Membangun Masyarakat Ekonomi NTT yang Bermartabat

DEPO Topik
Sebarkan Artikel Ini:

Depoedu.com – Nusa Tenggara Timur adalah sebuah provinsi di Indonesia yang meliputi bagian timur Kepulauan Nusa Tenggara. Provinsi ini beribu kota di Kupang dan memiliki 22 Kabupaten/Kota. Di awal kemerdekaan Indonesia, kepulauan yang merupakan wilayah Provinsi Sunda Kecil dan beribu kota di kota Singaraja itu, kini terdiri atas 3 provinsi (berturut-turut dari barat) yakni Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Setelah pemekaran, Nusa Tenggara Timur adalah sebuah provinsi Indonesia yang terletak di bagian Tenggara Indonesia. Provinsi ini terdiri dari beberapa pulau, antara lain Pulau Flores, Pulau Sumba, Pulau Timor, Pulau Alor, Pulau Lembata, Pulau Rote, Pulau Sabu, Pulau Adonara, Pulau Solor, Pulau Komodo dan Pulau Palue. Provinsi ini terdiri dari kurang lebih 550 pulau, tiga pulau utama di Nusa Tenggara Timur adalah Pulau Flores, Pulau Sumba dan Pulau Timor Barat (biasa dipanggil Timor). Provinsi ini menempati bagian Barat pulau Timor. Sementara bagian Timur pulau tersebut adalah bekas provinsi Indonesia yang ke-27, yaitu Timor Timur, yang merdeka menjadi Negara Timor Leste pada tahun 2002.

Provinsi Nusa Tenggara Timur, memiliki banyak potensi yang belum dimaksimalkan. Kenyataan ini mendorong Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT)  di bawah pimpinan Viktor Laiskodat dan Josef A Nae Soi  sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur NTT periode 2018-2023 untuk  mendeklarasikan Masyarakat Ekonomi NTT (ME-NTT). Deklarasi yang dimulai  pada tanggal 10 Juni 2019 berlangsung di rumah Jabatan Bupati Manggarai Barat di Labuan Bajo.

Ada empat poin deklarasi. Pertama, disadari bahwa pembangunan masyarakat dan daerah NTT sebagai suatu entitas ekonomi sejauh ini belum terkoordinasi dan terintegrasi, sehingga menimbulkan ketimpangan, inefisiensi dan rendahnya produktivitas. Karena itu, diperlukan cara pandang dan sistem kerja yang baru dalam semangat NTT Bangkit untuk meningkatkan kerja sama yang menciptakan daya saing dan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat dan daerah NTT.

Kedua, pembangunan NTT bertumpu pada pariwisata sebagai prime mover yang berbasis masyarakat dengan mengandalkan ring of beauty NTT. Melalui pembagunan “pariwisata estate” dengan penataan 5A (atraksi, aksesibilitas, akomodasi, amenitas, dan awareness) terjalin suatu mata rantai ekonomi baru yang membutuhkan jaringan kerja sama antara sektor pemerintah, swasta dan masyarakat dengan memanfaatkan teknologi digital.

Ketiga, meningkatkan keterpaduan antar sektor dan wilayah atas dasar kesamaan produk, pengembangan industri pengolahan melalui kerja sama sistem pasar digital, peningkatan kapasitas produksi dan penjaminan mutu dengan perbankan, BUMD, BUMDes, koperasi, asosiasi, swasta dan konsumen, pemanfaatan teknologi informasi untuk penguatan kapasitas sumber daya manusia, kelambagaan, pasar dan jejaring kerja sama, serta meningkatkan kesadaran untuk menggunakan produk lokal hasil produksi NTT.

Keempat, untuk mendukung maksud dan tujuan Masyarakat Ekonomi NTT, hal-hal yang perlu mendapat perhatian bersama, pusat data dan informasi stok komoditi bersama NTT; pusat produksi/industri pengolahan bersama lewat pengembangana start-up variasi bisnis ekonomi digital dalam suatu kesatuan E-Market Bersama NTT, pengembangan sistem kerja sama daerah, dukungan regulasi, asosiasi produk unggulan daerah, sumber daya manusia berkualitas, anggaran/investasi dan sumber daya pendukung lainnya. Tujuan utama deklarasi adalah agar NTT semakin maju dan berkembang.

Sebarkan Artikel Ini:

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of