat imlek adalah wajib. Maka sama seperti tradisi mudik lebaran, mudik pun adalah tradisi menjelang Imlek, terutama mereka yang terpisah jauh dari orang tua.
  4. Tradisi Yu Sheng. Saat berkumpul bersama keluarga, salah satu tradisi yang wajib dilakukan adalah Yu Sheng. Yu Sheng adalah masakan tiochiu berupa salad ikan ikan, biasanya ikan salmon atau tuna, ditambah irisan halus sayuran seperti wortel, lobak dan kubis, acar jahe merah dan paprika merah dan diberi buah plum dan saus wijen. Setelah tersaji, seluruh keluarga berkumpul kemudian mencampurkan semua bahan makanan tadi hingga menyatu, mengambilnya dengan sumpit kemudian mengangkatnya setinggi mungkin sambal mengucap doa kemudian disantap bersama.
  5. Hidangan Khas Imlek.Tidak hanya tradisi yu sheng, banyak hisangan khas Imlek dengan segudang makna yang tersirat darinya. Mi Panjang Umur yang diseruput sampai habis, tidak boleh terputus sebagai lambing panjang umur. Ayam atau Bebek yang disajikan utuh, sebagai perlambang keutuhan keluarga. Jeruk dan  lapis legit sebagai perlambang rejeki yang berlapis lapis. Tak ketinggalan kue keranjang, yang disusun susun. Kue keranjang adalah menu wajib Imlek terutama saat perayaan hari ke lima belas atau cap go meh. Selain hidangan hidangan ini, juga dikenal hidangan lain yang berjumlah 12 sesuai dengan jumlah shio dalam penanggalan tionghoa.
  6. Angpau dan berbagi hadiah. Angpau dan berbagi hadiah adalah imlek itu sendiri. Angpau sangat sulit dipisahkan dari Imlek. Semua anak-anak dan mereka yang belum menikah pasti menantikan angpau dari keluarga besarnya.
  7. Petasan dan Kembang Api. Menyalakan kembang api dan membakar petasan terutama pada perayaan imlek untuk mengusir nasip buruk ditahun sebelumnya, sambal mengharapkan limpahan nasib baik ditahun yang baru.
  8. Barongsai dan Liong. Tarian Barongsai (Singa) dan Naga (Liong) merupakan tarian untuk mengusir kekuatan jahat, sekaligus untuk menarik keberuntungan bagi semua orang. Karenanya liong dan barongsai selalu menjadi pertunjukan wajib saat perayaan Tahun Baru Imlek.
  9. Sembahyang Pada Leluhur. Sembahyang pada leluhur biasanya dilakukan sehari menjelang Imlek. Dupa dan Lilin berwarna merah dinyalakan. Berbagai persembahan disiapkan. Berbagai kue dan buahan segar, daging dan juga arak. Memohon doa dari leluhur agar panjang umur dan berlimpah rejeki, di sepanjang tahun yang baru.

Selain tradisi-tradisi ini, juga terdapat banyak larangan dalam perayaan imlek. Larangan ini  semata-mata karena makna negatif yang terkandung dalam peristiwa- peristiwa itu. Berikut ini hal-hal yang tidak boleh dilakukan saat Imlek.

Baca Juga: Rayakan Imlek Sambil Berlomba

  1. Makan Bubur. Bubur diyakini sebagai pertanda nasib buruk. Karena itu dilarang disantap saat Imlek, agar terhindar dari nasib buruk.
  2. Minum Obat atau Berobat. Minum Obat, mengunjungi dokter untuk berobat, terlebih melakukan operasi sangat tidak disarankan saat Imlek. Bahkan memberi ucapan pada orang sehat yang sedang tidurpun memberi konotasi negative. Minum obat dan berobat diasosiasikan sebagai nasib buruk. Jika dilakukan saat Imlek, bisa berarti mendoakan itu terjadi sepanjang tahun. Sama seperti memberi ucapan saat seseorang sedang tertidur. Itu seolah mendoakan ia selalu tertidur sepanjang tahun.
  3. Menyapu rumah. Bersih-bersih rumah hanya boleh dilakukan sebelum dan sehari setelah Imlek. Tahun Baru Imlek adalah hari penuh dengan nasib baik dan rejeki yang melimpah. Menyapu atau bersih-bersih rumah sama artinya dengan membuang nasib baik dan rejeki ke tong sampah.
  4. Keramas dan mencuci baju. Tidak hanya membersihkan rumah. Keramas atau mencuci rambut dianggap mencuci kekayaan yang datang saat Imlek. Rambut dalam bahasa China diucapkan mirip dengan kekayaan. Mencuci rambut saat imlek seolah sedang mencuci kekayaan yang datang. Pun halnya dengan mencuci baju. Mencuci baju pada saat Imlek seperti mengusir Dewa Air yang juga perayaannya dirayakan saat Imlek. Ini bisa mendatangkan nasib buruk.
  5. Tidak Boleh berpakaian hitam atau putih. Warna Putih dan atau hitam diasosiasikan sebagai warna perkabungan. Memakai pakaian hitam atau putih saat imlek seolah mendoakan umur yang pendek. Pun halnya dengan pakaian robek yang diasosiasikan sebagai kemiskinan, dab nbanyak nasib buruk.
  6. Membalikan Ikan saat makan. Ikan juga merupakan hidangan wajib saat Imlek. Saat makan ikan jangan membalikan ikan untuk mengambil daging bagian bawah. Membalikan ikan seolah berarti membalikan nasib baik. Hendaknya ikan tidak dihabiskan. Pun halnya dengan menyisakan nasi di tempat nasi untuk keesokan hari. Disisahkan hingga Ikan dan nasi yang tidak dihabiskan hingga keesokan hari, sebagai pertanda kesejahteraan yang menyertai sepanjang tahun.
  7. Memberi Hutang atau Menagih Hutang. Menagih atau memberi hutang sama-sama merupakan hal yang tidak menguntungkan kedua belah pihak. Ini bisa membawa narib buruk baik untuk pemberi maupun peminjam. Karenanya baik jika tidak dilakukan saat Imlek.
  8. Melukai Makhluk Hidup. Darah dianggap sebagai pertanda nasib buruk. Melukai diri sendiri dan makluk hidup lain pada saat imlek bisa mengundang nasib buruk selama setahun. Tidak hanya melukai fisik, mengucapkan kata kata buruk, sumpah serapah dan caci maki saat Imlek pun bukan merupakan hal yang baik. Sebab kata-kata adalah doa.
  9. Memberi hadiah-hadiah tertentu. Perayaan Tahun Baru Imlek yang identik dengan angpau dan berbagi hadiah, namun juga memiliki pantangan. Terutama barang-barang tertentu yang berkonotasi negatif. Jam tangan yang diucapkan seperti melayat. Cermin dan Payung yang mendatangkan roh-roh jahat. Pun sepatu yang berkonotasi negatif.

Tahun baru Imlek bukan hanya dominasi masyarakat Tionghoa. Imlek adalah juga milik masyarakat seluruh Indonesia. Merayakan tahun Kerbau Logam ditengah pandemi Covid-19, juga adalah doa agar bangsa ini dapat pulih dari corona.

Selamat Tahun Baru Imlek. Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta. Semoga Kebahagiaan Selalu Menjadi Milik Segala Mahkluk.

Tulisan ini sebelumnya tayang di eposdigi.com, kami tayangkan kembali dengan izin dari penulis / Foto: ekrut.com

Sebarkan Artikel Ini:

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of